Mengenal Startup Pertanian Berbasis IoT dan Drone di Indonesia

Mengenal Startup Pertanian Berbasis IoT dan Drone di Indonesia
info gambar utama

Kini kemajuan teknologi dan inisiatif perusahaan rintisan (startup), untuk menghadirkan layanan kinerja yang mumpuni untuk sektor pertanian semakin banyak bermunculan, salah satunya ARIA

Aria adalah startup agritech yang menghadirkan layanan solusi untuk meningkatkan efisiensi produktivitas pertanian, melalui penggunaan teknologi yang mumpuni. Adapun jenis teknologi yang digunakan lebih fokus kepada drone dan sistem Internet of Things (IoT).

Lebih dari itu, startup satu ini juga menyediakan pencegahan dan prediksi solusi agrikultur kepada bagi para petani dan perkebunan skala besar.

Menurut salah satu pendirinya, yakni William Sjaichudin, kehadiran ARIA sendiri bertujuan untuk membantu petani mendapatkan hasil pertanian yang berkualitas. Menurutnya, selama ini kebanyakan startup agritech yang hadir belum menyentuh sisi operasional produktivitas secara langsung.

"Kebanyakan saat ini platform agritech di Indonesia lebih fokus kepada rantai pasok. Namun banyak juga di antara mereka yang mengeluhkan masih rendahnya kualitas panen petani. Dengan teknologi dan layanan yang kami miliki, kami ingin mengatasi masalah tersebut dan fokus kepada quality control," jelas William, mengutip Dailysocial.

Terbilang baru, startup ini sendiri memang baru berdiri pada tahun 2021. Bicara mengenai cara kerjanya, satu layanan yang diunggulkan adalah teknologi drone spray, yang mampu bekerja secara otonom untuk efisiensi pada lahan pertanian.

Bionersia, Startup Alumni ITS yang Manfaatkan Biogas untuk Atasi Emisi Karbon

Suntikan dana untuk pengembangan IoT

Untuk mengukuhkan kinerja dan melakukan ekspansi, belum lama ini ARIA diketahui mendapat suntikan dana sebesar 5 juta dolar AS, atau setara Rp74 miliar. Dana sendiri diperoleh dari inisiasi East Ventures dengan sejumlah perusahaan di bidang pertanian dalam negeri.

Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan solusi IoT, guna menghadirkan fitur dan teknologi pelacakan pekerja (worker tracker). Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan visibilitas para petani di perkebunan skala besar.

Worker tracker yang dimaksud nantinya dipadukan dengan mekanisasi pemupukan dengan sprayer drone, dan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu kerja serta penggunaan bahan baku di perkebunan pada tahap penyemprotan, pemupukan, hingga panen.

Menurut pendiri ARIA lainnya, yakni Arden Lim, suntikan dana ini diharapkan dapat semakin mempercepat pertumbuhan perusahaannya dalam meningkatkan kualitas sekaligus produktivitas sektor pertanian di Indonesia.

"Dengan solusi ini, petani mendapatkan hasil analisis tanah dan informasi yang akurat tentang kebutuhan pupuk di area yang ditentukan dan meningkatkan efisiensi pemupukan di ladang," pungkas Arden.

Bisnis Startup Perlu Sinergi Strategis

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini