Gemblong, Jajanan Pasar Manis Legit dari Beras Ketan Berlumuran Gula

Gemblong, Jajanan Pasar Manis Legit dari Beras Ketan Berlumuran Gula
info gambar utama

Membahas soal jajanan pasar, setiap orang tentu punya makanan favoritnya masing-masing. Bagi yang suka manis, mungkin beberapa jajanan kesukaan Anda antara lain bolu kukus, ongol-ongol, putu mayang, donat kampung, cenil, bubur sumsum, kue lumpur, atau lopis. Sedangkan penyuka jajanan asin akan lebih menyukai pastel, risol, lemper, bakwan, talam ebi, sosis solo atau semar mendem.

Umumnya jajanan pasar merupakan kue-kue atau penganan tradisional dan memang banyak dijual di pasar tradisional dan modern. Setiap daerah juga memiliki jenis jajanan pasar yang berbeda-beda.

Di tengah kemunculan berbagai camilan modern, beberapa menu jajanan pasar masih terus tersedia dari waktu ke waktu. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa sebagian di antaranya semakin sulit ditemukan karena kurang peminat.

Jajanan pasar, sebagai warisan kuliner Nusantara, adalah sesuatu yang perlu terus dilestarikan. Jangan sampai generasi muda tidak mengetahui keberadaan makanan-makanan tradisional yang tak kalah lezat dari camilan kekinian.

Di antara banyaknya jenis jajanan pasar, kali ini GNFI akan membahas tentang gemblong, kue manis legit berbahan ketan yang punya banyak variasi di beberapa daerah. Apakah Anda pernah mencobanya?

Asinan, Kudapan Segar Hasil Akulturasi Budaya Betawi dan China

Kue berlumur gula yang manis dan kenyal

Gemblong merupakan salah satu kue tradisional Indonesia yang terbuat dari bahan dasar tepung beras ketan. Untuk membuatnya terbilang sederhana, cukup siapkan tepung ketan, tepung beras, tepung kanji, kelapa parut, garam, margarin, dan santan. Sedangkan untuk lapisan gulanya terbuat dari campuran gula pasir, gula merah, dan air.

Proses pembuatan gemblong dimulai dengan mencampurkan semua tepung, kelapa, garam, dan margarin, kemudian tuang santan sedikit demi sedikit sambil diuleni. Setelah adonan kalis dan bisa dibentuk, barulah ambil adonan sedikit demi sedikit dan dibentuk lonjong-lonjong agak pipih. Setelah itu, goreng adonan gemblong sampai matang lalu tiriskan.

Untuk membuat lapisan gula caranya pun sangat mudah, yaitu rebus semua bahan sampai berbuih dan mengental, kemudian masukkan semua gemblong yang sudah matang, aduk cepat sampai seluruh permukaan terkena gula, dan segera tiriskan sampai gula mengering.

Kue gemblong memiliki rasa manis dan teksturnya kenyal, tapi tetap empuk. Meski dibuat dari beras ketan sama sekali tidak alot atau sulit digigit. Paling nikmat makan gemblong ditemani secangkir teh hangat.

Penganan ini sudah lama dinikmati masyarakat Sunda, Jawa, dan Betawi. Meski demikian, dari mana kue gemblong ini berasal masih belum jelas. Camilan ini juga punya nama yang berbeda di beberapa daerah, pun dengan perbedaan pada bahan utama hingga penyajiannya.

Dali Ni Horbo, Keju Lokal Berbahan Susu Kerbau dari Tapanuli

Variasi gemblong di berbagai daerah

Meski nama gemblong cukup umum, di beberapa daerah ada juga sebutan berbeda. Di Jawa Timur, penganan ini dikenal dengan nama getas. Namun, getas biasa dibuat dari ketan putih atau hitam, kemudian lapisan gulanya menggunakan gula pasir saja sehingga berwarna putih, tidak seperti gemblong yang pada umumnya berwarna kecokelatan.

Kemudian ada gemblong santan. Camilan ini sudah mulai langka karena sulit penjualnya pun sulit ditemukan. Dari penampilannya, gemblong santan memang jauh berbeda. Penganan ini tidak digoreng sehingga bentuknya seperti uli yang dipotong-potong kemudian untuk menyantapnya disiram dengan kuah santan dan saus gula aren.

Masih dari Jawa juga ada gemblong tekek khas Brebes. Varian gemblong yang satu ini terbuat dari singkong yang dibiarkan sampai layu dan kualitasnya menurun supaya teksturnya lebih pulen. Singkong direbus dan dihaluskan, kemudian diuleni, dicetak, dan dilumuri dengan gula aren cair.

Di Tegal, ada kudapan bernama gemblong kicak yang terbuat dari beras ketan dan disantap dengan saus santan dan saus gula. Gemblong versi Tegal ini mirip dengan gemblong santan, tetapi biasanya menggunakan gula putih dan di atasnya diberi potongan buah nangka. Sementara itu di Sulawesi Selatan, gemblong disebut sebagai kue taripang. Jajanan ini mudah ditemukan pada bulan puasa di pasar-pasar tradisional.

Salah satu tempat di mana banyak penjual gemblong terlihat adalah kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Di tengah kemacetan, biasanya banyak pedagang gemblong yang identik dengan wadah kaleng berwarna biru.

Tinutuan, Bubur dengan Aneka Sayur Khas Manado

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini