Orang Indonesia Dominan Pilih Pasta Gigi Sebagai Produk Perawatan Diri

Orang Indonesia Dominan Pilih Pasta Gigi Sebagai Produk Perawatan Diri
info gambar utama

Perawatan diri termasuk ke dalam aktivitas esensial dalam kebutuhan individu, yang mana memiliki banyak manfaat dari ujung kepala hingga ujung kaki. Menurut seorang ahli, perawatan diri diartikan sebagai tindakan memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk memperoleh kesejahteraan fisik dan psikis.

Demi menempuh tujuan tersebut, dalam merawat diri tentu diperlukan rangkaian produk yang mendukung termasuk sabun, pasta gigi, dan lain-lain. Selain mampu meninggalkan aroma harum pada tubuh, produk perawatan tersebut juga berfungsi menghilangkan kuman serta bakteri yang ada pada tubuh, bahkan mampu memberikan fungsi perawatan supaya bagian tubuh tersebut dapat lebih sehat dan segar.

Oleh karena itu, sebuah lembaga survei YouGov melakukan pemeringkatan di Indonesia bertajuk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG)/CGP Rankings 2021”, di mana membagi peringkat menjadi lima sub-kategori yaitu, perawatan pribadi, minuman, bahan masak, makanan dalam kemasan, dan perawatan rumah tangga.

Laporan yang disusun berdasarkan pilihan konsumen di Indonesia selama periode 1 Agustus 2020-31 Juli 2021 ini dikompilasi menggunakan skor Indeks YouGov, yang menilai ukuran kesehatan merek secara keseluruhan dengan mengambil hitungan rata-rata skor impresi, kualitas, nilai, kepuasan, rekomendasi, dan reputasi

Daftar peringkat produk perawatan diri yang paling banyak dipilih konsumen Indonesia © GoodStats
info gambar

Menurut sajian data pada infografik, merek pasta gigi Pepsodent menjadi produk sub-kategori perawatan diri pilihan teratas konsumen Indonesia pada tahun 2021, dengan total akumulasi skor 50,1 poin dalam FMCG/CPG Rankings 2021. Pepsodent merupakan merek pasta gigi Amerika Serikat yang dibeli oleh Unilever pada tahun 1942 dan saat ini banyak dipasarkan di penjuru dunia.

Peringkat selanjutnya diisi merek sabun Lifebuoy dan Dettol dengan poin masing-masing 39,1 poin dan 36,6 poin. Kemudian peringkat selanjutnya beralih kepada produsen kosmetik, Wardah, dengan skor 31 poin. Adapun mayoritas merek yang masuk ke dalam daftar peringkat merupakan milik Unilever Indonesia termasuk Pepsodent, Lifebuoy, Vaseline, Rexona, Rexona Men, dan Dove.

Jauh Sebelum Skin Care Korea Menguasai, Ini Rahasia Kecantikan Wanita Indonesia (Bagian 2)

Satu produk Unilever ada di setiap rumah tangga masyarakat Indonesia

Pepsodent yang merupakan merek dibawah perusahaan besar PT Unilever Indonesia Tbk. (Perseroan) diketahui beberapa bulan lalu berhasil mencatat penjualan bersih sebesar Rp20,2 Triliun, menurut laporan kinerja keuangan per Juni 2021 (tidak diaudit). Hal tersebut menyimpulkan, meskipun dampak dari Covid-19 sendiri tidak dapat dihindari, Unilever tetap mencatatkan penjualan yang cukup besar.

Sebagai informasi, Unilever telah memiliki sembilan pabrik dengan total karyawan sebanyak 5 ribu orang di seluruh Indonesia. Pabrik Unilever memproduksi 42 merek kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh (Home and Personal Care/HPC), serta makanan dan minuman.

Unilever diketahui mampu memenuhi seribu stock keeping unit (SKU) kebutuhan masyarakat Indonesia dengan 100 persen penetrasi. Hal tersebut mengindikasikan bahwa satu produk Unilever setidaknya ada di setiap rumah tangga masyarakat Indonesia.

Selain itu, Unilever juga merupakan salah satu pemasok terbesar untuk produk kecantikan dan perawatan tubuh, produk kebersihan rumah tangga, serta produk makanan dan minuman yang produknya digunakan oleh 2,5 Miliar penduduk setiap harinya di lebih dari 190 negara.

Sebagai perusahaan yang telah beroperasi selama lebih dari 87 tahun, Unilever Indonesia adalah market leader di setidaknya 12 kategori industri FMCG sehingga dapat mendorong pertumbuhan pasar, bukan saja menjadi strategi yang tepat melainkan juga menjadi tanggung jawab Unilever sebagai pemain industri terdepan.

Merawat Gigi Secara Tradisional Ala Orang Indonesia


Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dinda Aulia Ramadhanty lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dinda Aulia Ramadhanty.

DR
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini