Selamat Datang ke Habitat, Boris!

Selamat Datang ke Habitat, Boris!

Ilustrasi hutan © Imat Bagja Gumilar/Unsplash

  • Seekor owa Jawa bernama Boris sukses dilepasliarkan ke habitat aslinya.
  • Boris lahir di Bali Zoo, dan dilepasliarkan di Kawasan Cagar Alam Situ Patengan, Jawa Barat.
  • Satwa ini dikembangbiakkan melalui program konservasi Silvery Gibbon into The Wild.

Seekor owa Jawa (Hylobates moloch) berhasil dilepasliarkan ke alam pada 25 Juli 2019 lalu. Ia bernama Boris, jantan berumur 9 tahun.

Boris lahir di Bali Zoo, dan berhasil dilepasliarkan ke habitat aslinya di Kawasan Cagar Alam Situ Patengan, Jawa Barat. Satwa tersebut dikembangbiakkan melalui program konservasi Silvery Gibbon into The Wild, mentranslokasi satu owa Jawa pada tanggal 9 Agustus 2018, dengan dititiprawatkan di The Aspinall Foundation di daerah Ciwidey, untuk menjalani proses rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke alam.

Kurang dari satu tahun di The Aspinall Foundation, Boris sukses melewati beberapa tahapan seperti tahap habituasi, adaptasi, tes kesehatan hingga muncul perilaku liarnya.

BACA JUGA: Mengenal Flora dan Fauna di Guntur Papandayan

Dikutip dari PR Newswire, sebelum proses pelepasliaran Boris dipertemukan dengan Inge, owa Jawa betina berumur 5 tahun yang merupakan hasil sitaan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Barat dan PPS Cikananga, untuk mulai proses perjodohan.

Setelah kurang lebih 6 bulan bersama, Boris dan Inge sudah siap dilepasliarkan bersama di alam. Kedua pasangan owa Jawa ini dilepasliarkan secara bersamaan di cagar alam yang luasnya sekitar 128 hektare.

Boris, owa Jawa berusia 9 tahun dilepasliarkan ke habitat aslinya | Foto: PR Newswire

Pemilihan cagar alam ini sudah dikaji oleh Tim BKSDA dan The Aspinall Foundation, sehingga nantinya kedua satwa tersebut dapat berkembangbiak dengan baik di sana.

"Bali Zoo berharap suksesnya program Silvery Gibbon into The Wild akan dapat meningkatkan populasi owa Jawa di Jawa Barat habitat aslinya. Conserve selalu menjadi satu dari 3 moto Bali Zoo yaitu Love, Conserve, Share," ujar General Manager Bali Zoo, Lesmana Putra.

"Dengan adanya program ini, Bali Zoo percaya akan menjadi motivasi untuk melestarikan spesies-spesies lainnya, mempertahankan ekosistem satwa, meningkatkan kesadaran publik mengenai tingkat kepunahan satwa dan menurunkan angka perburuan liar," pungkasnya.

BACA JUGA: Satu Keluarga Owa Jawa Dilepasliarkan

Owa Jawa merupakan satwa endemik Indonesia yang terancam punah dan saat ini populasinya terhitung kurang dari 2.500 ekor di alam liar. Hingga sekarang Bali Zoo sudah berhasil melakukan program perkembangbiakan berjumlah 7 ekor owa Jawa termasuk Boris.

Silvery Gibbon into the Wild bukan merupakan program konservasi pertama yang telah dilakukan oleh Bali Zoo. Program konservasi Bali Zoo yang pertama dimulai pada Mei 2016 ketika Bali Zoo melepasliarkan 50 anak penyu Oliver Ridley ke laut.

Program konservasi kemudian dilanjutkan dengan melepasliarkan 9 ekor landak ke Pura Batu di Silakarang, Tabanan, dan 5 ekor rusa ke Taman Nasional Bali Barat.**

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Airport Learning Center Pertama di Indonesia Telah Dibuka Sebelummnya

Airport Learning Center Pertama di Indonesia Telah Dibuka

Ada Desainer Indonesia di Film Frozen 2 Selanjutnya

Ada Desainer Indonesia di Film Frozen 2

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.