Panduan dan Pantangan Mendaki Gunung Bagi Pemula

Panduan dan Pantangan Mendaki Gunung Bagi Pemula
info gambar utama

Berwisata alam menjadi salah satu alternatif liburan yang dipilih beberapa orang selama pandemi. Salah satunya adalah mendaki gunung. Setelah libur lebaran, cukup banyak pilihan jalur pendakian yang mulai dibuka, seperti Gunung Rinjani, Gunung Kerinci, Gunung Ciremai, dan Gunung Gede Pangrango.

Mendaki gunung bisa dilakukan bersama kelompok kecil. Anda dan teman atau keluarga bisa melakukan tes Covid-19 terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan demi keamanan bersama. Untuk pendaki pemula, berikut beberapa panduan mendaki serta pantangan yang wajib diketahui:

Persiapan fisik

Mendaki bukanlah kegiatan liburan yang mudah. Anda butuh stamina yang kuat dan fisik yang prima. Bila mendaki gunung di atas 2.000 mdpl, tubuh harus beradaptasi dengan kadar oksigen yang menipis.

Sebelum hari mendaki, ada baiknya berlatih keseimbangan, fleksibilitas, kekuatan kaki, dan punggung agar tubuh tidak kaget saat melakukan pendakian. Tak hanya berjalan kaki di jalur menanjak bahkan ekstrem, Anda juga harus membawa tas ransel dengan segala perlengkapannya yang berat.

Prediksi cuaca

Sebelum mendaki gunung, sebaiknya bisa mulai memperkirakan cuaca. Idealnya, mendaki lebih baik dilakukan saat musim kemarau karena kondisinya termasuk kering. Sedangkan, mendaki di musim hujan lebih rentan karena udara lebih dingin, jalur lebih licin, serta bisa saja ada badai dan tanah longsor.

Perlengkapan mendaki

Bagi pemula, Anda mungkin akan bingung saat berkemas. Jangan sampai ada benda penting yang tertinggal, tetapi juga pastikan tidak membawa barang berlebihan karena Anda yang akan menanggung beban beratnya sendiri.

Ada beberapa barang yang wajib dibawa dalam pendakian, misalnya peta dan kompas, P3K, losion anti nyamuk, tabir surya, pisau serbaguna, senter dan baterai cadangan, kacamata hitam, korek, tenda, kantung tidur, ponsel, jas hujan, obat-obatan, dan kantung untuk sampah.

Untuk pakaian mendaki, Anda bisa membawa celana kargo, kaus, jaket hangat, kaus kaki, topi, sarung tangan, handuk kecil, sandal gunung, sepatu gunung,

Stok makanan

Kegiatan mendaki akan menguras banyak tenaga. Pastinya menjadi hal penting untuk membekali diri dengan makanan yang bergizi tetapi tetap praktis. Beberapa jenis makanan yang bisa dibawa antara lain roti, biskuit, cokelat, madu, kacang-kacangan, beras, mi instan, ikan kaleng, abon, sosis, sup atau bubur instan, oatmeal, tahu, dan tempe. Untuk minuman, jangan lupa bawa air mineral, serta kopi dan teh.

Untuk memasak makanan selama mendaki gunung, Anda bisa membawa kompor lapangan, gas kaleng, dan nesting atau cooking set berbahan ringan. Perlengkapan makan bisa menggunakan piring, sendok, dan gelas yang bisa dilipat sehingga tidak memakan tempat.

Memasak saat di gunung | @Anusorn thongpasan Shutterstock
info gambar

Kabari orang terdekat

Penting untuk memberi kabar kepada orang tua atau atau orang terdekat soal jadwal pendakian Anda. Informasikan ke mana Anda pergi, kapan berangkat, berapa lama rencana perjalanan, dengan siapa saja mendaki, serta pergi bersama siapa saja. Hal ini sebagai antisipasi terhadap hal-hal tak diinginkan selama perjalanan.

Jangan buang sampah selama mendaki

Saat mendaki, kemungkinan akan banyak sampah yang dihasilkan dari kelompok Anda. Mulai dari kemasan makanan, bungkus obat, tisu, plester, hingga botol minum sekali pakai. Tak masalah membawa barang sekali pakai, selama sampahnya dibawa sendiri dan dikumpulkan dalam kantung khusus. Bawalah sampah-sampah tersebut sampai menemukan tempat pembuangan sampah.

Jangan melakukan vandalisme

Aksi corat-coret pohon, batu, tiang, atau benda apapun di gunung sangat dilarang. Sekalipun Anda menuliskan nama keluarga atau orang tersayang, hal ini tetap termasuk vandalisme dan sebaiknya tidak dilakukan karena hanya memberi kesan kotor dan jorok. Bila ingin mengenang perjalanan, rasanya cukup memotret sepuasnya.

Jangan mengambil, merusak, dan membunuh apapun di gunung

Selama pendakian, Anda mungkin menemukan tanaman yang tampak cantik sehingga ingin memetik dan membawanya pulang. Jangan! Perbuatan ini dapat merusak ekositem di gunung.

Jangan jadi pendaki illegal

Di setiap gunung, sudah pasti ada posko untuk mendaftar setiap pendaki. Luangkanlah waktu sejenak hanya untuk mendaftarkan Anda dan kelompok agar keberadaan kalian diketahui.

Jangan buat api unggun bila tidak diperlukan

Membuat api unggun kerap digunakan untuk menghangatkan tubuh ketika udara dingin saat malam. Namun, bila masih bisa ditahan dengan menggunakan jaket dan kantung tidur, usahakan tidak menyalakan api unggun. Terutama di musim kemarau, perapian bisa memicu kebakaran.

Jika sekadar ingin memasak, Anda cukup menggunakan kompor. Nyalakan api unggun bila udara benar-benar dingin atau mengusir ancaman hewan buas. Segera matikan api sampai tuntas tak bersisa jika sudah tidak dibutuhkan.

Baca juga:

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini