Bersama Brasil dan Vietnam, Indonesia Kuasai Total Produksi Kopi Dunia

Bersama Brasil dan Vietnam, Indonesia Kuasai Total Produksi Kopi Dunia
info gambar utama

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang penuh dengan ketidakpastian, perdagangan komoditi hortikultura justru kian membaik di pasar internasional. Beberapa lembaga survei menunjukkan sektor perkebunan masih mengalami pertumbuhan yang positif, salah satunya ditandai dengan besarnya permintaan produk hortikultura seperti kopi.

Biji kopi mampu diolah menjadi berbagai macam produk baik itu makanan, minuman maupun kosmetik. Sejauh ini, minuman menjadi olahan kopi paling favorit di kalangan masyarakat.

Mayoritas orang menjadikan kopi sebagai minuman yang bertujuan untuk menjaga pikiran tetap fokus ketika melakukan kegiatan, selain itu, kopi juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup terutama bagi kaum milenial. Maka tak heran belakangan ini kedai kopi makin menjamur terutama di kota-kota besar.

Produksi Kopi Indonesia

Sejak ditanam di Indonesia pada masa kolonialisme Belanda, kopi menjadi salah satu komoditi besar yang diekspor ke luar negeri. Hal ini dikarenakan iklim Indonesia yang ideal untuk penanaman biji kopi.

Bersama Brasil dan Vietnam, Indonesia adalah negara penghasil biji kopi terbesar di dunia. Setiap tahun produksi kopi Indonesia selalu mengalami peningkatan. Pada 2015, produksi kopi di Indonesia mencapai 639.412 ton. Di tahun 2016 menembus angka 663.871 ton. Sedangkan pada 2017 produksinya menyentuh 668.677 ton. Puncaknya pada 2018, produksi kopi Indonesia mencapai angka 722.641 ton

Bahkan Indonesia menjadi negara pemasok kopi termahal di dunia, yaitu kopi luwak. Biji kopi terbaik yang masuk dalam sistem pencernaan hewan luwak menjadikan cita rasa kopi luwak begitu unik dan disukai banyak kalangan. Jangan heran kalau secangkir kopi luwak bisa dibanderol dengan harga yang tinggi ribu di luar negeri.

Negara Penghasil Kopi Terbesar

Kopi terbaik hanya bisa didapat negara yang berada dekat dengan garis khatulistiwa. Negara-negara ini terletak di wilayah beriklim tropis dan berada di kisaran 23° utara dan selatan garis khatulistiwa. Mayoritas negara penghasil kopi tersebut berada di regional Amerika Selatan dan Asia Tenggara

Selama kurun waktu 1965-2020 Brasil muncul sebagai penguasa produksi kopi terbesar di dunia. Bahkan sampai sekarang peringkat Brasil masih belum tergoyahkan. Pada 1965, Brasil mampu memproduksi 2.294.047 ton biji kopi. Sebagai negara penghasil kopi terbesar, angka itu terpaut cukup jauh dari Kolombia di peringkat dua yang hanya mencatatkan produksi sebesar 490.000 ton.

Lalu pada 2018, produksi kopi Brasil kian meningkat, angkanya mencapai 35.847.975 ton, peningkatan produksi tersebut seiring dengan dibukanya lahan baru yang tersebar di seluruh wilayah Brasil terutama di negara bagian Bahia, sebuah kawasan yang terletak di bagian utara Negeri Samba itu.

Kemudian muncul Vietnam sebagai pelaku baru dalam perebutan pangsa pasar kopi global. Setiap tahun, produksinya selalu mengalami peningkatan. Puncaknya pada 2018, produksi kopi Vietnam mencapai 16.163.028 juta ton, tepat satu tingkat di atas Indonesia.

Bersarakan data terbaru yang dirilis oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), berikut 10 negara penghasil Kopi terbesar di dunia 2018.

1. Brasil

Regional : Amerika Selatan

Total Produksi : 3.556.638 ton

2. Vietnam

Regional : Asia Tenggara

Total Produksi : 1.616.307 ton

3. Indonesia

Regional : Asia Tenggara

Total Produksi : 722.461 ton

4. Kolombia

Regional : Amerika Selatan

Total Produksi : 720.634 ton

5. Honduras

Regional : Amerika Tengah

Total Produksi : 481.053 ton

6. Ethiopia

Regional : Afrika Tengah

Total Produksi : 470.221 ton

7. Peru

Regional : Amerika Selatan

Total Produksi : 369.622 ton

8. India

Regional : Asia Selatan

Total Produksi : 326.982 ton

9. Guatemala

Regional : Amerika Tengah

Total Produksi : 245.580 ton

10. Meksiko

Regional : Amerika Tengah

Total Produksi : 158.325 ton

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini