Wujud Nyata dari SDGs, Inilah 4 Desa Mandiri Energi di Indonesia

Wujud Nyata dari SDGs, Inilah 4 Desa Mandiri Energi di Indonesia
info gambar utama

Penulis: Habibah Auni

Desa identik dengan kawasan tempat tinggal masyarakat lokal yang dekat dengan alam. Jauh dari hiruk-pikuk kota. Rimbun dengan dikelilingi oleh kehidupan bernuansa hijau. Maka, tak salah bukan kalau desa sering disebut-sebut memiliki banyak potensi energi terbarukan?

Sayangnya, banyak desa yang belum memanfaatkan energi terbarukan sebagai mesin aktivitas mereka. Dilansir dari Kompas, baru 3 persen energi terbarukan di Indonesia yang termanfaatkan. Artinya, desa-desa yang menggunakan energi terbarukan pun masih sedikit.

Padahal, energi dapat menjadikan desa sebagai tonggak pembangunan Indonesia. Desa yang memanfaatkan energi terbarukan dapat muncul sebagai desa mandiri energi. Memiliki kemajuan dalam ekonomi, makmur, dan menentukan nasib finansialnya sendiri.

Kendati demikian, sudah lahir beberapa desa mandiri energi di Indonesia. Desa-desa ini tercatat sudah meninggalkan penggunaan energi fosil dan beralih ke energi alam. Mereka dapat menjadi kebanggaan dan inspirasi bagi kita. Berikut beberapa desa mandiri energi di Indonesia, bukti nyata dari SDGs atau pembangunan berkelanjutan.

1. Desa Kamanggih

Desa Kamanggih | Foto: Mongabay/Ebed de Rosary
info gambar

Berlokasi di Kecamatan Kahaungu Eti, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Desa Kamanggih berhasil lolos sebagai desa mandiri energi. Terlebih lagi, Desa Kamanggih tercatat telah memanfaatkan banyak energi terbarukan. Mulai dari bayu, biogas, mikrohidro, hingga surya.

Peralihan energi non terbarukan menjadi energi terbarukan bermula dari keresahan seorang pemuda desa bernama Umbu Hinggu Panjanji. Ia resah dengan stok listrik PLN yang belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.

Maka, didirikanlah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Kamanggih. Keberadaan teknologi membawa banyak perubahan di ruang lingkup masyarakat. Listrik tersedia selama 24 jam.

Ketersediaan listrik mempermudah masyarakat dalam mengadakan berbagai aktivitas. Terbukti setelahnya, banyak warga Kamanggih yang membuka berbagai bisnis. Koperasi desa juga meraup banyak keuntungan dari penjualan listrik ke PLN.

Di samping itu, Desa Kamanggih juga membangun instalasi biogas. Meskipun belum banyak digunakan masyarakat, biogas membantu warga dalam mengurus ternak, mempermudah mata pencaharian, dan memperoleh pendapatan tambahan.

Rumah Kamba Raja di Desa Kamanggih membuat keran air yang dapat memudahkan laju aliran air. Air tersebut dipompa dengan menggunakan listrik tenaga surya sehingga dapat membantu kehidupan warga sekitar.

2. Desa Andungbiru

Pintu Masuk Desa Andung Biru | Foto: Desa Andung Biru
info gambar

Desa Andungbiru, suatu kawasan yang berlokasi di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Terletak di daerah pegunungan, medan yang sulit untuk dilalui. Menjadikan desa ini sulit diakses, bahkan untuk keperluan mendirikan sarana dan prasarana listrik. Ya, Desa Andungbiru belum disentuh PLN.

Namun, Desa Andungbiru memiliki potensi air sungai yang berlimpah. Energi terbarukan ini pun dimanfaatkan oleh masyarakat lokal untuk mendapatkan akses listrik baru dengan jumlah yang tak akan habis. Akhirnya, pada tahun 2016, berdirilah desa mandiri energi.

Tercatat 500 KK memperoleh manfaat dengan adanya PLTMH Andungbiru. Ketersediaan listrik menunjang kehidupan masyarakat. Ditambah lagi, masyarakat memperoleh pendapatan tambahan dengan melakukan konservasi pohon untuk kepentingan PLTMH.

3. Desa Urutsewu

Pemanfaatan energi di Desa Urutsewu | Foto: Dunia-energi.com/Rio Indrawan
info gambar

Desa Urutsewu terletak di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Desa mandiri energi yang tak kalah inovatif ini terbukti dari pemanfaatan biogas sebagai tonggak kehidupan mereka. Baik itu untuk memasak, pendapatan tambahan, ataupun penerangan perumahan warga.

Apa yang jelas adalah biogas tersebut dibuat dari berbagai limbah. Dengan kata lain, Desa Urutsewu bersih dan produktif dalam memanfaatkan limbah. Menghasilkan listrik dan bahan bakar yang dapat menghidupi warga-warga sekitar.

4. Desa Seriwe

Ilustrasi: Foto: Media Indonesia/Yusuf Riaman
info gambar

Desa Seriwe terletak di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Suatu desa mandiri yang mengintegrasikan konsep mandiri ekonomi, energi tebarukan, dan ramah lingkungan.

Desa ini berhasil memanfaatkan energi surya untuk mengeringkan rumput laut dengan cara yang modern. Rumput laut ini dikeringkan dengan dimasukkan ke ruangan khusus dengan suhu yang terjaga optimal.

Itulah beberapa desa mandiri energi yang ada di Indonesia. Sungguh luar biasa, ya, desa-desa ini berhasil memanfaatkan kekayaan alamnya untuk hidup berdikari. Tentu saja hal ini menjadi kebanggaan dan dapat menjadi contoh untuk kita semua.*

Referensi: Dunia-energi.com | Kompas.com | Media Indonesia | Mongabay | PJB Access

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

KO
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini