Belati - Senjata Tradisional Khas Papua yang Terbuat dari Tulang Manusia

Belati - Senjata Tradisional Khas Papua yang Terbuat dari Tulang Manusia
info gambar utama

Tahukah kalian jika daratan pulau Papua dihuni setidaknya sekitar 255 suku yang berbeda bahasa ?. Nah dari ratusan suku yang berbeda tersebut membawa konsekuensi berupa beragamnya produk budaya yang diciptakan.

Tidak terkecuali senjata tradisional. Setidaknya ada sekitar 8 jenis senjata tradisional yang biasa digunakan oleh orang-orang Papua seperti tombak, busur panah, kapak, badik hingga belati.

Pada tulisan ini, kita akan membahas soal belati. Senjata ini memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya adalah bahan pembuatannya dari tulang burung Kasuari bahkan dari tulang paha Manusia.

Penasaran seperti apa ceritanya?, simak ulasan singkat berikut ini.

Sekilas tentang Papua

Papua adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah utara Australia dan merupakan bagian dari wilayah timur Indonesia. Sebagian besar daratan Papua masih berupa hutan belantara.

Papua yang memiliki nama lain Irian Jaya ini merupakan pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland. Sekitar 47% wilayah pulau Papua merupakan bagian dari Indonesia, yang dikenal sebagai Netherland New Guinea alias Irian Barat, dan belakangan ini dikenal sebagai Papua.

Sebagian lainnya dari wilayah pulau ini adalah wilayah negara Papua New Guinea (Papua Nugini), yaitu bekas koloni Inggris.

Populasi penduduk di antara kedua negara tersebut sebenarnya memiliki garis kekerabatan etnis yang masih kuat, tetapi kemudian dipisahkan oleh sebuah garis perbatasan administratif.

Papua memiliki luas area sekitar 422 kilometer persegi dengan lebih dari 71% merupakan hamparan hutan hujan tropis yang sulit ditembus karena terdiri atas lembah-lembah yang curam dan pegunungan tinggi, dan sebagian dari pegunungan tersebut diliputi oleh salju.

Keunikan Belati khas Orang Papua

Ketenaran nama Belati di telinga orang Indonesia mungkin berawal dari satu lagu band Indonesia berjudul "Roker juga manusia" yang di dalam liriknya menyebutkan pisau belati.

Pisau belati merupakan salah satu senjata tradisional khas Papua. Pisau ini memiliki bentuk yang sangat unik dan memiliki rumbai pada gagang senjatanya. Ini benar-benar menunjukan budaya Papua yang kuat.

Mengutip Ensiklopedia Pelajar dan Umum (2010) karya Gamal Komandoko, menyebutkan bahwa pisau belati termasuk senjata tradisional yang memiliki keunikan dari sisi bahan utama pembuatannya yang berbeda dengan senjata tradisional pada umumnya.

Belati khas Papua terbuat dari tulang burung kasuari. Tidak hanya tulang Kasuari, dalam temuan Antropologi, petarung zaman purba di Papua Nugini menggunakan tulang paha sesepuhnya sebagai senjata berupa pisau belati.

Penggunaan Belati di Masa lampau

Senjata Belati ini umumnya digunakan untuk membunuh musuh dalam waktu sekejap dengan mengarahkannya ke area leher. Senjata ini juga digunakan untuk melindungi diri dari serangan binatang buas lainnya.

Jika petarung tidak ingin musuhnya mati, maka belati tersebut dibidik ke area pinggul, lutut, dan mata kaki musuh. Dengan begitu, musuh yang terkena bidikan tetap hidup sampai dengan pesta kanibalisme dilangsungkan.

Fungsi Belati bagi Kehidupan Masyarakat Papua

Senjata tradisional ini berguna untuk menebas saat berburu binatang di hutan. Hewan yang mereka temui biasanya adalah mamalia besar dan buaya.

Orang Papua memiliki kebiasaan untuk tidak menggunakan senjata api saat berburu. Belati Papua adalah pisau yang terbuat dari bahan unik yang tidak mudah didapatkan di tempat lain, seperti tulang burung kasuari hewan endemik Papua.

Tulang kasuari digunakan dalam budaya lokal sebagai alat yang berharga dalam kehidupan. Sayap yang menempel pada gagang pisau juga merupakan sayap burung kasuari.

Masyarakat Papua dikenal luas karena kearifannya dalam mengenal ekosistem alam. Interaksi bersahabat antara manusia dan alam lah yang dapat menciptakan kreasi budaya. Proses penciptaan budaya yang berlangsung sangat penting dalam mengubah sikap manusia, termasuk perubahan budaya.

Baca juga: 7 Senjata Tradisional Paling Mematikan dan Punya Kekuatan Magis

Referensi: lintaspapua.com | kompas.com | idntimes.com

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Achmad Faizal lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Achmad Faizal.

Terima kasih telah membaca sampai di sini