Nama Baru Facebook dan Dampak Facebook Bagi Ekonomi Penggunanya di Indonesia

Nama Baru Facebook dan Dampak Facebook Bagi Ekonomi Penggunanya di Indonesia
info gambar utama

Raksasa teknologi dunia yang dapat dikatakan paling berpengaruh dalam cakupan jejaring sosial yaitu Facebook Inc., membawa kabar besar mengenai keberlangsungan perusahaan di waktu yang akan datang.

Kamis (28/10/2021), founder sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg, mengumumkan bahwa perusahaan yang telah ia bangun sejak tahun 2004 tersebut mengalami pergantian nama menjadi Meta.

Berdasarkan penjelasan dalam sebuah video yang dipublikasi oleh CNET, Mark menjelaskan bahwa pergantian nama tersebut dilakukan karena sejauh ini, Facebook sudah tidak hanya hadir sebagai perusahaan yang menaungai deretan platform media sosial populer, melainkan teknologi lebih luas dari sekadar jangkauan internet untuk menghubungkan seluruh pengguna platformnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mark juga memastikan bahwa bergantinya nama dari entitas Facebook Inc. menjadi Meta tidak akan memengaruhi keberlangsungan berbagai anak perusahaan berupa platform media sosial yang selama ini mereka jalankan seperti Instagram, WhatsApp, dan Facebook itu sendiri.

Hal tersebut tentu menjadi kabar menenangkan, karena jika menilik pada riwayat keberadaannya dalam beberapa tahun terakhir khususnya di Indonesia, berbagai platform media sosial milik Facebook telah memegang peran penting dalam industri kreatif di tanah air, terutama dari segi ekonomi.

Ekonomi Digital RI Tumbuh Paling Pesat di Asia Tenggara

Facebook terbukti bermanfaat bagi kegiatan usaha UMKM

Facebook Indonesia
info gambar

Bukan hal yang berlebihan jika setiap pergerakan atau langkah korporasi yang dilakukan oleh Facebook Inc. tidak hanya mendapat sorotan dari sisi teknologi, melainkan juga dari segi ekonomi di saat yang bersamaan.

Hal tersebut wajar terjadi mengingat peran yang dimiliki oleh raksasa teknologi ini terbukti memiliki pengaruh cukup besar bagi industri kreatif dan sektor ekonomi di Indonesia.

Menukil Katadata, dalam sebuah laporan tahun 2019 yang berjudul “Connecting Indonesia: Facebook’s social and economic impacts in Indonesia” yang dirilis oleh PricewaterhouseCoopers Indonesia Advisory dan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), terbukti bahwa Facebook memang memiliki pengaruh besar dalam keberlangsungan sektor UMKM di tanah air.

Lebih detail, bukti atas peran tersebut terproyeksi lewat sejumlah indikator yang dijadikan tolak ukur, di antaranya pengaruh dan kemampuan Facebook dalam meningkatkan jumlah pelanggan bagi suatu UMKM yang memanfaatkan platformnya, kemampuan mengurangi biaya pemasaran, mengurangi hambatan untuk tumbuh, terciptanya manajemen SDM yang lebih efisien, serta penekanan berbagai biaya yang dibutuhkan dalam menjalankan suatu usaha.

Seluruh indikator tersebut diakui oleh para pelaku UMKM yang menggunakan layanan Facebook, dapat memberikan pengaruh dengan persentase lebih dari 50 persen secara keseluruhan.

Tidak hanya sampai di situ, bukti lainnya juga termuat dalam laporan dari Asosiasi eCommerce Indonesia (idEA) pada tahun 2018, yang memaparkan bahwa UMKM di Indonesia telah memanfaatkan Facebook (43 persen) dan Instagram (11 persen) sebagai media promosi dalam menjalankan usahanya.

Optimisme UMKM Go Digital Lewat Dukungan Transaksi di Platform eCommerce

Penyesuaian fitur untuk penuhi kebutuhan UMKM Digital

Facebook marketplace
info gambar

Memahami bahwa platformnya memiliki peran besar bagi berbagai pengguna dengan sejumlah latar belakang yang berbeda, selama pertumbuhannya hingga saat ini Facebook diketahui telah melakukan berbagai penyesuaian dalam memenuhi kebutuhan penggunanya.

Sebagai contoh, walau sudah hadir sejak tahun 2004, platform media sosial satu ini diketahui baru memiliki fitur Facebook Ads yang populer di Indonesia mulai tahun 2010 bagi beberapa kalangan tertentu.

Selanjutnya, di tahun 2014 fitur tersebut mulai dapat digunakan oleh seluruh kalangan untuk berbagai kebutuhan dalam mengiklankan produk atau bisnisnya tanpa terkecuali, termasuk para pelaku UMKM.

Melansir The Conversation, salah satu contoh nyata dari adanya UMKM yang memperoleh kesuksesan mempromosikan bisnisnya lewat platform satu ini dialami oleh Dea Valencia, yang menggunakan fitur Facebook Business Page sejak tahun 2011 untuk memasarkan produk Batik Kultur yang ia bangun.

Diketahui bahwa melalui Facebook, penjualan produk dari bisnis milik Dea meningkat menjadi 60 persen dalam kurun waktu 10 bulan pertama, dan basis pelanggan yang dimiliki juga ikut meningkat mencapai 70 persen. Terakhir pada tahun 2018, diketahui bahwa 95 persen penjualan bisnis Batik Kultur berasal dari media sosial.

Tidak berhenti sampai di situ, melihat adanya geliat besar dari potensi marketplace atau eCommerce yang meroket, ditambah dengan kebutuhan pelaku usaha di Indonesia yang membutuhkan media promosi sekaligus platform penjualan di saat yang bersamaan, nyatanya telah mendorong Facebook untuk melakukan penyesuaian serupa.

Facebook dan Instagram dalam beberapa tahun terakhir memang telah menghadirkan fitur khusus berupa Facebook marketplace dan Instagram shop yang akan menampilkan katalog berbagai produk, milik sejumlah pelaku usaha yang memanfaatkan kedua platform ini untuk membesarkan usahanya.

Dengan adanya fitur tersebut, maka media sosial seperti Facebook dan Instagram bukan lagi hanya sebatas media promosi, melainkan platform tempat para pelaku usaha dapat secara langsung bertemu dengan para konsumen atau pelanggan dalam mendagangkan produknya di jejaring media sosial dalam cakupan yang lebih luas.

Hal tersebut sejalan dengan ungkapan yang disampaikan oleh Mark ketika mengumumkan penggantian nama Facebook menjadi Meta, dan menjelaskan langkah ke depan yang akan dilakukan oleh pihaknya dalam menjalankan keberlangsungan berbagai platform media sosial mereka di waktu yang akan datang.

"Hari ini kami dilihat sebagai perusahaan media sosial, tetapi dalam DNA, kami adalah perusahaan yang membangun teknologi untuk menghubungkan masyarakat.”

Intip Uniknya Kantor Facebook Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini