Sayur Babanci, Kuliner Khas Betawi yang Langka Namun Kaya Rasa

Sayur Babanci, Kuliner Khas Betawi yang Langka Namun Kaya Rasa
info gambar utama

Penulis: Habibah Auni

#Writingchallenge#Inspirasidarisekitar#Negerikolaborasi

Bagi para pecinta sayur-mayur atau vegetarian, mencicipi aneka ragam hidangan sayur menjadi kemewahan sendiri. Apalagi jika hidangan tersebut menawarkan cita rasa unik nan berkelas namun dengan harga terjangkau, sudah menggelegar suara perut.

Barangkali, sayur babanci bisa menjadi solusi terbaik untuk mereka. Lantaran, kuliner khas Betawi satu ini diketahui sangat langka populasinya, sebut saja berdasarkan kutipan dari Kompas.com, hanya beberapa warung makan atau restoran yang masih menjajakan sayur babanci. Inilah yang membuat rasanya memiliki corak tersendiri.

Corak unik dari sayur babanci sendiri diketahui dipengaruhi oleh dari penerjemahan makna dalam namanya. Melansir Kompas.com, nama sayur babanci dipercaya merupakan singkatan dari mutasi bahasa Tionghoa, yaitu “baba” dan “cici”, ilustrasi dua sosok yang menjadi pencipta resep sayur babanci.

Menyambung bahasa Tionghoa tadi, ada juga yang mengatakan kalau nama babanci merupakan singkatan dari “babah" dan “enci”. Yang tak lain adalah sosok berketurunan Betawi-Tionghoa yang menciptakan hidangan sayur babanci.

Baca JugaPetuah Nenek Moyang, 5 Desa Ini Dilarang Jual Nasi

Ada pula yang menyebutkan kalau nama sayur babanci diambil dari rupanya yang sangat membingungkan, entah lebih baik disebut sebagai sayur, soto, kare, maupun gulai sehingga diberi gelar sebagai banci.

Mengutip laman Seni Budaya Betawi, seorang koki Cafe Historia Kota Tua, Abdul menyebutkan kalau nama babanci berasal dari ketidakjelasan dalam penggunaan berbagai bahan, seperti serutan kelapa muda yang biasanya digunakan sebagai es campur malah ada dalam sayur babanci.

Kekayaan rasa dalam satu mangkuk sayur

Sayur Babanci | Foto: Cendana News
info gambar

Baca Juga Ada Makna Romantis di Balik 'Tape Uli' Betawi

Terlepas dari perdebatan mengenai nama dalam sayur babanci, kuliner khas Betawi ini dapat dihargai sebagai “Gudang rempah Indonesia”. Lantaran, hampir seluruh bumbu dapur seolah merasuki semangkuk sayur babanci.

Bumbu-bumbu itu menyatu dengan elegan, tidak memudarkan warna indah dari kuah sayur babanci, bahkan rasanya tidak saling bertengkar satu sama lain, sebagaimana pada perdebatan mengenai keaslian asal usul nama makanan ini.

Jika Kawan cicipi, akan terasa perpaduan antara rasa pedas, segar asam jawa, harum, dan ketajaman bumbu terasi. Seketika Kawan menjulurkan lidah, rasa ini akan beradu di ujung hingga punggung mulut, seolah-olah Kawan akan ditarik dalam pengalaman menyeruput kuah lontong cap go meh, namun dengan intensitas rasa yang lebih tinggi dan kuah yang lebih padat.

Soal kekayaan rasa, sayur babanci memang tidak perlu diragukan lagi, mengingat ia dibuat dengan ketelatenan dan kesabaran tinggi oleh pembuatnya. Sebut saja dari Ngiderngiler.com, sayur babanci dimasak dengan mencampurkan kaldu daging, sangrai parutan kelapa, bumbu dan rempah, santan, dan tentunya air kelapa muda. Pembuatannya tidaklah cepat, diperkirakan memakan waktu lebih dari dua jam.

Setelah sayur babanci matang, Kawan pun tidak hanya menikmati pergelutan rasa antar bumbu, cita rasa dari daging dan kelapa pun akan Kawan rasakan secara penuh seluruh. Lontong, ketupat, ataupun nasi menjadi pelengkap sensasi unik dari cita rasa sayur babanci.

Baca Juga Mie Che, Sagu Porno, dan Aneka Makanan Tradisional Khas Sangihe

Cara menikmati sayur babanci

Sayur Babanci dengan ketupat | Foto: Tanda Seru
info gambar

Seperti yang tadi sudah disebutkan, jumlah sayur babanci sangatlah langka, di ibu Kota Jakarta sekalipun. Mengutip Umma.id, salah satu daerah yang bisa Anda sambangi untuk mencicipi sayur babanci adalah daerah Cempaka Putih. Beberapa penjual di daerah sini memiliki keahlian yang dibutuhkan dalam mengolah sayur babanci secara sempurna.

Biasanya, sayur babanci marak dijajakan tatkala sedang memasuki bulan Ramadan. Kebanyakan pedagang menawarkan sayur babanci untuk menu berbuka. Pasca Ramadan pun, sayur babanci dihidangkan sebagai menu pelengkap di hari raya Idulfitri dan Iduladha.

Namun, Kawan yang ingin segera mencicipinya tak perlu khawatir, lantaran sayur babanci tetap bisa Kawan temukan selain momen-momen di atas. Sebut saja di salah satu restoran di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Kawan bisa membeli sayur babanci dengan merogoh gocek Rp47.000 saja. Meskipun terbilang mahal, ini sudah membayar penuh keinginan Kawan untuk mencicipi hidangan langka.

Bagaimana, Kawan? Apakah aroma sayur babanci menyeruak keluar, lantas memasuki hidung Kawan sekarang? Jika sudah tidak sabar, bersegeralah untuk mempersiapkan rencana kuliner Kawan dan puaskan diri Kawan tatkala memakan sayur babanci!*

Referensi: Kompas.com | Ngiderngiler.com | Seni Budaya Betawi | Umma.id

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.

Terima kasih telah membaca sampai di sini