Berada di Lingkaran Cincin Api Pasifik, Indonesia Jadi Rumah Bagi 139 Gunung Berapi

Berada di Lingkaran Cincin Api Pasifik, Indonesia Jadi Rumah Bagi 139 Gunung Berapi
info gambar utama

Mempelajari mengenai berbagai kondisi bumi menjadi agenda yang tidak akan pernah berakhir. Bumi dan seisinya selalu memiliki kejutan tersendiri bagi umat manusia terutama di dunia ilmu pengetahuan.

Seperti yang diketahui, bentuk permukaan bumi tidak selalu rata dan sama di setiap jengkalnya. Dalam dunia ilmu pengetahuan, perbedaan tinggi rendahnya permukaan bumi disebut dengan relief bumi.

Relief bumi yang nampak kini berupa relief daratan di mana terdapat daerah dengan ketinggian yang berbeda yakni dataran tinggi dan dataran rendah. Sementara itu, relief lainnya berupa relief lautan di mana bumi memiliki kedalaman laut yang beragam juga.

Salah satu contoh bentuk relief bumi adalah dataran tinggi yang tersebar di berbagai wilayah bumi yang salah satu hasilnya berupa gunung berapi atau gunung api.

Dikutip dari Irwan Nuswantoro, Gunung berapi atau gunung api atau vulkan secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 kilometer (km) di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.

Beberapa waktu lalu, World Atlas, merinci sebaran gunung berapi di dunia. Berdasarkan tulisan tersebut, ditemukanlah 10 negara yang memiliki gunung berapi terbanyak, di mana ada nama Indonesia di dalamnya.

Mengenal Objek Wisata Alam Berupa Batu Tunggal Terbesar di Kawasan Gunung Kelam

Daftar negara dengan jumlah gunung berapi terbanyak

Daftar negara dengan jumlah gunung berapi terbanyak. | Infografik : GoodStats/Angelia
info gambar

Amerika Serikat dan Rusia menjadi negara teratas yang memiliki gunung berapi terbanyak. Jumlah gunung berapi tersebut didukung dengan luas wilayah negara yang lebih besar ketimbang negara lain.

Sebagian besar gunung berapi di Amerika Serikat ditemukan di wilayah Alaska. Selain itu, Amerika Serikat juga menjadi rumah dari gunung berapi paling aktif di dunia yang ditemukan di Hawaii dan Kilauea yang mana telah meletus secara terus menerus sejak tahun 1983.

Negara ke-2 yang menjadi rumah bagi gunung berapi terbanyak adalah Rusia. Negara yang memiliki wilayah daratan seluas 17,13 juta kilometer persegi (km2) ini memiliki 166 gunung berapi yang banyak ditemukan di sisi timur Rusia.

Sementara itu, Indonesia menempati urutan ke-3 sebagai negara yang memiliki gunung berapi terbanyak di dunia yakni 139 gunung berapi. Posisi geografis Indonesia yang berada di atas sebaran lempeng tektonik di wilayah Asia Pasifik memungkinkan Indonesia menjadi rumah bagi 139 gunung berapi.

Wilayah tersebut juga kerap dinamai sebagai Cincin Api Pasifik atau "The Pacific Ring of Fire", yakni daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik.

Wilayah yang meliputi daratan dan lautan yang berada dalam cakupan Cincin Api Pasifik ini yakni tersebar mulai dari Kepulauan Melayu termasuk Indonesia, New Zealand, Palung Mariana, Alaska, hingga pegunungan pasifik di Amerika Selatan.

Berdasarkan teori cincin api pasifik tersebut, sebaran gunung berapi di dunia banyak ditemukan dalam daftar 10 negara yang memiliki jumlah gunung berapi terbanyak di dunia.

Kawasan Gunung Bromo Segera Punya Jembatan Kaca Sepanjang 120 Meter

Tipe gunung berapi di Indonesia

Gunung Slamet salah satu gunung berapi yang berstatus aktif. | Foto : ShutterStock/e X p o s e
info gambar

Sementara itu, informasi yang terdapat dalam halaman resmi Magma Indonesia, per 20 September 2021 Indonesia memiliki 127 gunung berapi yang berstatus aktif. Magma Indonesia membagi tipe gunung berapi di Indonesia ke dalam 3 kelompok yakni Tipe A, Tipe B, dan Tipe C.

  • Gunung berapi Tipe A adalah gunung berapi yang memiliki catatan sejarah letusan sejak tahun 1600 Masehi. Dalam catatan Magma Indonesia terdapat 76 gunung berapi dalam kategori Tipe A yang tersebar dari Sumatra hingga Maluku.
  • Gunung berapi Tipe B merupakan gunung berapi yang memiliki catatan sejarah letusan sebelum tahun 1600 Masehi. Ada 30 gunung berapi yang masuk dalam kategori Tipe B di mana salah satunya adalah Gunung Merbabu.
  • Gunung berapi Tipe C yakni gunung berapi yang tidak memiliki catatan sejarah letusan, tetapi masih memperlihatkan jejak aktivitas vulkanik. Terdapat 21 gunung berapi yang ada dalam daftar gunung berapi Tipe C yang sebagian besar tersebar di luar Pulau Jawa.

Salah satu letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia terjadi pada tahun 1883 oleh Gunung Krakatau yang terletak di Selat Sunda. Dikutip dari National Geographic, dahsyatnya letusan Gunung Krakatau ini menimbulkan tsunami yang tingginya mencapai 36 meter dan suara letusannya dapat terdengar hingga radius 5.000 km. Letusan Gunung Krakatau yang kini memunculkan Gunung Anak Krakatau masuk dalam kelompok gunung berapi Tipe A.

Menjelajahi Pesona Objek Wisata di Kaki Gunung Semeru

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini