Sejarah Singkat Pemilu Presiden Di Indonesia

Sejarah Singkat Pemilu Presiden Di Indonesia
info gambar utama

Indonesia merupakan negara demokrasi yang melakukan pemilihan pemimpinnya melalui Pemilu (Pemilihan Umum). Pemilu sendiri adalah pengambilan keputusan suara bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memilih presiden atau pemimpin untuk memegang jabatan administrasi publik.

Lalu sejak kapan kah Pemilu dilakukan di Indonesia?

Berikut sejarah singkat Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia sejak 1955 hingga 2019.

Pemilu Pertama 1955

Pemilu 1955 pemilihan umum pertama di Indonesia untuk memilih DPR dan Konstituen

Pemilu pertama kali diadakan pada tahun 1955 karena kondisi keamanan pemerintahan pada saat itu serta fokus pemerintah dan rakyat dalam mempertahankan kedaulatan negara sehingga undang-undang yang mengatur terkait pemilihan pemimpin di Indonesia belum disusun.

Pemilu 1955 dilakukan untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo yang lalu mengundurkan diri dan digantikan oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap.

Pemilu ini dibagi menjadi dua tahapan untuk memilih anggota DPR dan anggota Konstituante. Pemilu DPR diselenggarakan pada tanggal 29 September 1955 dan diikuti oleh 29 Parpol dan individu, lalu Pemilu Konstituante diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955.

Partai yang mayoritas terpilih pada Pemilu 1955 adalah PNI (Partai Nasional Indonesia), Masyumi, NU (Nahdlatul Ulama), PKI (Partai Komunis Indonesia), dan PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia).

Dan lalu pada 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang menyatakan UUD 1945 sebagai Dasar Negara, serta pergantian Konstituante dan DPR dengan DPR-GR. Dekrit ini juga mengatur bahwa kabinet, Ketua DPR, MPR, BPK, dan MA diangkat sebagai pembantu presiden dengan jabatan menteri.

Pemilu 1971

Pemilu 1971 pemilihan umum presiden dan wakil presiden RI pertama pada orde baru yang dimenangkan Soeharto

Pemilu berikutnya diselenggarakan pada tanggal 5 Juli 1971 dan merupakan Pemilihan Umum pertama setelah orde baru serta diikuti oleh 9 partai politik dan 1 organisasir masyarakat yaitu Golkar, NU, PNI, Parmusi, PSII, Partai Kristen Indonesia, PERTI, IPKI, Partai Katolik, dan Partai Murba.

Hasil dari Pemilu 1971 adalah dilantiknya Soeharto dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada bulan Maret 1973 oleh MPR.

Pemilu 1977-1997

Suasana Pemilu 1977 pemilihan umum presiden dan wakil presiden RI yang dilakukan dengan fusi partai PDI dan PPP dengan Golkar

Pada tahun 1975, melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar, diadakanlah fusi (penggabungan) partai-partai politik menjadi hanya dua partai politik (Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia) dan satu Golongan Karya.

Berdasarkan undang-undang tersebut, Pemilu yang diadakan pada tahun 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997 disebut Pemilu Orde Baru dan selalu dimenangkan oleh Golongan Karya.

Melalui UU Pemilu Orde Baru, Presiden Soeharto terpilih menjadi Presiden selama 32 tahun, dan wakil presiden yang mendampinginya adalah Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, Try Sutrisno, dan Bacharuddin Jusuf Habibie.

Pemilu 1999

BJ Habibie yang sebelumnya menjadi presiden pada periode 1998-1999 menyelenggarakan Pemilu 1999 untuk pemilihan umum presiden dan wakil presiden RI akibat turunnya presiden soeharto

Setelah penurunan pemerintahan Presiden Soeharto, Pemilu diadakan pada 7 Juni 1999 (yang harusnya pada tahun 2002) oleh Presiden B. J. Habibie dan diikuti oleh 48 parpol.

Melalui Pemilihan Umum tersebut terpilihlah Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati Soekarno Putri hingga tahun 2001 yang lalu digantikan oleh pasangan Megawati Soekarno Putri dan Hamzah Haz berdasarkan Sidang Istimewa MPR RI pada 23 Juli 2001.

Pemilu 2004

Pemilu 2004 yang diikuti oleh 5 pasangan presiden dan wakil presiden dimenangkan oleh SBY dan Jusuf kalla

Pemilu 2004 menjadi Pemilihan Umum pertama dimana Presiden dan Wakil Presiden bisa dipilih langsung oleh rakyat. Melalui Pemilu 2004 ini juga dibentuknya Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengatur penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Pemilihan Umum pada tahun 2004 diselenggarakan dalam dua putaran yaitu Putaran I pada 5 Juli 2004 dan Putaran II pada 20 September 2004 dikarenakan tidak ada pasangan calon yang berhasil mendapatkan suara lebih dari 50%. Pelaksanaan Pemilu ini diikuti oleh 24 partai politik dan dimenangkan oleh Golkar dengan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Pemilu 2009

Pemilu 2009 Pemilihan presiden dan wakil presiden dimenangkan oleh SBY dan Boediono

Pemilu 2009 diselenggarakan pada 8 Juli 2009 dan diikuti oleh 38 partai politik. Melalui Pemilihan Umum ini dimenangkan oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono dengan memperoleh suara 60,80%, mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri - Prabowo Subianto dan Muhammad Jusuf Kalla - Wiranto.

Pemilu 2014

Pemilu 2014 pemilihan presiden dan wakil presiden dimenangkan oleh Jokowi dan Jusuf kalla

Pemilihan Umum yang diselenggarakan pada 9 Juli 2014 diikuti oleh 12 partai politik. Pemilu 2014 ini dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla dengan suara sebesar 53,15%, mengalahkan pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.

Pemilu 2019

Pemilu 2019 pemilihan presiden dan wakil presiden dimenangkan oleh Jokowi dan Maaruf Amin

Pemilu 2019 yang diselenggarakan pada 17 April 2019 diikuti oleh 14 partai politik nasiona dan 4 partai politik lokal aceh. Pemilihan Umum ini diselenggarakan bersamaan dengan Pemilu Legislatif dan dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin dengan perolehan suara 55,50%, mengalahkan pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan perolehan suara 44,50%.

Pemilu 2024

Pemilu 2024 Pemilihan Presiden dan Wakil presiden yang akan diselenggarakan tahun 2024 oleh KPU

Pemilihan Umum yang akan diselenggarakan serentak pada 14 Februari 2024 mendatang ini akan dilakukan untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024–2029.

Nah itulah sejarah singkat Pemilihan Umum di Indonesia sejak yang pertama kali pada tahun 1955 hingga sekarang. Semoga artikel ini bermanfaat buat kamu ya!

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Phyar Saiputra lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Phyar Saiputra.

Terima kasih telah membaca sampai di sini