Gunongan Aceh, Bermakna Tanda Cinta di Pusat Kota

Gunongan Aceh, Bermakna Tanda Cinta di Pusat Kota
info gambar utama

Siapa tak kenal dengan bangunan khas dari India, yaitu Taj Mahal? Sebuah bangunan putih nan megah itu juga dimiliki oleh Indonesia, lho! Memasuki Jalan Teuku Umar di Kota Banda Aceh, Kawan akan disuguhi pemandangan taman indah dengan bangunan bersejarah pertanda cinta Sultan Iskandar Muda kepada istrinya. Ialah Gunongan, salah satu bangunan peninggalan budaya yang bernilai sejarah.

Jika dilihat dari sejarah, sama dengan Taj Mahal, Gunongan dibangun sebagai tanda cinta. Suatu ketika seorang permaisuri bernama Putri Kamaliah merindukan kampung halamannya yang berbukit-bukit di Negeri Pahang Semenanjung Malaysia. Sultan Iskandar Muda kemudian membangun gunung-gunungan di sebuah taman di luar kraton di Bandar Aceh Darussalam kala itu. Gunung-gunungan itu disebut 'Gunongan' dalam bahasa Aceh.

Dilansir dari Kumparan, Sultan Iskandar Muda berharap dengan dibangunnya Gunongan, sang istri akan merasa seperti di kampung halamannya ketika sedang menaiki Gunongan ini. Sejak saat itu sang istri banyak menghabiskan waktunya di Gunongan bersama dayang-dayang.

Melihat ke dalam Gunongan

Kandang (makam para Sultan Aceh) di samping Gunongan. Foto: Dokumen Pribadi.
info gambar

Terdapat pintu masuk ke dalam Gunongan. Tinggi pintu hanya 1,5 meter. Untuk masuk, Kawan harus membungkuk sebagai tanda penghormatan. Lebar pintu seukuran tubuh orang dewasa. Setelah masuk, Kawan dapat memutari Gunongan hingga ke puncaknya.

Gunongan dibangun pada masa Kesultanan Aceh dipimpin oleh Iskandar Muda pada 1607-1636. Tinggi Gunongan mencapai 10 meter. Dari atas terlihat seperti bunga yang sedang mekar. Pembangunan Gunongan mendatangkan ahli arsitek langsung dari Turki, Tiongkok, dan India.

Terdapat sebuah situs unik yang berada di dekat pintu masuk Gunongan. Situs ini adalah tempat keramas Putri Kamaliah. Dahulu, Gunongan berada persis di tepi Krueng (Sungai) Daroy. Air Krueng Daroy yang jernih dan segar dialirkan ke sini.

Karena bersebelahan dengan Krueng Daroy dengan air yang bersumber dari mata air pegunungan, kolam pemandian untuk Putri Kamaliah juga turut dibangun. Krueng Daroy kini telah menyempit dan dibatasi oleh pagar komplek Kantor Cagar Budaya yang mengelola situs sejarah ini.

Dahulu, Gunongan berdiri di sebuah taman luas yang dinamakan Taman Gairah. Taman ini khusus diperuntukkan sebagai tempat bermain dan bersenang-senang Putri Kamaliah yang juga dikenal dengan julukan Putroe Phang (Putri Pahang). Kini, taman ini disebut Taman Sari Gunongan.

Situs Tempat Keramas Putri Kamaliah
info gambar

Di samping Gunongan terdapat Kandang sebutan untuk makam. Kandang dibangun setelah Putri Kamaliah meninggal dunia. Di dalam Kandang terdapat pula makam para Sultan Aceh sepeninggal Iskandar Muda.

Tersedia taman luas di sekitar Gunongan dengan latar Kantor Cagar Budaya yang berarsitektur rumah tradisional Aceh. Setelah letih mendaki puncak Gunongan, disediakan tempat istirahat teduh di bawah pohon.

Untuk sampai ke Gunongan, Kawan dapat memanfaatkan layanan Trans Koetaradja koridor Kota-Seutui-Keutapang-Mata Ie dan berhenti di Halte Gunongan. Trans Koetaradja kini telah menggunakan armada listrik jadi Banda Aceh bisa bebas polusi.

Gunongan menjadi salah satu objek wisata yang patut Kawan kunjungi saa berkunjung ke Aceh. Jika Kawan dari Masjid Baiturrahman, letaknya tidak jauh, hanya sekitar 200 meter saja. Yuk, berwisata ke Aceh!*

Referensi:bandaacehtourism.com | serambinews.com | Kumparan

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

YI
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini