Pilihan Traveler Dunia, Jalur KA ke Yogyakarta Terpilih Jadi Yang Terindah di Asia

Pilihan Traveler Dunia, Jalur KA ke Yogyakarta Terpilih Jadi Yang Terindah di Asia
info gambar utama

Di Pulau Jawa, transportasi darat kereta api memang masih jadi pilihan utama. Selain harganya yang masih terjangkau, fasilitas yang nyaman, jadwal keberangkatan kereta api juga dinilai sangat tepat waktu.

Tidak seperti jalur darat menggunakan bis atau mobil lainnya yang masih punya resiko kemacetan. Sehingga jadwal berangkat dan sampai bisa saja meleset dari jadwal yang dijanjikan.

Hal lain yang bisa jadi alasan kereta api jadi pilihan karena tak sedikit jalur kereta api menyuguhkan pengalaman yang menarik selama perjalanan. Seperti pada lagu anak-anak, naik kereta api bisa memberikan kesan semangat dan gairah sendiri untuk anak-anak.

Bahkan salah satu jalur kereta api di Indonesia dinobatkan jadi jalur panorama terindah loh di Asia! Traveler dunia melalui laman wisata dunia seperti BambooTravel yang berbasis di Inggris dan laman TheTravel.com memasukkan jalur kereta api ke Yogyakarta menjadi salah satu jalur terindah di Asia.

Dalam laman TheTravel.com disebutkan kalau jalan-jalan ke Yogyakarta dari Jakarta bisa menjadi salah satu cara "melarikan diri" dari ibu kota yang sangat patut dicoba.

Pada laman tersebut Yogyakarta bisa jadi tempat untuk para wisatawan kembali ke masa lampau, menikmati indahnya kota tradisional dengan berbagai budaya penting yang masih dipertahankan di sana.

Meski butuh waktu hampir 9 jam perjalanan, jalur kereta api Jakarta-Yogyakarta terbukti membuat mata seolah disegarkan kembali dengan melewati hamparan hijau seperti pegunungan. Kenyamanan itu akan tetap disuguhkan ketika wisatawan sampai ke Yogyakarta.

Candi Prambanan salah satu tempat wisata daerah Yogyakarta. Sumber foto:Laurentiu/Pixabay

Tubuh yang lelah selama 9 jam perjalanan itu seolah ditarik oleh magnet sudut-sudut wisata kota Yogya. Laman tersebut menyarankan untuk segera mengambangi kuil-kuil tradisional yang memenuhi sudut Yogya.

"Ada juga gunung berapi yang luas dan hutan yang fantastis," mengutip TheTravel.com.

Kuliner Yogyakarta juga tak luput disebutkan. Harga yang terjangkau, serta sudah banyaknya media tradisional yang meliput, adalah salah satu yang wajib dilakukan selama di Yogyakarta.

Perjalanan panorama dari jendela kereta api ke Yogyakarta juga disebut oleh laman BambooTravel. Hanya saja laman ini menyebutkan untuk mencoba jalur Yogyakarta dari Bandung.

"Kami sangat merekomendasikan perjalanan dengan kereta api antara Bandung dan Kutoharjo, pintu gerbang ke Daratan Tinggi Dieng, atau Yogyakarta (sebagai) ibu kota budaya Jawa," mengutip BambooTravel.

Laman tersebut menyebutkan wisata alam yang lebih spesifik yaitu untuk pergi ke Daratan Tinggi Dieng. Memerlukan 3 jam perjalanan dari Yogyakarta, tapi laman tersebut menyebutkan bahwa perjalanan jalur ini tak akan henti-hentinya menyuguhkan hamparan hijau nan asri untuk para wisatawan.

Pemandangan indah jalur kereta api ke Yogyakarta ini bersanding dengan jalur kereta api di Asia lainnya. BambooTravel memasukkan jalur Yogyakarta bersanding dengan jalur Belmond Eastern dan Oriental Express yang menghubungkan Bangkok-Singapura. Jalur ini bahkan juga melintas Kuala Lumpur.

Selain itu ada Kereta Mainan di India yang merupakan peninggalan British Raj, Inggris. Lalu ada pula jalur kereta Lhasa China menuju Tibet, Kereta Ngarai Kurobe Jepang, Hill Country Line Sri Lanka, Reunification Express Vietnam, Jalur Jembatan Gokteik Myanmar, dan Jalur Kereta Api Hutan Alishan Taiwan.

Sedangkan laman TheTravel.com menyandingkan keindahan jalur kereta Yogyakarta bersama jalur Kereta Hutan Malaysia, Mumbai ke Goa India, Jiayuguan ke Xi'an China, Ella ke Kandy Sri Lanka, Kereta Api Gono Jepang, Bangkok ke Kanchanaburi Thailand, dan Kereta Api Trans-Mongolia China.

"Melihat hutan belantara liar bercampur dengan desa-desa terpencil dan pemandangan luas dari kenyamanan ruang di dalam 'kuda logam' yang menderu, memang menarik bagi para petualang dunia," tulis TheTravel.com.

Sumber: BambooTravel.co.uk, TheTravel.com

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dini Nurhadi Yasyi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dini Nurhadi Yasyi.

Terima kasih telah membaca sampai di sini