Ternyata, Hobi Ini Bisa Jadi Profesi Bergengsi Kalau Punya Sertifikasi Resmi (Bagian 2)

Ternyata, Hobi Ini Bisa Jadi Profesi Bergengsi Kalau Punya Sertifikasi Resmi (Bagian 2)
info gambar utama

Penulis: Rifdah Khalisha

Pada artikel sebelumnya, Kawan sudah mengenal hobi yang bisa jadi profesi bergengsi kalau punya sertifikasi resmi. Nah, ternyata bukan hanya barista kopi, fotografer, dan penyelam saja, lho! Masih ada hobi lain yang bisa memiliki sertifikasi resmi. Penasaran ada apa saja? Yuk, simak!

1. Penerjemah

Penerjemah © Freepik.com
info gambar

Kalau Kawan hobi membaca karya luar negeri, menjadi seorang penerjemah mungkin cocok untukmu. Pekerjaan ini tak sekadar menerjemahkan kata per kata dengan bantuan kamus atau Google Translate, tetapi harus memahami bahasan dan konteks tulisan tersebut. Kawan harus mengerti maksud dari tulisan sehingga terjemahannya tak kehilangan nyawa.

Ternyata, menjadi penerjemah tak sesederhana itu, makanya Kawan perlu mendapat sertifikasi dari Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Tujuannya, agar kualitas penerjemah Indonesia tetap terjaga. Sertifikat dari HPI akan berlaku selama 5 tahun, terhitung sejak masa dikeluarkannya.

Kalau sudah mendapat sertifikasi, Kawan bisa menikmati hobi sambil membantu masyarakat yang kurang paham tulisan berbahasa asing. Tak hanya buku, Kawan juga bisa menerjemahkan artikel atau jurnal internasional untuk para mahasiswa yang butuh bahan referensi tugas. Pundi-pundi dari pekerjaan ini lumayan banget, loh!

2. Pelatih Arung Jeram

Pelatih arung jeram © Freepik.com
info gambar

Tak jauh-jauh dari dunia air seperti penyelam, arung jeram termasuk olahraga yang cukup ekstrem. Bedanya, Kawan hanya perlu mengendalikan perahu karet untuk mengarungi derasnya arus sungai dan terjalnya medan berbatu. Aktivitas ini memacu adrenalin dan nyali yang besar.

Seolah tak pernah sepi peminat, banyak sekali paket-paket wisata arung jeram di seluruh Indonesia. Bagi Kawan yang gemar olahraga arung jeram dan sudah terlatih, saatnya meyakinkan keahlianmu. Kawan bisa mengikuti uji kompetensi dari lembaga seperti Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI).

Kalau Kawan sudah memegang sertifikasi, Kawan bisa mendaftarkan diri sebagai pelatih arung jeram. Peluang menang dalam berbagai kompetisi arung jeram pun semakin besar. Tak menutup kemungkinan pula, di masa depan Kawan bisa membuka jasa wisata arung jeram!

3. Juru Masak

Juru masak © Freepik.com
info gambar

Banyak dari Kawan mungkin gemar memasak, tetapi untuk memperoleh gelar juru masak atau koki tak semudah itu. Tak sekadar memerhatikan cita rasa, Kawan juga perlu menguasai banyak hal, seperti pemilihan dan penyimpanan bahan masakan, pengenalan jenis masakan dari berbagai daerah atau negara, teknik pengolahan dan penyajian, dan masih banyak lagi. Kalau sudah terlatih dan tersertifikasi, Kawan bisa menjadi juru masak profesional yang cukup bergengsi, loh.

Saat ini, banyak kursus memasak yang bisa memberikan sertifikasi resmi. Kawan bisa membuktikan keahlian memasakmu di AIPRO, lembaga ini menyediakan pelatihan serta sertifikasi berskala nasional dan internasional. Mereka menerima uji kompetensi untuk warga Indonesia yang sudah bekerja di industri kuliner, baik sebagai juru masak, pelayan, hingga pekerja dapur.

Meski perjalanan dan tingkatan juru masak sangat panjang, tak ada salahnya untuk mencoba. Pertama masuk, seseorang akan menjadi cook helper yang membantu bagian potong-memotong bahan masakan, lalu menjadi chef de partie atau juru masak senior, dilanjutkan dengan sous chef atau juru masak manajerial. Terakhir, head chef atau executive chef, posisi teratas yang bertanggung jawab penuh atas semua hal yang terjadi di dapur.

Meski awalnya hanya menuruti kesenangan hati, ternyata menekuni kegemeran bisa mengubahnya jadi keahlian. Dengan mengikuti sertifikasi, kegemaranmu itu sudah diakui secara nasional ataupun internasional. Bahkan, ini bisa menjadi peluang karir dan sumber penghasilan.

Jadi, kenapa tak mengembangkan hobi Kawan dari sekarang?

Referensi: Hipwee | Swara Tunaiku | Food Detik | Kompas

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini