Lulusan Teknik Kimia yang Meroket di Bidang Dirgantara

Lulusan Teknik Kimia yang Meroket di Bidang Dirgantara
info gambar utama
  • Falah Fakhriyah, dulu bermimpi jadi guru TK, kini sukses berkarier di bidang dirgantara.
  • Ia bersama timnya, AirFish, lolos ke final kompetisi global bernama Fly Your Ideas 2019.
  • Tim AirFish menggagas inovasi untuk memerangi illegal fishing.

Dulu mimpinya menjadi guru TK, tapi titian pendidikan membawanya masuk jurusan Teknik Kimia. Hingga akhirnya, jalan hidup menuntunnya mengharumkan nama Indonesia di bidang dirgantara. Dia adalah Falah Fakhriyah.

Perempuan yang sedang menempuh pendidikan S2 Administrasi Bisnis di University of Cambridge, Inggris, ini lolos ke tahap final kompetisi global bergengsi dalam bidang teknologi penerbangan, ruang angkasa, dan antariksa atau STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics).

Falah Fakhriyah (tiga dari kiri) bersama mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Cambridge University | Foto: Maverick
info gambar

Sebagai ketua tim AirFish (Airbus Integrated Fisheries Information Services), Falah Fakhriyah berhasil membawa timnya lolos ke babak final “Fly Your Ideas 2019” yang diselenggarakan oleh Airbus, produsen pesawat terbang kenamaan asal Prancis.

Dikutip dari siaran pers yang diterima GNFI, Falah bersama tim AirFish menggagas ide untuk mempergunakan pemantauan laut dengan pengambilan gambar dan video melalui satelit mikro sebagai cara memerangi illegal fishing.

BACA JUGA: Lion Air Akhirnya Berbadan Lebar

“Kami memilih untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini karena kompetisi ini sangat menarik. Belum banyak kompetisi yang menantang mahasiswa untuk mengembangkan bisnis teknologi ruang angkasa dan antariksa, makanya kami sangat tertarik untuk mengikuti kompetisi ini,” jelas Falah.

“Kompetisi Fly Your Ideas 2019 yang diadakan oleh Airbus ini berbeda dari kompetisi-kompetisi lain. Airbus memasangkan kami dengan seorang mentor dari Airbus sendiri, yang membantu kami mengembangkan ide-ide,” imbuhnya.

Falah Fakhriyah (dua dari kanan) bersama tim AirFish | Foto: Maverick
info gambar

Tim AirFish berhasil menjadi satu dari tujuh tim yang lolos ke final, bersama dengan finalis yang mewakili 11 negara (Argentina, Jerman, Yunani, India, Indonesia, Italia, Jepang, Moldavia, Belanda, Norwegia, dan Inggris), dan berhasil menelurkan gagasan yang dipilih dari lebih dari 270 gagasan yang terkumpul dari universitas di seluruh dunia.

Walau hasil pemikirannya sukses berbuah pencapaian tinggi di bidang dirgantara, uniknya Falah tidak pernah punya mimpi berkarier di bidang STEM. Ia mengaku, cita-citanya adalah menjadi guru TK.

BACA JUGA: Melanjutkan Semangat Habibie, PTDI Produksi N219

“Sebelumnya aku nggak kepikiran untuk mempelajari bidang studi yang aku pelajari saat ini. Setelah lulus, aku mulai bekerja di perusahaan konsultan bisnis. Dari pengalaman kerja sebagai konsultan bisnis, aku sadar bahwa saat ini bisnis yang terkait dengan teknologi, seperti perusahaan e-commerce dan ride-hailing, sedang berkembang pesat di Indonesia. Hal ini membuat aku tertarik untuk berkecimpung di bidang itu,” urai Falah.

Setelah tujuh tahun bekerja, Falah akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi S2 administrasi bisnis via jalur beasiswa. Ia menimba ilmunya di University of Cambridge, yang memiliki latar belakang studi teknologi cukup kuat.**

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini