7 Cara Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang Mudah

7 Cara Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang Mudah
info gambar utama

Sampah rumah tangga sejauh ini masih menjadi masalah yang tak kunjung usai. melansir dari Data Indonesia, setidaknya pada tahun 2021, jumlah sampah di Indonesia sebesar 21,88 juta ton pada 2021 dengan kontribusi sampah rumah tangga mencapai 42,23%.

Guna meminimalkan sampah tersebut, setiap orang perlu menerapkan pengelolaan sampah rumah tangga mandiri. Seperti apa? Berikut ini adalah 7 cara pengelolaan sampah rumah tangga yang bisa Anda terapkan:

1. Membawa tas belanja sendiri

Salah satu cara efektif untuk mengurangi sampah rumah tangga adalah mengurangi pemakaian kantong plastik belanja. Oleh karena itu, membawa tas belanja sendiri dari rumah bisa menjadi solusi tepat. Anda bisa menyiapkan tas belanja yang terbuat dari kain dan selalu membawanya ketika berbelanja. Tas tersebut juga bisa digunakan kembali di waktu yang berbeda.

2. Mengurangi pemakaian barang sekali pakai

Tak jarang dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan barang sekali pakai. Termasuk kertas, tisu, kantong plastik, wadah sekali pakai, hingga gelas plastik. Jika dibiarkan terus-menerus hal ini justru menambah sampah dan limbah rumah tangga. Solusinya, sebaiknya pertimbangkan untuk menggantinya dengan barang yang bisa dipakai berkali-kali.

3. Jangan sisakan makanan

Sisa makanan memang kerap ditemukan di dapur. Kebanyakan orang akan meninggalkan sisa makanan mereka di dapur dan akhirnya berujung pada tempat sampah. Anda bisa mengevaluasi kuantitas makanan di lain waktu dan memastikan kebutuhan makanan harian Anda tidak berlebihan.

4. Menjual atau memberikan barang yang tidak terpakai pada orang lain

Membuang barang yang tidak terpakai tetapi masih bagus adalah pilihan yang sulit. Namun, barang tersebut mungkin lebih bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, Anda bisa mempertahankan barang yang masih digunakan. Sementara itu untuk barang-barang lain yang jarang Anda pakai, Anda bisa menjualnya atau memberikannya pada orang lain yang membutuhkan.

5. Mengurangi pemakaian botol dan cangkir sekali pakai

Masalah utama pada pengelolaan sampah rumah tangga adalah barang-barang sekali pakai yang sangat melimpah. Barang ini tentu wajib untuk Anda kurangi jika tidak ingin rumah Anda penuh dengan sampah. Gunakanlah cangkir dan botol untuk minum yang berkualitas sehingga Anda tidak perlu membuangnya usai dipakai.

6. Menyumbangkan furnitur lama

Furnitur atau mebel juga merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi menyebabkan penumpukan sampah di TPA akhir. Solusinya, Anda bisa menyumbangkannya atau menjualnya.

7. Berhati-hati dalam mengelola limbah elektronik

Limbah elektronik mengandung bahan kimia yang berbahaya. Oleh karena itu buanglah limbah elektronik Anda secara bijak. Jangan membuangnya secara sembarangan karena berpotensi menimbulkan masalah lingkungan dan masalah kesehatan.

Pentingnya Melakukan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga secara Mandiri

Melansir dari laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Indonesia sendiri terdapat peraturan yang berhubungan dengan pengelolaan sampah. Peraturan itu tertuang dalam UU nomor 18 tahun 2008 yang kemudian dilengkapi dengan turunannya yakni:

  • Peraturan Pemerintah no.81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
  • Peraturan Pemerintah (PP) nomor 27 tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik.

Menurut UU no. 18 Tahun 2008 pasal 2 ayat (4) yang dimaksud sampah spesifik adalah:

  • sampah yang mengandung B3 dan limbah B3. Sampah ini berbahaya dan tidak boleh dicampur dengan sampah lainnya untuk mencegah risiko pencemaran yang serius. Sampah B3 dan limbah B3 bisa dihasilkan dari mana saja, termasuk dari sampah rumah tangga.
  • sampah yang timbul akibat bencana
  • sampah puing bongkaran bangunan
  • sampah yang secara teknologi belum dapat diolah, dan/atau sampah yang timbul secara tidak periodik.

Memperhatikan peraturan tersebut menjadi alasan bagi setiap orang untuk peduli lingkungan termasuk sampah yang dihasilkan sejak di rumah. Berikut beberapa alasan terkait pentingnya mengelola sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan manfaatnya bagi lingkungan.

  • Mengurangi polusi: Pengelolaan sampah yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan sampah tersebar di lingkungan sekitar, yang dapat menyebabkan polusi udara, air, dan tanah. Dengan mengelola sampah sesuai aturan, kita dapat membantu mengurangi polusi lingkungan.
  • Mencegah penumpukan sampah: Jika sampah tidak dikelola dengan baik, maka dapat menyebabkan penumpukan sampah yang dapat menjadi sumber penyakit dan mengganggu kenyamanan masyarakat. Dengan mengelola sampah sesuai aturan, kita dapat mencegah penumpukan sampah yang tidak diinginkan
  • Menjaga kebersihan lingkungan: Mengelola sampah dengan benar dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Jika sampah tidak dikelola dengan baik, maka dapat menjadi sumber penyakit dan mengganggu kenyamanan masyarakat.
  • Menjaga kualitas air: Pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat menyebabkan sampah masuk ke saluran air dan menyebabkan pencemaran air. Dengan mengelola sampah sesuai aturan, kita dapat mencegah sampah masuk ke saluran air dan menjaga kualitas air yang kita minum.
  • Menjaga kelestarian sumber daya alam: Sampah dapat mengandung bahan-bahan yang dapat didaur ulang atau diubah menjadi bahan baku baru. Dengan mengelola sampah sesuai aturan, kita dapat memanfaatkan kembali bahan-bahan tersebut dan menjaga kelestarian sumber daya alam.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Farih Fanani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Farih Fanani.

MF
RP
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini