5 Fakta Menarik Kereta Api Indonesia dan Kemajuannya

5 Fakta Menarik Kereta Api Indonesia dan Kemajuannya
info gambar utama

Masyarakat Indonesia pastinya sangat akrab dengan kereta api. Bagaimana tidak, transportasi massal segala kalangan ini adalah “kawan” saat musim mudik tiba. Kereta api menjadi pengantar setia masyarakat untuk melakukan perjalanan jauh yang nyaman sembari ditemani pemandangan cantik.Bicara tentang kereta api, tahukah kawan, bahwa kereta api di Indonesia, memiliki fakta-fakta sejarah yang menarik untuk diketahui? Karena itu, kali ini mari kita kupas 5 fakta menarik seputar sejarah perkeretaapian Tanah Air.

  • Rel kereta api pertama di Indonesia dibangun pada 17 Juni 1864
Foto: wajibbaca.com
info gambar

Tonggak sejarah kereta api di Nusantara berawal dari Desa Kemijen, Semarang Timur. Desa tersebut adalah saksi pertama pembangunan rel kereta api di Tanah Air. Pada Jumat, 17 Juni 1864, Ir. J.P de Bordes dari perusahaan kereta api Belanda (Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij) memimpin proyek pembangunan rel pertama.

Pembangunan rel kereta ini membentang sepanjang 26 kilometer dari Desa Kemijen hingga Desa Tanggungharjo. Rel ini terbuka untuk umum sejak 10 Agustus 1867. Pada perkembangannya, rel kereta tertua di Indonesia ini menghubungkan Kota Semarang dengan Surakarta.

  • Terowongan Sasaksaat, terpanjang di Indonesia
Terowongan Sasaksaat | Foto: Bartedo Museum
info gambar

Terletak di Desa Sumurbandung, Cipatat, Bandung Barat, terowongan yang berusia lebih dari satu abad ini memiliki panjang 949 meter. Sampai saat ini, Terowongan Sasaksaat masih digunakan sebagai lintasan kereta rute Jakarta – Bandung via Purwakarta, Cikampek, dan Karawang.

Dengan ukuran tersebut, terowongan peninggalan kolonial Belanda ini menjadi terowongan terpanjang di Tanah Air yang masih aktif hingga kini. Menariknya, dengan ukuran panjang tersebut, proses pembangunan terowongan ini terbilang cepat, yaitu hanya selama 1 tahun (1902 – 1903).

  • Jembatan Cikubang Padalarang, terpanjang di Indonesia
Jembatan Cikubang | Foto: Bartedo Museum
info gambar

Ketika memasuki kawasan Padalarang dalam perjalanan kereta Bandung – Jakarta, Anda akan melintasi sebuah jembatan kereta api yang sangat panjang. Terkenal dengan nama “Jembatan Cikubang”, lintasan kereta ini melintang sepanjang 300 meter pada ketinggian 80 meter di atas Sungai Cikubang, Bandung Barat.

Melihat usianya, jembatan ini terbilang sudah sepuh karena dibangun sejak 1906. Meski demikian, jembatan masih kokoh dengan struktur empat pilar baja berbobot 110 ton yang diperkuat dengan penambahan struktur lengkungan logam pada tahun 1953.

Di sisi lain, jika melihat dari ukurannya, sebenarnya ada Jembatan Cikacepit yang panjangnya melebihi Jembatan CIkubang, yakni sepanjang 1.250 meter. Jembatan Cikacepit melintang dari jalur Banjar – Pangandaran – Cijulang. Hanya saja jembatan tersebut sudah tidak aktif sejak 1985.

  • KA Krakatau Merak Kediri dengan rute terjauh di Indonesia
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
info gambar

KA Krakatau merupakan kereta api penumpang yang menempuh rute terjauh di Tanah Air. Kereta api buatan Indonesia ini membawa penumpang menempuh jarak hingga 945 kilometer sekali jalan, dalam waktu 18 jam. Beroperasi sejak pertengahan 2013, kereta api yang kini berganti nama menjadi KA Singasari tercatat sebagai satu-satunya kereta api yang melewati seluruh provinsi di Pulau Jawa.

Sejak 1 April 2017, KA Krakatau bahkan memperpanjang rutenya, yang semula hanya relasi Merak – Kediri menjadi relasi Merak – Blitar. Total stasiun perhentian yang dilalui kereta api ini untuk sekali jalan mencapai 32 stasiun.

  • Stasiun Purwakarta punya makam kereta yang fotogenik
Makam kereta | Foto: Penjaja Kata
info gambar

Stasiun pusat Kota Purwakarta menawarkan pemandangan yang sangat unik. Di stasiun ini, terdapat tempat dengan ratusan gerbong kereta tua menumpuk di pinggiran rel. Tempat tersebut kini kerap disebut sebagai makam kereta dan menjadi incaran para fotografer.

Adanya gerbong-gerbong yang menumpuk hingga setinggi 7 meter tersebut memang sangat menarik karena warna-warni gerbong yang sudah tua itu jarang ditemukan di stasiun lain. Alih-alih seram, banyak orang mengatakan makam ini fotogenik dan romantis. Pesona makam kereta tersebut pun menjadikan Stasiun Purwakarta sebagai salah satu daya tarik wisatanya.

Kemajuan Dalam Pemesanan Tiket

Selain lima fakta menarik di atas, ternyata masih ada satu fakta penting yang harus kita tahu. Dahulu, untuk memesan tiket kereta api, harus datang langsung ke stasiun bahkan antre berjam-jam di loket. Kini, seiring perkembangan zaman, pemesanan tiket kereta api pun semakin mudah karena bisa dilakukan melalui agen travel online, salah satunya Traveloka.

Fitur pemesanan tiket kereta pada aplikasi Traveloka | Foto:
info gambar

Pemesanan tiket kereta api di Traveloka terbilang sangat praktis. Sebab, agen travel online asli Indonesia tersebut kini memiliki fitur unggulan dalam Traveloka App versi terbaru. Fitur tersebut antara lain (1) Passenger Quick Pick, sebuah fitur penyimpan data penumpang sehingga pengisian data untuk pemesanan tiket kereta menjadi lebih cepat; (2) Saldo UANGKU, sebuah metode pembayaran online di mana pengguna dapat mengisi saldo hingga Rp1 juta di Traveloka dan menggunakan saldo tersebut untuk membayar tiket kereta api yang dibeli di Traveloka secara praktis; dan (3) Kartu Saya (My Cards), fitur penyimpan data kartu kredit pengguna yang membuat pembayaran menjadi cepat selagi tetap terjamin keamanannya. Pengguna bahkan bisa menyimpan hingga 3 data kartu kredit dalam satu akun. Bagaimana, semakin maju bukan

Apakah Kawan GNFI berencana melakukan perjalanan berkereta di bulan-bulan yang akan datang, atau mungkin sudah mulai memikirkan mudik Lebaran sebelum peak season tiba? Pastikan kawan membeli tiket sedini mungkin agar rencana berjalan lancar. Di Traveloka, kawan dapat memesan tiket kereta hingga 90 hari sebelum tanggal keberangkatan, sehingga tak perlu takut kehabisan tiket!

Ilustrasi: Juang M. Nugraha
info gambar

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini