Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan Hadirkan Pemimpin Wanita Pertama

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan Hadirkan Pemimpin Wanita Pertama
info gambar utama

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan telah mencapai usia lebih dari satu dekade, pascadeklarasi pada 2 Mei 2010 di CYCU, Taoyuan. Menariknya, sepuluh dari sebelas ketuanya semua adalah pria. Baru di kepengurusan tahun ketiga masa pandemi ini, PPI kota Hsinchu berhasil mewakilkan seorang srikandi untuk memimpin PPI Taiwan periode 2021 sampai 2022.

"Kami mengajak seluruh pelajar Indonesia di Taiwan untuk berkolaborasi demi memajukan bangsa Indonesia (lewat kontribusi positif) di Taiwan," ujar Miftakhul Jannatin, Ketua PPI Taiwan 2021-2022, lewat wawancara yang dilakukan oleh Radio Taiwan International-Siaran Indonesia pasca pelantikan (28/08) di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.

Titin, sapaan akrabnya, adalah mahasiswi doktoral di Department of Applied Chemistry, National Yang Ming Chiao Tung University (NYCU) angkatan Spring 2019. Sebelumnya, ia sempat menjabat sebagai Ketua PPI kota Hsinchu periode 2019-2020, masuk ke dalam Badan Pengurus Harian PPI Taiwan dan menjadi staf di PPI Dunia di periode 2020-2021.

Tak tanggung-tanggung, sejak kedatangannya di Taiwan, Titin juga aktif mengabdikan diri sebagai salah satu jajaran pimpinan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Taiwan. Pengalamannya dalam mengelaborasi kepentingan mahasiswa dari berbagai latar belakang, pun juga pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan membuatnya mantab untuk mencalonkan diri menjadi ketua PPI Taiwan.

Pelajar Indonesia Berhasil Raih 6 Medali di Olimpiade Matematika Internasional 2021

Membawa nilai-nilai sinergis, aspiratif, dan progresif sebagai landasan berinovasi untuk pergerakan pelajar Indonesia di Taiwan. Titin berhasil mengumpulkan suara sebanyak 59 persen dari seluruh peserta sidang umum PPI Taiwan (Juli 2021) yang terdiri atas perwakilan kampus dari berbagai wilayah di Taiwan.

Penandatanganan dokumen pelantikan pengurus PPI Taiwan 2021-2022 yang diwakili oleh Miftakhul Jannatin | Foto: Pengurus PPI Taiwan
info gambar

Dengan total pengurus berjumlah 55 orang dan rasio pria dan wanita yang tidak terlalu jauh, yakni 28 dan 27. Hal itu membuktikan tak hanya dirinya yang menjadi simbol emansipasi wanita di kalangan pelajar Taiwan. Hal tersebut juga turut menghadirkan warna tersendiri bagi kesetaraan porsi kepemimpinan antara pria dan wanita di PPI Taiwan.

Meski periode ini merupakan tahun ketiga kepengurusan PPI Taiwan di tengah pandemi, prosesi pelantikan Dewan Perwakilan dan Badan Pengurus PPI Taiwan tetap bisa dilaksanakan secara tatap muka. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah Taiwan, KDEI Taipei mengizinkan agenda bersejarah tersebut untuk dilaksanakan di gedung KDEI yang terletak di Ruiguang Road, Neihu District, Taipei City.

Hebat! Pelajar Indonesia Raih 5 Medali Olimpiade Fisika Internasional 2021

Hal tersebut dibuktikan dengan hadirnya Budi Santoso, Kepala KDEI Taipei, serta Fajar Nuradi, Kepala Bidang Perlindungan WNI dan Penerangan Sosial Budaya (PWNI-Pensosbud) KDEI Taipei, selaku representatif dari pemerintah Indonesia yang menaungi segala kegiatan warga negara Indonesia di Taiwan.

Penyerahan potongan tumpeng oleh Kepala KDEI Taipei, Budi Santoso, kepada Miftakhul Jannatin | Foto: Pengurus PPI Taiwan
info gambar

Tentunya dengan keberadaan pemimpin wanita pertama dalam sejarah PPI Taiwan ini, akan menjadi pembeda dan pemantik semangat pergerakan organisasi pelajar Indonesia di Taiwan, yang lebih fleksibel serta mampu menjawab tantangan di masa yang akan datang.

Tanggapan Guru Setelah Diberi Laptop Oleh Pemerintah

Semakin terdepan dalam membangun sinergi antara mahasiswa dan PMI lewat unit kerja Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang juga dinaungi oleh lembaga berbadan hukum Yayasan Pendidikan (YP) PPI Taiwan, serta Universitas Terbuka (UT) Taiwan. Sehingga, PPI Taiwan akan menjadi ladang kontribusi potensial bagi mahasiswa Indonesia di Taiwan, dari indonesia, oleh Indonesia, dan untuk masyarakat Indonesia.*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini