PSM Makassar: Klub Sepak Bola Tertua Indonesia yang Kini Berusia 107 Tahun

PSM Makassar: Klub Sepak Bola Tertua Indonesia yang Kini Berusia 107 Tahun
info gambar utama

Tepat hari ini 2 Nov 2022, PSM Makassar telah menginjak usia yang ke 107 tahun. Secara penanggalan, Ia merupakan klub sepak bola tertua di Indonesia.

Sepanjang 1 abad berdirinya klub yang dijuluki pasukan Ramang ini, PSM Makassar telah mengukir banyak prestasi, baik di kancah nasional maupun internasional.

Lalu seperti apa napak tilas dari PSM Makassar ini? Simak ulasannya berikut ini.

Sejarah Singkat PSM Makassar

Persatuan Sepakbola Makassar atau lebih populer didengar dengan PSM Makassar adalah kesebelasan sepak bola Indonesia yang berbasis di Kota Makassar.

Tim ini memiliki banyak julukan, diantaranya ; Juku’ Eja (ikan merah), Pasukan Ramang (Legenda Pemain PSM), serta Ayam Jantan dari Timur, terilhami dari sikap berani Sultan Hasanuddin.

Berdasarkan catatan historis, PSM Makassar yang awalnya bernama Makassaarsche Voetbal Bond (MVBI ini berdiri secara resmi pada 2 November 1915.

Dalam buku “Satu Abad PSM Mengukir Sejarah” karya M Dahlan Abubakar dan A Widya Syadzwina, mengatakan bahwa sejarah awal berdirinya PSM dimulai saat Hindia Belanda menjadikan Makassar sebagai pusat pemerintahan di Indonesia Timur.

Kala itu terdapat pelabuhan yang terkenal dengan Bandar Makassar. Pelabuhan tersebut sebagai pusat perniagaan dan tempat bersandarnya kapal asing yang lalu lalang.

Bandar Makassar juga dikenal sebagai pusat perdagangan transaksi rempah-rempah dan hasil bumi yang dibawa oleh kapal domsetik maupun kapal-kapal asing.

Pada awal perjalanan klub MVB ini, komposisi pemain terdiri dari gabungan pribumi Makassar, Tionghoa dan jajaran pemain elite Hindia Belanda.

Lini Masa Perjalanan PSM Selama 1 Abad

Tahun 1915 : Kelahiran embrio PSM di era Kebangkitan Nasional

Sebelum era kemerdakaan, MVB sudah melakukan pertandingan dengan beberapa kesebelasan dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Bali hingga kesebelasan dari Hongkong dan Australia.

Namun eksistensi MVB mulai surut seiring dengan kedatangan pasukan Jepang di Makassar. Para pemain Belanda yang tergabung dalam MVB ditangkap, sedangkan pemain-pemain pribumi dijadikan Romusa. Sebagiannya lagi dikirim ke Myanmar.

Praktis klub MVB lumpuh total, sebagaimana klub-klub sepak bola di Indonesia kala itu. Apalagi Jepang menerapkan aturan segala yang berbau Belanda harus dimusnahkan, Termasuk klub sepak bola.

Sebaliknya, untuk mencari dukungan penduduk setempat, Jepang membiarkan masyarakat menggunakan nama-nama Indonesia. MVB pun akhirnya berubah menjadi Persatuan Sepak bola Makassar (PSM Makassar).

Tahun 1950 : Kelahiran kembali PSM Makassar pasca penjajahan Jepang

Saat Indonesia terlepas dari penjajahan, PSM Makassar mengadakan perombakan tim dibawah pimpinan Achmad Saggaf yang terpilih menjadi sebagai Ketua PSM kala itu.

Akhirnya roda kompetisi PSM mulai bergulir dengan baik. Tahun 1950, PSM mulai bertandang ke Pulau Jawa sekaligus untuk menjalin hubungan dengan PSSI.

Di era ini bintang-bintang PSM pun bermunculan, salah satunya Ramang. Ia menjadi pemain legenda dan dari sinilah PSM Makassar mendapatkan julukan Pasukan Ramang.

Tahun 1994 : Awal Perjalanan PSM Makassar di Liga Indonesia (dulu Galatama)

Pada musim kompetisi Liga Indonesia yang dimulai sejak 1994, PSM Makassar kembali membuktikan diri sebagai tim besar tanah air. Ia selalu tercatat masuk papan atas.

Selain kompetisi Galatama, PSM Makassar juga tercatat mengikuti berbagai kompetisi level nasional lainnya seperti Liga Primer Indonesia, Liga Prima Indonesia, Liga Super Indonesia dan Liga 1

Di level internasional. PSM Makassar telah tercatat banyak kali mulai dari satu kali berlaga di Piala Winners Asia, tiga kali mewakili Indonesia di Liga Champions Asia (Piala AFC) hingga Supercup Asia.

Stadion dan Supporter PSM Makassar

PSM Makassar memiliki beberapa kelompok suporter fanatik antara lain The Macz Man, Laskar Ayam Jantan (LAJ), Mappanyuki, Ikatan Suporter Makasar (ISM), Suporter Hasanuddin, Suporter PKC (Pongtiku, Kalumpang, dan Cumi-cumi, Red Gank (Pattene), dan Antang Communitty.

Awalnya PSM Makassar bermarkas di Stadion Andi Mattalatta, dahulu bernama Mattoangin yang didirikan tahun 1955 dan memiliki kapasitas untuk 20.000 orang.

Sebelum Stadion Utama Gelora Bung Karno dibangun tahun 1962, stadion ini termasuk salah satu yang terbesar di Indonesia dan sering dipakai untuk menggelar pertandingan sepak bola internasional seperti tuan rumah babak 8 besar Liga Champions Asia 2001.

Memasuki masa pandemi Covid tahun 2020, Stadion Andi Mattalatta Mattoangin dibongkar dengan alasan adanya pembangunan stadion yang baru.

Namun tahun berganti 2021, ternyata belum ada kejelasan tentang kelanjutan pembangunan stadion tersebut.

Sehingga musim kompetisi 2022-23, PSM makassar menggunakan Stadion Gelora B. J. Habibie yang terletak di kota Parepare, Sul-Sel sebagai kandang klub.

Referensi:
https://sport.detik.com/sepakbola/liga-indonesia/d-4335374/12-fakta-sejarah-psm-makassar

https://www.timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/422422/psm-makassar-sewa-stadion-gelora-bj-habibie-hanya-rp-500-ribu-ini-respon-taufan-pawe

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Achmad Faizal lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Achmad Faizal.

Terima kasih telah membaca sampai di sini