Sejarah Hari Ini (3 Juli 1920) - Technische Hoogeschool, Cikal Bakal Institut Teknologi Bandung

Sejarah Hari Ini (3 Juli 1920) - Technische Hoogeschool, Cikal Bakal Institut Teknologi Bandung

Gedung Technische Hoogeschool di Bandung sekitar tahun 1932. © KITLV

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Technische Hoogeschool te Bandoeng (kerap disingkat TH te Bandoeng, THB, TH, atau THS) adalah perguruan tinggi teknik pertama sekaligus lembaga pendidikan tinggi pertama di Hindia Belanda (sekarang Indonesia).

THB berdiri di lahan seluas 30 hektar di antara Sungai Cikapundung dan Jalan Dago, Bandung, pada 3 Juli 1920.

Pendirian perguruan tinggi ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang semakin terbatas pada masa kolonial Belanda akibat pecahnya Perang Dunia pertama.

Bangunan THB dirancang Ir. Maclaine Pont dengan gaya Indo-Europeeschen Architectuur Stijl yang memadukan gaya seni arsitektur bangunan tradisional Nusantara dengan keterampilan teknik konstruksi Barat.

Yang menjadi gaya khas adalah atap aula barat dan timur yang menyerupai sayap burung terkembang, Julang Ngapak.

Potongan artikel surat kabar mengenai pembukaan Technische Hoogeschool di Bandung.
Potongan artikel surat kabar mengenai pembukaan Technische Hoogeschool di Bandung. Sumber: Bataviaasch Nieuwsblad, 3 Juli 1920

Seperti yang dilaporkan Bataviaasch Nieuwsblad dalam artikel "De Opening van de Indische Technische Hoogeschool" yang berarti "Pembukaan Sekolah Tinggi Teknik Hindia (Belanda)", acara pembukaan THB dilakukan pada pukul 9 pagi dengan sambutan dari Dewan Direksi, Karel Albert Rudolf Bosscha.

Pada hari itu juga, Gubernur Jenderal Pemerintah Hindia Belanda MR. J.P. Graaf van Limburg Stirum yang turut hadir dalam acara pembukaan meresmikan sekolah tinggi teknik tersebut.

THB merupakan sekolah teknik kedua yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda setelah TH Delft yang hingga kini menjadi perguruan tinggi terbaik di Belanda.

Memiliki afiliasi dengan TH Delft, banyak guru besar TH Delft yang diperbantukan dalam pendirian THB di mana Prof. Ir. Jan Klopper ditunjuk menjadi rektor (Rector magnificus) yang pertama.

Jurusan yang pertama kali dibuka di THB adalah jurusan sipil dengan jumlah mahasiswa sebanyak 28 orang, 22 orang Eropa (di antaranya 2 wanita), 2 orang pribumi, dan 4 orang Tionghoa.

Technische Hoogeschool pada tahun 1920 dan 1922.
Technische Hoogeschool pada tahun 1920 dan 1922. Sumber: ITB.ac.id

Pada 18 Oktober 1924, THB yang semulanya swasta kemudian dialihkan menjadi milik pemerintah.

Dari THB pula kota Bandung menjadi pusat kegiatan ilmu pengetahuan alam di Indonesia.

Genap enam tahun atau pada 3 Juli 1926, THB mencatatkan sejarah.

Pada tanggal tersebut dari 22 orang kandidat insinyur yang lulus berjumlah 19 orang dengan 4 orang di antaranya adalah pribumi.

Saat itulah untuk pertama kalinya THB menghasilkan insinyur orang Indonesia.

Salah satu dari keempat orang itu ialah Ir. R Sukarno yang kelak menjadi proklamator sekaligus presiden pertama Republik Indonesia.

Sukarno ketika masih menjadi mahasiswa di THB.
Sukarno ketika masih menjadi mahasiswa di THB. Sumber: Geheugenvanindonesie

Pada masa pendudukan Jepang, THB terpaksa ditutup karena guru besarnya wajib masuk milisi.

Kampus pun sempat dijadikan markas Jepang.

Atas desakan beberapa guru besar Belanda dan sesuai keputusan militer Jepang, THB dibuka dengan bentuk institut of tropical science dengan nama Bandung Kogyo Daigaku pada 1944.

Setelah Indonesia merdeka (1945), Bandung Kogyo Daigaku berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung.

Setelah melewati perang revolusi dan pengakuan Belanda atas kedaulatan Indonesia, didorong oleh gagasan dan keyakinan yang dilandasi semangat perjuangan proklamasi kemerdekaan serta wawasan ke masa depan, pemerintah meresmikan nama baru bagi sekolah tinggi teknik ini, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2 Maret 1959.

Sampai usianya yang ke-100 tahun pada 3 Juli 2020, ITB tercatat sudah menghasilkan 120 ribu alumni yang berperan penting dalam pembangunan bangsa.

Kini ITB memiliki 12 fakultas/sekolah, 128 program studi, dan 111 Kelompok Keahlian, memiliki 25 Pusat, 7 Pusat Penelitian, dan 6 Pusat Unggulan Iptek (PUI).

Lokasinya selain di kampus Ganesa Bandung juga terletak di Jatinangor dan Cirebon.

ITB juga menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik nasional dan pelopor kemajuan sains, teknologi, dan seni di Indonesia.

Baca Juga:


Referensi: ITB.ac.id | Bataviaasch Nieuwsblad | Pusat Dokumentasi Arsitektur, "Tegang Bentang" | Sherly A. Suherman, "Made In Bandung: Kreatif, Inovatif, dan Imajinatif!" | Febriana, Teguh Amor, "Telusur Bandung" |

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Hobbit dan Mata Menge, ‘’Manusia Purba’’ Flores yang Menyulut Perdebatan Arkeolog Dunia Sebelummnya

Hobbit dan Mata Menge, ‘’Manusia Purba’’ Flores yang Menyulut Perdebatan Arkeolog Dunia

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia Selanjutnya

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.