Kampanye Bangga Buatan Indonesia, Sukses Dongkrak Produk Lokal

Kampanye Bangga Buatan Indonesia, Sukses Dongkrak Produk Lokal
info gambar utama

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) sejatinya menambah daftar hari peringatan nasional di tanah air, yang jatuh setiap tanggal 5 Mei mulai tahun ini.

Hari Bangga Buatan Indonesia diresmikan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai bentuk dorongan agar masyarakat Indonesia dapat mencintai dan menggunakan berbagai produk hasil karya anak bangsa, terutama produk dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Bukan hal baru, gerakan Bangga Buatan Indonesia sejatinya sudah digaungkan cukup lama dalam beberapa tahun terakhir, namun menjadi semakin intens dan masif sehubungan dengan meningkatnya transaksi jual beli yang terjadi di platform eCommerce, sehingga Kominfo dalam gerakan ini mengharapkan transaksi yang terjadi di eCommerce didominasi oleh barang-barang lokal hasil karya anak bangsa.

Baca juga Sah! Hari Bangga Buatan Indonesia Resmi Diperingati Setiap 5 Mei

Berdasarkan situs resmi Kominfo.go.id, Gernas BBI pada bulan Mei 2020 lalu berjalan dengan kampanye bertemakan #KitaBelaKitaBeli serta digaungkan di masing-masing Kementerian dan lembaga selama 16-31 Juli 2021, di bawah arahan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi.

Tahun ini, Gernas BBI kembali dijalankan bersamaan dengan penetapan Hari Bangga Buatan Indonesia pada tanggal 5 Mei yang melibatkan berbagai eCommerce di tanah air melalui Asosiasi eCommerce Indonesia (idEA). Berbeda dari tahun sebelumnya, tema kampanye kali ini mengangkat slogan ''Semakin Bangga Buatan Indonesia''.

Utamakan produk artisan

Adapun dalam Gernas BBI, pemerintah sejatinya mengutamakan produk-produk artisan yang ingin didongkrak. Jika melihat definisinya, artisan merujuk kepada seseorang yang ahli dalam membuat suatu karya, kerajinan, barang, atau bahkan makanan dan berbagai hal lainnya menggunakan tangan dengan mencurahkan rasa dan makna terhadap apa yang dibuat, tidak heran jika belakangan seringkali muncul label ‘artisan’ pada sesuatu yang dimaknai eksklusif atau spesial dengan kualitas tinggi.

Ilustrasi pelaku usaha kreatif yang mengerjakan hasil seni menggunakan tangan
info gambar

Meningkatkan permintaan produk artisan menjadi tujuan ketiga yang dimiliki pemerintah dalam Gernas BBI di tahun ini, setelah tujuan utama meningkatkan jumlah pelaku Industri Kelas Menengah (IKM) yang masuk di pemasaran online, dan menciptakan value creation bagi pelaku IKM sebagai tujuan kedua.

Keseriusan pemerintah akan tujuan tersebut dibuktikan melalui salah satu program yang dilakukan oleh Kemenperin dengan menggelar Festival Joglosemar di sepanjang bulan Mei 2021 dengan tajuk ‘Artisan of Java’, di mana acara puncaknya dilaksanakan dengan bertempat di Candi Borobudur pada tanggal 20 Mei 2021.

Di lain sisi, menilik fenomena tren hampers yang populer di kalangan masyarakat, khususnya pada momen Idulfitri beberapa waktu lalu. Hal tersebut nyatanya juga dianggap sebagai salah satu karya artisan, mengingat sering dijumpai hampers yang disertai dengan pernak-pernik seni dan nilai eksklusif yang ditujukan bagi para penerimanya.

Fenomena hampers rupanya menarik perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Menurutnya, kehadiran hampers yang dibuat oleh para pelaku usaha lokal saat ini sudah memiliki daya saing yang tinggi dibandingkan dengan hampers yang biasanya berasal dari kombinasi produk asing.

"Walaupun bukan anti produk asing kita bangga buatan Indonesia, hampers kita ingin kita isi dengan produk lokal dan kreatif anak bangsa dan bisa memperluas lapangan kerja," kata Sandiaga di Jakarta, mengutip Idxchannel, Minggu (9/5/2021).

Baca juga 7 Ide Hampers Lebaran Menarik yang Anti Mainstream

Gandeng E-Commerce dan beri subsidi ongkos kirim

Pada bulan April lalu, sudah terdengar kabar soal akan adanya program subsidi ongkos kirim bagi masyarakat Indonesia yang ingin berbelanja online. Awalnya belum diketahui jelas, tujuan utama yang ingin dicapai dari rencana ini selain untuk meningkatkan kembali gairah ekonomi masyarakat dengan berbelanja di tengah situasi pandemi.

Namun nyatanya, tujuan utama dari rencana tersebut terjawab bersamaan dengan hadirnya Gernas BBI yang menggandeng 72 eCommerce tanah air dengan menghadirkan berbagai penawaran demi mendongkrak popularitas produk-produk lokal.

Berbagai eCommerce yang turut serta berpartisipasi dalam program ini di antaranya Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan lain-lain. Subsidi ongkos kirim yang diberikan pun sudah pasti hadir dengan ketentuan yang hanya berlaku bagi masyarakat yang melakukan pembelian atas produk-produk lokal.

Baca juga Roda Ekonomi Digital Tetap Menggeliat, Masyarakat Betah Pantau E-Commerce

Keberhasilan Gernas BBI untuk pelaku UMKM lokal

Seiring dengan kampanye Gernas BBI di tahun ini yang sudah berlalu, laporan mengenai hasil memuaskan yang didapat pun muncul.

“Tokopedia, yang merupakan rumah bagi lebih dari 11 juta penjual, di mana hampir 100 persennya UMKM lokal, mencatat adanya kenaikan penjualan di sejumlah kategori produk lokal selama kampanye BBI berlangsung,” ungkap External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, dalam keterangan resmi, Kamis (27/5).

Ungkapan perwakilan dari pihak Tokopedia tersebut dibuktikan dengan adanya berbagai peningkatan transaksi produk-produk lokal selama masa Gernas BBI jika dibandingkan dengan waktu yang sama di tahun sebelumnya.

Beberapa peningkatan transaksi yang terjadi di antaranya pada kategori makanan dan minuman yang mengalami peningkatan sampai dua kali lipat, dan kategori kesehatan yang saat ini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat juga dilaporkan mengalami peningkatan transaksi sampai tiga kali lipat.

Baca juga Kian Meroket, UMKM Indonesia Semakin Dikenal di Mata Dunia

Mengutip Antara, Kamis (6/5), CEO sekaligus founder Tokopedia yaitu William Tanuwidjaya di kesempatan lain mengungkap, jika Tokopedia berharap hadirnya Gernas BBI dapat menginspirasi lebih banyak UMKM lokal mengembangkan potensi sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat Indonesia untuk bangga memakai produk Indonesia demi pemulihan ekonomi nasional.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini