Masalah Kesehatan yang Terjadi Pada Pekerja Selama WFH

Masalah Kesehatan yang Terjadi Pada Pekerja Selama WFH
info gambar utama

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 membuat para karyawan harus bekerja dari rumah masing-masing demi menjaga kesehatan dan kenyamanan banyak orang. Tentunya, guna mencegah penyebaran dan penularan virus corona.

Tak semenyenangkan yang dibayangkan, bekerja dari rumah atau lebih dikenal dengan istilah WFH (work from home) nyatanya menimbulkan berbagai masalah baru pada kesehatan. Dari mulai duduk seharian di menatap layar komputer, kurang bergerak, hingga pola makan buruk.

Berikut beberapa gangguan kesehatan yang mungkin dialami para pekerja yang lebih banyak berkegiatan dari rumah beserta cara mengatasinya:

Sakit punggung

Duduk hampir seharian di depan layar komputer pada akhirnya membuat orang-orang rentan nyeri punggung. Sebuah survey oleh Hinge Health menemukan bahwa sakit punggung dan nyeri sendi adalah keluhan umum bagi para pekerja WFH. Selain itu, masalah ini juga disebabkan jarang bergerak.

Dari 900 peserta penelitian, 45 persen mengaku sakit punggung dan nyeri sendi sejak bekerja dari rumah. 71 persen mengaku sakit punggungnya semakin parah atau merasakan bahwa ini sakit yang baru dialami sejak bekerja dari rumah.

Nyeri leher dan bahu

Selain area punggung, banyak pekerja mengeluh sakit di leher dan bahu. Kata ahli terapi fisik Dr. Nicole Lombardo, PT, DPT, CSCS, bekerja dari rumah dapat menyebabkan postur kerja yang canggung dan menyebabkan ketegangan otot di leher, bahu, dan punggung bisa terjadi.

Nicole menyarankan untuk menaikkan layar komputer setinggi mata Anda. Bila meja kerja di rumah kurang memadai, bisa tumpuk buku dan letakkan komputer di atasnya. Selama bekerja, pastikan bahu tetap rileks dan lakukan peregangan secara berkala.

Mata lelah

Menatap layar komputer berjam-jam dalam sehari bisa menyebabkan penglihatan Anda terganggu. Dari mulai agak kabut, sakit kepala, hingga mata terasa begitu lelah.

Dokter mata Danielle Richardson, OD, mengatakan pada Verrywellhealth.com bahwa fokus berkelanjutan pada layar adalah alasan orang-orang yang WFH mengalami peningkatan ketegangan mata.

"Ada otot-otot mata yang berkontraksi saat kita melihat dari dekat, dan saat kita melihat jauh, otot-otot itu rileks," katanya. "Semua yang kami lakukan ada di layar sekarang, jadi ada lebih sedikit jeda visual. Rapat dilakukan melalui Zoom, orang-orang mengirim surel alih-alih berbicara dengan rekan kerja, dan makan siang di depan layar."

Danielle merekomendasikan untuk menyesuaikan sudut layar komputer Anda menjadi 15 hingga 20 derajat di bawah ketinggian mata horizontal.

Selain itu, blue light alias cahaya biru yang terpancar dari layar juga dapat mengganggu penglihatan. "Cahaya biru fokus di depan retina, sehingga mata harus bekerja lebih keras untuk fokus pada layar dengan panjang gelombang itu. Mengenakan kacamata yang menyaring cahaya biru akan membuat perangkat digital lebih nyaman,” saran Danielle.

Ia juga merekomendasikan untuk mengikuti aturan 20-20-20 demi kesehatan mata. Ini dilakukan dengan cara mengambil jeda setiap 20 menit dari layar komputer dan ponsel, fokus pada objek berjarak 20 kaki (6 meter) dan lakukan selama 20 detik, kemudian ulangi secara teratur.

Insomnia

Menurut hasil penelitian dari University of Ottawa terhadap peningkatan kasus insomnia pada 190 ribu peserta yang terdampak Covid-19, tingkat depresi, kecemasan, dan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), dan insomnia tampak memburuk dibanding sebelum pandemi.

Perubahan yang terjadi selama pandemi, termasuk lockdown dan social distancing memberikan dampak pada gaya hidup dan hubungan sosial yang pada akhirnya meningkatkan kecemasan, stres, depresi, gangguan pola tidur.

Selama berkegiatan dari rumah, orang menggunakan gawai belerbihan. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur, gawai tak pernah lepas dari tangan.

Kondisi ini bisa mengganggu hormon melatonin yang berperan dalam mengatur jam tidur. Cahaya terang dari gawai dapat menstimulasi otak untuk membuat orang terjaga, menunda keinginan untuk tidur, dan menyebabkan insomnia.

Untuk mengatasi masalah ini, disarankan untuk mengelola stres, latihan relaksasi, menghindari rokok, alkohol, dan kafein sebelum tidur, menjauhi gawai sebelum waktu tidur, serta mempertahankan jadwal tidur dan bangun yang teratur.

Kenaikan berat badan

Bekerja dari rumah sering membuat orang merasa lebih sibuk hingga tak sempat memikirkan makanan untuk diri sendiri. Waktu sarapan sering terlupakan karena ada rapat daring, makan siang terlambat karena mengejar deadline, ketika ada waktu, kemungkinan juga tak bisa memilih makanan yang bernutrisi seimbang.

Karena sering makan asal-asalan, ditambah ekstra camilan di tengah bekerja, atau minuman manis untuk menyenangkan diri sendiri, dampaknya bisa terjadi kenaikan berat badan yang tak diinginkan.

“Sangat penting untuk memastikan Anda membuat pilihan makanan yang sehat untuk mencegah kenaikan berat badan yang tidak diinginkan," kata Claudia Hleap, ahli diet di Philadelphia, seperti dikutip Eatthis.com. "Tetapkan tujuan terkait nutrisi dan kesehatan untuk berkomitmen saat Anda terjebak di rumah."

Beberapa contoh tujuan misalnya makan sayur setiap hari, makan buah sebagai camilan, dan tidak mengonsumsi minuman manis.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini