Peluang Kopi Bengkulu Terbang ke Kancah Internasional

Peluang Kopi Bengkulu Terbang ke Kancah Internasional
info gambar utama

Sektor pertanian mempunyai peran penting bagi perekonomian di Indonesia. Kontribusi sektor pertanian pada Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2020 menempati urutan ketiga, yaitu sebesar 13,70 persen setelah sektor Industri Pengolahan dan Perdagangan Besar dan Eceran.

Salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi besar adalah sub sektor perkebunan. Kontribusi subsektor perkebunan pada tahun 2020, yaitu sebesar 3,63 persen terhadap total PDB dan 26,49 persen terhadap sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Angka tersebut menjadikan subsektor perkebunan berada diurutan pertama pada sektor pertanian.

Salah satu komoditas terkenal dari subsektor perkebunan adalah kopi. Istilah kata kopi berasal dari bahasa Arab, yaitu qahwah yang berarti kekuatan. Dinamakan qahwah karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi.

Kopi tidak dapat dikonsumi langsung setelah panen. Sebelum dapat dinikmati, biji kopi melalui proses panjang dari mulai pengeringan, penyangraian, hingga penghalusan.

Kopi memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi diantara tanaman perkebunan lainnya. Kopi sudah dibudidayakan sejak lama oleh masyarakat Indonesia. Dua spesies pohon kopi yang sering dibudidayakan adalah Kopi Robusta dan Kopi Arabika.

Menikmati Kopi Nusantara dengan Wisata Tematik Kopi

Perkembangan produksi kopi Bengkulu

Angka produksi kopi Provinsi Bengkulu yang diolah dari data BPS
info gambar

Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang memiliki produksi kopi terbanyak kelima di Indonesia. Keempat provinsi diatasnya secara berturut-turut adalah Provinsi Sumatra Selatan, Lampung, Sumatra Utara, dan Aceh. Produksi kopi Bengkulu dari tahun 2016 sampai 2020 mengalami fluktuasi, tetapi secara konstan memertahankan posisi enam besar sebagai produksi kopi terbanyak.

Produksi kopi Bengkulu pada periode 2016 sampai 2018 secara berturut-turut, yaitu sebesar 57,00 ribu ton, 58,90 ribu ton, dan 60,30 ribu ton. Pada periode tersebut, Bengkulu menempati posisi keenam pada produksi kopi di Indonesia.

Mengalami peningkatan, pada tahun 2019 dan 2020, Bengkulu menempati posisi kelima dengan produksi berturut-turut sebesar 60,60 dan 62,70 ribu ton. Dengan produksi yang banyak ini, Bengkulu dikenal sebagai segitiga emas kopi di Indonesia bersama dengan Lampung dan Sumatra Selatan.

Produksi kopi di Bengkulu didominasi oleh Kabupaten Rejang Lebong yang menyumbangkan angka sebesar 20,01 ribu ton pada tahun 2020 atau berkontribusi sebesar 31,96 persen terhadap produksi kopi Provinsi Bengkulu. Tanaman kopi umumnya dapat tumbuh baik pada ketinggian tempat 700 meter di atas permukaan laut. Kabupaten Rejang Lebong yang terletak di daerah pegunungan dengan ketinggian 1.400 meter ini menjadi tempat yang cocok untuk bertanam kopi.

Jenis kopi yang paling terkenal dihasilkan adalah Kopi Robusta. Selanjutnya, diikuti dengan Kabupaten Kepahiang sebesar 19,22 ribu ton atau berkontribusi sebesar 30,7 persen terhadap produksi kopi Provinsi Bengkulu. Kedua kabupaten tersebut sering disebut sebagai sentra penghasil kopi terbesar di Provinsi Bengkulu.

Hari Kopi Sedunia: Kiprah Kedai Kopi Lokal di Kancah Internasional

Luasan kebun kopi milik masyarakat Bengkulu mencapai 85.000 hektar di tahun 2020. Sedikit menurun kurang lebih 2.500 hektare dibandingkan dengan tahun 2019. Untuk luas areal kopi terbesar tahun 2020 terdapat di Kabupaten Kepahiang yang mencapai kurang lebih 24.750 hektare.

Diikuti dengan Kabupaten Kabupaten Rejang Lebong yaitu seluas kurang lebih 23.630 hektare. Dengan melihat angka-angka yang telah dipaparkan, kopi Bengkulu memiliki potensi besar yang dapat menjadi modal untuk mengembangkan sayap ke kancah internasional.

Melihat prestasi kopi Bengkulu

Ilustrai biji kopi
info gambar

Perlu diketahui bahwa komoditas kopi dari Bengkulu pernah mendapatkan tiga penghargaan dalam kejuaraan kopi internasional yang digelar oleh Agency for the Valorization of the Agricultural Products (AVPA), sebuah organisasi di Prancis yang fokus membantu produsen produk pertanian dari seluruh dunia. Jenis kopi yang meraih penghargaan tersebut adalah Bencoolen Rejang Lebong, Bencoolen Kepahiang, dan Bermani Coffee Rejang Lebong.

Kopi Robusta yang berasal dari Kabupaten Rejang Lebong juga berhasil masuk dalam jajaran kopi terbaik pada kontes speciality Indonesia (KSI) atau Indonesia Cupping Competition tahun 2016. Kopi Bengkulu berhasil masuk kategori “Outstanding” pada poin sweetness, clean up, acidity, aftertaste, dan overall.

Mengenal Kopi Luwak, Salah Satu Kopi Termahal di Dunia

Strategi yang diperlukan

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu perlu melakukan strategi agar dapat memanfaatkan potensi komoditi ini dengan baik. Khusunya permasalahan yang perlu dihadapi, faktanya bahwa kopi Bengkulu selalu dikirim ke luar negeri oleh para eksportir yang berasal dari luar Bengkulu, seperti Jakarta dan Lampung. Semua potensi kopi dikirim ke luar negeri tetapi tidak masuk ke pendapatan asli daerah (PAD).

Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah pemerintah perlu mengajak para pengusaha lokal, untuk bersama-sama berkolaborasi mengembangkan potensi kopi di Bengkulu. Sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan petani akan menjadi kunci sukses untuk meningkatkan kualitas kopi Bengkulu. Pemerintah juga harus mulai mengambil kebijakan ekspor melalui pelabuhan terbesar di Bengkulu, yaitu Pulau Baai.

Pulau Baai sebagai gerbang ekspor kopi diharapkan dapat menaikkan harga jual kopi di tingkat petani, dan menurunkan biaya transportasi serta menghindari penyusutan yang terjadi selama perjalanan. Upaya-upaya ini perlu dilakukan untuk mendorong kesejahteraan para petani kopi di Bengkulu, serta membawa nama kopi Bengkulu lebih dikenal di kancah internasional.*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini