Band Perempuan Legendaris Indonesia Akan Hadir di Layar Lebar

Band Perempuan Legendaris Indonesia Akan Hadir di Layar Lebar
info gambar utama

Proses riset untuk menggenapkan kebutuhan film biopik Koes Plus membuat pihak Falcon Pictures mendapatkan temuan baru. Band perempuan Dara Puspita yang hadir di semesta Koes Plus menghadirkan inspirasi untuk dibuat filmnya sendiri.

Kisah Dara Puspita, sebuah band yang seluruhnya terdiri dari personel perempuan -Titik AR (gitar), Lies AR (gitar), Titiek Hamzah (bass), dan Sussy Nander (drum)- Indonesia yang terkenal di tahun 1960-an, akan dibuat menjadi film biografi oleh rumah produksi Falcon Pictures.

Produser Falcon Pictures, Frederica, mengatakan dia yakin cerita band yang berbasis di Surabaya ini layak untuk diceritakan di layar lebar. “Kami pikir itu penting, terutama karena pada waktu itu mereka adalah satu-satunya band wanita Indonesia yang tampil di puluhan kota di Eropa,” kata Frederica seperti dikutip dari tempo.co.

Diharapkan akan dirilis pada 2020, rumah produksi saat ini masih melakukan penelitian. "Kisah mereka akan sangat menginspirasi," kata Frederica, yang menyatakan optimisme bahwa film itu akan menjadi tren baru dalam industri, yang katanya tidak memiliki film tentang musisi lokal.

Penabuh drum, Titiek Hamzah | Foto: Aisha / Tempo
info gambar

Band ini dilaporkan telah memberikan izin untuk adaptasi. Penabuh drum Titiek Hamzah juga menyatakan harapan film ini akan menunjukkan cerita dan perjuangan band. "Film ini perlu menggambarkan seperti apa perjalanan seorang musisi," katanya.

Perjalanan Dara Puspita dimulai dari tahun 1960-an hingga awal 1970-an. Pada tahun 1965, mereka menjadi pembuka untuk band legendaris Koes Bersaudara dengan nama Irama Puspita. Di antara lagu-lagu populer mereka adalah "A Go Go", "Burung Kakaktua", dan "Tanah Airku".


Sumber: Jakarta Post | Tempo.co

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini