Rana Mese, Danau Serupa Cermin Raksasa di TWA Ruteng

Rana Mese, Danau Serupa Cermin Raksasa di TWA Ruteng
info gambar utama

Di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ada sebuah kota kecil bernama Ruteng yang terkenal dengan keberadaan Kampung Adat Wae Rebo. Selain kampung adat, di sana juga ada Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng yang dikelola oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT.

Menurut data BBKSDA NTT, luas TWA Ruteng mencapai 32 ribu hektare dan menyimpan kekayaan alam luar biasa berupa hutan hujan tropis, sumber mata air, serta menjadi habitat alami bagi ratusan flora dan fauna, dengan beberapa di antaranya adalah jenis endemik. Selain kekayaan keanekaragaman hayati, taman wisata alam ini juga memiliki tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi yaitu Danau Rana Mese.

Danau itu berlokasi di Desa Golo Loni dan masih berada di wilayah konservasi TWA Ruteng. Namanya memang belum seterkenal destinasi wisata di Labuan Bajo, tetapi pemandangan di danau ini sungguh menakjubkan dan memikat.

Menyaksikan Semburan Uap Belerang di TWA Kawah Kamojang Garut

Rana Mese, danau jernih serupa cermin raksasa

Dalam bahasa setempat, Rana Mese artinya danau yang luas. Memang danau ini tergolong luas, hampir lima hektare dengan kedalaman 43 meter. Sebelumnya, danau ini adalah kawah yang tertutup air sehingga pada bagian tepi danaunya terlihat curam. Posisi danau juga diapit oleh dua gunung yaitu Gunung Mandosawu (2.400 mdpl) dan Gunung Ranaka (2.140 mdpl).

Di danau ini, pengunjung bisa melakukan berbagai kegiatan seperti memancing, trekking keliling danau, dan mengamati berbagai jenis burung. Rana Mese juga cocok untuk yang ingin menikmati pemandangan alam dengan suasana hening dan jauh dari keramaian. Pasalnya, danau ini juga masih sepi pengunjung.

Menurut penuturan Kepala Resort konservasi TWA Ruteng Wilayah III Rana Mese, Paulus Patus, seperti dilansir Kumparan.com, danau ini hanya sebagai tempat singgah sementara bagi wisatawan yang akan melakukan perjalanan ke Danau Tiga Warna di Ende. Danau Rana Mese juga tidak masuk dalam daftar paket wisata yang ditawarkan agen perjalanan.

Berwisata di Danau Rana Mese, pengunjung akan merasakan suasananya yang begitu tenang. Sesekali akan terlihat burung pecuk dan belibis terbang melintasi danau. Anda bisa leluasa memandangi keindahan danau dengan air jernih dan memiliki permukaan yang tenang. Saking jernihnya, danau ini nampak seperti cermin raksasa yang memantulkan bayangan pepohonan hijau di sekitarnya. Dari tepi danau, Anda bahkan bisa melihat dasar danau.

Di tepi danau, pengunjung bisa menyaksikan masyarakat yang sedang memancing ikan. Beberapa jenis biota laut yang hidup di danau ini antara lain ikan mujair, gurami, belut, dan berbagai ikan kecil.

Danau Rana Mese merupakan rumah bagi sekitar 250 spesies flora dan fauna. Di danau ini, Anda bisa melihat berbagai jenis pohon seperti giro, natu, labe, lui, dan beberapa jenis anggrek hutan, termasuk anggrek kantong semar. Ada banyak jenis burung yang ditemukan di danau ini seperti anis Nusa Tenggara, burung kipasan Flores, samyong, dan burung hantu.

Sedangkan di kawasan hutan, Anda bisa menjumpai monyet ekor panjang, landak, musang, babi hutan, dan tikus raksasa poco ranaka yang merupakan endemik Pegunungan Ruteng.

Masih di kawasan danau ini terdapat sebuah gazebo untuk memandangi keindahan alam di depan mata, sekaligus jadi spot foto yang unik. Selain itu, di dekat danau Rana Mese juga ada air terjun mini.

TWA Pulau Bakut, Habitat Bekantan di Bawah Jembatan Barito

Akses ke Danau Rana Mese

Untuk mencapai danau di TWA Ruteng ini, aksesnya cukup mudah. Pertama, Anda harus melakukan penerbangan sampai ke Bandara Komodo, Labuan Bajo. Setelah itu, lanjutkan perjalanan darat selama 3-4 jam ke Ruteng, bisa dengan bus atau menggunakan jasa travel. Sesampainya di Ruteng, perjalanan ke lokasi hanya sekitar 30 menit saja.

Perlu diingat bahwa di Danau Rana Mese belum ada fasilitas seperti tempat makan, bahkan warung. Sehingga pengunjung disarankan membawa bekal sendiri dan pastikan tidak membuang sampah sembarangan. Waktu terbaik untuk berkunujung adalah di bawah pukul sembilan pagi atau sebelum kabut turun.

Selain mengunjungi Danau Rana Mese, wisatawan juga bisa menjelajahi berbagai area di dalam kawasan TWA Ruteng, misalnya Rana Poja dan air terjun Cunca Rede di Desa Sano Lokom. Anda juga dapat mengunjungi puncak tertinggi Ranaka atau mendaki ke puncak Poco Likang.

Mengungkap Peradaban Pandai Besi Tertua yang Tenggelam di Danau Matano

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini