Precious One dan Karya Penyandang Disabilitas yang Membanggakan

Precious One dan Karya Penyandang Disabilitas yang Membanggakan
info gambar utama

Lapangan pekerjaan seharusnya terbuka bagi siapa saja termasuk para penyandang disabilitas, karena mereka juga mampu berkarya. Penyandang disabilitas tidak bisa dipandang sebelah mata dan Ratnawati sang pendiri Precious One membuktikannya.

Precious One adalah rumah produksi kerajinan tangan yang mempekerjakan penyandang disabilitas. Berawal dari sebuah nazar, Ratna tak mengira bahwa Precious One akan tercipta dari tangannya.

Merintis sejak 14 tahun lalu bersama seorang teman penyandang tunarungu, kabar tentang Precious One menyebar dari mulut ke mulut. Akhirnya Ratna memutuskan untuk membangun Precious One lebih serius dan membantu mengurangi angka pengangguran bagi penyandang disabilitas.

Ratnawati pendiri Precious One | Foto:indonesiaproud.wordpress.com
info gambar

Berlokasi di kawasan Meruya Utara Jakarta Barat, bangunan rumah berwarna putih dengan luas 336 meter menjadi Workshop Precious One.

Di dalam toko terpajang hasil karya dari tangan-tangan para penyandang disabilitas. Produknya cukup variatif seperti tempat tisu, pajangan dari boneka kertas, boneka tangan, pouch, hingga tas dapat kamu temui di sini.

Salah satu produk Precious One | Foto: precious-one.com
info gambar

Beberapa alat jahit dan bordir, serta kemauan dan ketekunan para pengrajin menghasilkan produk yang berkualitas. Precious One juga memiliki beberapa program yang bergerak dalam isu disabilitas seperti Stop Bully Disabilities, Special Day for Special Children, I Can Do, dan Everyone Can Be A Hero.

Produk Precious One | Foto: precious-one.com
info gambar

Ratna berharap dengan hadirnya Precious One, stigma buruk masyarakat tentang orang-orang penyandang disabilitas dapat berubah. Pekerja Precious One sebagian besarnya adalah penyandang tunarungu, tetapi ada pula yang tunadaksa.

Salah satu pengguna jasa Precious One adalah Parongpong Recycle Center saat mengadakan program The Trash Bag Project. Program tersebut diadakan sebagai bentuk kampanye untuk mengolah sampah spanduk, khususnya alat peraga kampanye (APK), menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Program itu berhasil mengumpulkan ratusan spanduk, menandakan bahwa antusiasme masyarakat untuk menjaga lingkungan sangat besar. Untuk menjadi trashbag spanduk tersebut dijahit terlebih dahulu oleh tangan-tangan terampil para penyandang disabilitas di Precious One.

Gadis Zahra sebagai salah satu pendiri Parongpong sangat berterima kasih sekaligus kagum dengan Precious One.

Berkarya memang tak memandang kekurangan bukan?

Sumber: megapolitan.kompas.com | precious-one.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NC
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini