Taman Surya, Taman Balai Kota Surabaya

Taman Surya, Taman Balai Kota Surabaya
info gambar utama

Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Timur sekaligus kota terbesar kedua di Indonesia. Surabaya menjadi pusat perekonomian di Jawa Timur, dimana sebagian besar bergerak di bidang perdagangan, industri, dan jasa. Oleh karena itu, jarang sekali ditemukan lahan persawahan disini. Namun, diantara banyaknya bangunan pabrik dan pencakar langit, Surabaya memiliki kawasan hijau seluas 312 hektar yang tersebar ke seluruh penjuru kota.

Kawasan hijau yang biasa disebut Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area yang berada di daerah perkotaan yang berisi pepohonan dan tumbuhan lainnya. RTH biasanya dibangun untuk meningkatkan kualitas udara, menurunkan temperatur, serta memperindah suasana kota. Tak hanya itu, RTH juga dapat digunakan masyarakat sebagai tempat untuk bersantai, berolahraga, dan menjadi salah satu tempat pembelajaran. Karena berbagai manfaat itulah Surabaya membangun banyak RTH dalam bentuk taman kota dengan total saat ini mencapai sekitar 22% dari luas total wilayah Surabaya. Dari semua taman kota yang ada di Surabaya, terdapat enam taman yang paling terkenal, seperti Taman Bungkul, Taman Flora, Taman Prestasi, Taman Apsari, Taman Pelangi, dan Taman Lansia. Selain keenam taman tersebut, terdapat satu taman kota yang akan segera dibuka kembali untuk umum yaitu Taman Surya.

Kegiatan di Taman Surya Surabaya | bappeko.surabaya.go.id
info gambar

Taman Surya merupakan taman pemerintah kota yang berada di Balai Kota Surabaya. Sebelumnya, taman ini sering digunakan sebagai tempat bersantai, baik saat pagi maupun sore hari. Selain itu, taman ini juga berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamu, melakukan upacara, dan banyak hal lainnya. Namun, Taman Surya saat ini sedang ditata kembali untuk meningkatkan kenyamanan pengunjungnya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan keinginannya untuk membuat tempat healing yang nyaman dan murah bagi warga Surabaya. Oleh karena itu, dilakukan penataan kompleks Taman Surya, seperti degradasi ketinggian pohon dan jenis tanaman, pelengkapan fasilitas umum, dan lampu penerangan. Tak hanya itu, taman ini akan dilengkapi oleh fasilitas Wi-Fi sehingga akan sangat membantu para pelajar dan mahasiswa jika ingin mengerjakan tugas sambil menikmati suasana kota.

Tak hanya menambah kenyamanan, Wali Kota Eri Cahyadi juga meningkatkan keamanan di sekitar Balai Kota Gedung Pemkot Surabaya. Nantinya akan diberi pembatas antara Taman Surya dengan Gedung Pemkot Surabaya. Hal ini bertujuan supaya dapat melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang akan memasuki lobi Gedung Pemkot demi terjaganya keamanan bersama. Selain itu, akan terdapat Satpol PP dan BPBD yang akan turut menjaga keamanan dan kebersihan Taman Surya.

Pembangunan kembali taman kota ini dapat menjadi harapan baru bagi warga sekitar karena banyaknya manfaat di dalamnya. Tak hanya dari segi kesehatan dan lingkungan, pembangunan taman kota juga memiliki manfaat dari segi sosial. Menurut Suhasman dkk., pembangunan taman kota dapat digunakan sebagai salah satu ruang dalam melakukan interaksi sosial, sarana rekreasi, dan sebagai penanda kota yang berbudaya. Taman kota dapat menjadi wadah dalam melakukan kegiatan yang bersifat kreatif dan edukatif bagi masyarakat. Berdasarkan kajian dari Jatmiko, kegiatan sosial yang diselenggarakan di taman kota dapat mendorong masyarakat untuk berkomunikasi satu sama lain dengan lebih nyaman. Taman kota juga dapat digunakan sebagai tempat beristirahat ketika jenuh, kelelahan atau menjadi tempat persinggahan sementara saat melakukan perjalanan jauh. Tak hanya itu, penelitian dan kegiatan pendidikan juga dapat dilakukan di tempat ini.

Melihat banyaknya manfaat dari taman kota, diharapkan pembangunan kembali Taman Surya dapat memberikan dampak serupa bagi masyarakat, khususnya warga Surabaya kedepannya. Selain membantu mengatasi emisi dan polusi udara, semoga Taman Surya dapat meningkatkan kenyamanan dan menjadi salah satu ruang dalam melakukan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sumber:
Jatmiko, B., 2016. Kajian Fungsi Sosial Terhadap Taman Kota Sebagai Ruang Terbuka Hijau di Kota Semarang. Geo Educasia. Available at: https://journal.student.uny.ac.id/index.php/geo-educasia/article/viewFile/3627/3298

Suhasman, Agussalim, Yusuf, N., 2017. Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Taman di Kota Makassar. Jurnal Inovasi dan Pelayanan Publik Makassar, 1(2), 3. Available at: https://bppd-makassar.e-journal.id/inovasi-dan-pelayanan-publik/article/view/31/16

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RS
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini