Maluku Tenggara Punya Kanguru Mungil nan Imut yang Bikin Masyarakat Tak Tega Memakannya

Maluku Tenggara Punya Kanguru Mungil nan Imut yang Bikin Masyarakat Tak Tega Memakannya
info gambar utama

Kebanyakan orang mengenal kanguru sebagai hewan khas Australia. Namun tahukah Anda jika kanguru juga ada di negara lain, termasuk Indonesia?

Ya, kanguru memang hidup secara alami di Indonesia. Salah satu daerah yang menjadi tempat tinggal kanguru adalah Maluku Tenggara.

Di daerah terluar Provinsi Maluku itu, hidup kanguru mungil yang ukurannya terbilang kecil. Kanguru pendek, begitulah masyarakat setempat biasa menyebutnya.

Maluku Tenggara punya tempat khusus sebagai lokasi konservasi kanguru mini, yakni Cagar Alam Dab terletak di Kepulauan Kei Besar dengan luas 14.218 hektare. Selain kanguru mini, ada pula hewan khas lain yang ada di sana, misalnya burung nuri kei.

Kendati jelas terbukti ada, populasi kanguru di Maluku Tenggara ternyata belum terdata secara pasti. Akibatnya, sulit diperkirakan berapa ekor jumlahnya yang hidup di sana.

Bukan hanya di Maluku Tenggara, eksistensi kanguru mini di berbagai penjuru Indonesia memang belum terdokumentasi lengkap. Selama ini, kanguru mini lebih dikenal sebagai satwa penghuni Taman Nasional Wasur, Papua.

Kanguru mini ternyata bisa dikonsumsi manusia. Hanya saja, tidak banyak orang yang memakan daging kanguru mini karena tidak tega, Masyarakat lokal hanya terpaksa memburunya apabila laut sedang dilanda gelombang tinggi dan cuaca buruk yang membuat nelayan tidak bisa bekerja.

"Dia terlalu lucu untuk dimakan," kata Kace Ubro, seorang penduduk Maluku Tenggara yang tinggal di Pulau Kei Besar seperti dilansir Antara.

Ikatan Masyarakat Maros dengan Kelelawar untuk Jaga Keseimbangan Alam

Pelestarian Kanguru Mini Lewat Festival

Selain menyediakan kawasan konservasi, kanguru mini juga dilestarikan melalui Festival Pesona Meti Kei (FPMK). Ini adalah festival yang menangkat kekayaan alam dan budaya Maluku Tenggara dan mengemasnya menjadi acara yang menarik untuk dikunjungi.

FPMK 2022 telah digelar sejak 21 Oktober. Acara puncaknya dipusatkan di Pantai Ngiar Varat.

FPMK tahun 2022 menjadikan kanguru mini sebagai maskot. Ini dikarenakan FPMK ini mengusung misi pelestariannya.

"Menjadi salah satu misi kita saat ini yakni pelestarian hewan endemik, yakni kanguru mini yang dapat dijumpai di sejumlah hutan di Pulau Kei Besar, namun kini sulit untuk dijumpai atau berkurang sehingga kita jadikan maskot FPMK 2022," kata Ketua Panitia FPMK 2022 Budi Toffy.

FPMK adalah festival yang diakui sebagai acara penting bagi pariwisata Tanah Air. Festival ini juga telah masuk dalam kalender wisata nasional.











Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

AR
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini