Lulusan Teknik Kimia yang Meroket di Bidang Dirgantara

Lulusan Teknik Kimia yang Meroket di Bidang Dirgantara

Ilustrasi pesawat © Jordan Sanchez/Unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • Falah Fakhriyah, dulu bermimpi jadi guru TK, kini sukses berkarier di bidang dirgantara.
  • Ia bersama timnya, AirFish, lolos ke final kompetisi global bernama Fly Your Ideas 2019.
  • Tim AirFish menggagas inovasi untuk memerangi illegal fishing.

Dulu mimpinya menjadi guru TK, tapi titian pendidikan membawanya masuk jurusan Teknik Kimia. Hingga akhirnya, jalan hidup menuntunnya mengharumkan nama Indonesia di bidang dirgantara. Dia adalah Falah Fakhriyah.

Perempuan yang sedang menempuh pendidikan S2 Administrasi Bisnis di University of Cambridge, Inggris, ini lolos ke tahap final kompetisi global bergengsi dalam bidang teknologi penerbangan, ruang angkasa, dan antariksa atau STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics).

Falah Fakhriyah (tiga dari kiri) bersama mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Cambridge University | Foto: Maverick

Sebagai ketua tim AirFish (Airbus Integrated Fisheries Information Services), Falah Fakhriyah berhasil membawa timnya lolos ke babak final “Fly Your Ideas 2019” yang diselenggarakan oleh Airbus, produsen pesawat terbang kenamaan asal Prancis.

Dikutip dari siaran pers yang diterima GNFI, Falah bersama tim AirFish menggagas ide untuk mempergunakan pemantauan laut dengan pengambilan gambar dan video melalui satelit mikro sebagai cara memerangi illegal fishing.

BACA JUGA: Lion Air Akhirnya Berbadan Lebar

“Kami memilih untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini karena kompetisi ini sangat menarik. Belum banyak kompetisi yang menantang mahasiswa untuk mengembangkan bisnis teknologi ruang angkasa dan antariksa, makanya kami sangat tertarik untuk mengikuti kompetisi ini,” jelas Falah.

“Kompetisi Fly Your Ideas 2019 yang diadakan oleh Airbus ini berbeda dari kompetisi-kompetisi lain. Airbus memasangkan kami dengan seorang mentor dari Airbus sendiri, yang membantu kami mengembangkan ide-ide,” imbuhnya.

Falah Fakhriyah (dua dari kanan) bersama tim AirFish | Foto: Maverick

Tim AirFish berhasil menjadi satu dari tujuh tim yang lolos ke final, bersama dengan finalis yang mewakili 11 negara (Argentina, Jerman, Yunani, India, Indonesia, Italia, Jepang, Moldavia, Belanda, Norwegia, dan Inggris), dan berhasil menelurkan gagasan yang dipilih dari lebih dari 270 gagasan yang terkumpul dari universitas di seluruh dunia.

Walau hasil pemikirannya sukses berbuah pencapaian tinggi di bidang dirgantara, uniknya Falah tidak pernah punya mimpi berkarier di bidang STEM. Ia mengaku, cita-citanya adalah menjadi guru TK.

BACA JUGA: Melanjutkan Semangat Habibie, PTDI Produksi N219

“Sebelumnya aku nggak kepikiran untuk mempelajari bidang studi yang aku pelajari saat ini. Setelah lulus, aku mulai bekerja di perusahaan konsultan bisnis. Dari pengalaman kerja sebagai konsultan bisnis, aku sadar bahwa saat ini bisnis yang terkait dengan teknologi, seperti perusahaan e-commerce dan ride-hailing, sedang berkembang pesat di Indonesia. Hal ini membuat aku tertarik untuk berkecimpung di bidang itu,” urai Falah.

Setelah tujuh tahun bekerja, Falah akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi S2 administrasi bisnis via jalur beasiswa. Ia menimba ilmunya di University of Cambridge, yang memiliki latar belakang studi teknologi cukup kuat.**

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Kue Ini Bentuknya Unik Sebelummnya

Kue Ini Bentuknya Unik

Buku Pintar, "Wikipedia-nya" Orang Indonesia Sebelum Era Internet Selanjutnya

Buku Pintar, "Wikipedia-nya" Orang Indonesia Sebelum Era Internet

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.