Bersyukurlah Demi Hidup yang Lebih Bahagia

Bersyukurlah Demi Hidup yang Lebih Bahagia
info gambar utama

Saat menjalankan kehidupan sehari-hari, rasanya selalu saja ada masalah silih berganti. Baik itu dari hubungan asmara, pekerjaan, keluarga, pertemanan, keuangan, dan sebagainya. Meski sebisa mungkin dihindari, masalah akan selalu bermunculan dan kita harus siap menghadapinya.

Sesekali mengeluh tentu manusiawi, tetapi jangan lupa untuk lebih banyak bersyukur agar hidup terasa bahagia.

Pada dasarnya bersyukur adalah cara mudah untuk meningkatkan kebahagiaan. Sebelumnya, perlu juga dipahami bahwa kebahagiaan bukanlah emosi sepintas, seperti gembira dan puas sesaat. Namun, kebahagiaan merupakan adalah seberapa baik perasaan Anda dan seberapa puas Anda dengan hidup.

Kebahagiaan bisa bertahan lama bila Anda mengusahakannya selalu ada. Selalu mensyukuri hal-hal yang terjadi dalam hidup bisa membantu Anda merasakan kebahagiaan konsisten.

Anda mungkin akan mengalami hari-hari yang buruk. Namun, dengan kondisi diri yang bahagia dan erat kaitannya dengan emosi positif, segala masalah yang terjadi bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

Hubungan bersyukur dan kebahagiaan

Kata terapis pernikahan dan keluarga, Amy E. Keller, PsyD, saat seseorang merasa bahagia, ia akan merasa hidup yang bermakna dan lebih menghargai apa yang Anda miliki.

Ketika orang bersyukur dan bersikap baik dengan apa adanya, ini juga akan terlihat dari kesehatan fisik. Orang tersebut lebih cenderung berolahraga, makan lebih baik, dan menjaga kesehatan mereka.

Para peneliti selama bertahun-tahun menunjukkan penurunan stres, berkurangnya rasa sakit, dan peningkatan sistem kekebalan sebagai hasil dari rasa bersyukur. Tekanan darah yang lebih baik dan efek positif pada jantung telah dikaitkan dengan rasa syukur.

Dampak rasa syukur juga berpengaruh pada kesejahteraan psikologis yang dapat meningkatkan perasaan berharga, emosi positif, suasana hati lebih baik, serta membuat seseorang lebih optimis.

Pada awalnya, Anda mungkin bingung harus bersyukur dengan cara seperti apa. Seperti otot, bersyukur juga bisa dilatih. Lakukan perlahan sampai terbiasa dan rasakan manfaatnya untuk diri sendiri.

Latihan bersyukur pada kehidupan sehari-hari

Belajarlah dari masyarakat di Finlandia, Norwegia, Swedia, Denmark, dan Islandia yang seringkali menempati posisi teratas orang-orang paling bahagia di dunia. Ini karena mereka menentukan tingkat kebahagiaannya sendiri, saling menghargai, menikmati apa yang ada di hidupnya, dan merasa puas dengan kesederhanaan. Mereka selalu mensyukuri keseimbangan, tidak kurang dan tidak berlebih.

Bersyukur bisa dilakukan kapan saja, tak perlu ada momen spesial. Alangkah lebih baik bila bersyukur dijadikan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dengan membuat gratitude journal atau jurnal bersyukur. Dalam jurnal tersebut, Anda bisa menuliskan hal-hal apa saja yang Anda syukuri hari itu, termasuk hal-hal sepele yang sering terlewatkan.

Misalnya, Anda bersyukur bisa sarapan enak sebelum berkegiatan, melewati jalanan lancar tanpa macet ke kantor, udara hari ini cukup sejuk untuk berjalan-jalan ke luar, dapat tempat parkir yang dekat pintu masuk, pakai baju dan sepatu bersih, dan bersyukur karena masih bisa minum kopi hangat yang nikmat.

Selain apa yang memang terjadi pada hari-hari Anda, bisa juga melakukan kegiatan lain yang bisa menambahkan daftar hal-hal yang bisa disyukuri. Sebagai contoh, jalan-jalanlah ke luar ruangan dan bersyukur pada apa yang dilihat, termasuk pohon yang meneduhkan jalanan atau bunga-bunga cantik di taman.

Tak lupa, ungkapkan rasa syukur pada orang-orang di sekitar Anda. Hubungi dan katakan pada mereka bahwa Anda bersyukur dan menghargai kehadiran mereka dalam hidup Anda. Baik pada orangtua yang senantiasa memberi semangat, pasangan yang selalu menemani, teman yang selalu ada, atau hewan peliharaan yang membuat hari-hari Anda lebih ceria.

Terlalu banyak hal yang bisa membuat Anda bersyukur dan ini perlu dilatih terus agar Anda merasakan dampak positifnya pada kehidupan.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini