Indonesia Resmi Miliki Pembangkit Listrik Terapung Pertama yang Diproduksi Mandiri

Indonesia Resmi Miliki Pembangkit Listrik Terapung Pertama yang Diproduksi Mandiri
info gambar utama

Kabar baik datang dari industri kelistrikan tanah air, terutama jika bicara mengenai kemandirian infrastruktur yang dipakai untuk menerangi sejumlah kawasan di Indonesia.

Belum lama ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) diketahui telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak untuk membuat Mobile Power Plant (MPP) modern. Lebih detail, MPP yang dimaksud merupakan pembangkit listrik mobile berupa Barge Mounted Power Plant (BMPP), atau pembangkit listrik yang dipasang pada kapal tongkang.

Memulai proyek kerja sama dan pembangunan yang telah berjalan sejak bulan Desember tahun lalu, BMPP pertama yang lebih dulu rampung akhirnya telah diresmikan pada awal tahun ini, tepatnya di tanggal 28 Januari kemarin.

Dalam waktu yang dapat dikatakan cukup singkat, BMPP pertama yang diberi nama BMPP Nusantara 1 tergarap dengan baik sebagai hasil produksi yang dilakukan oleh perusahaan pembuat kapal dalam negeri, yakni Penataran Angkatan Laut (PT PAL).

“Kami berterimakasih kepada Dewan Direksi PT PAL Indonesia beserta jajarannya, di mana telah memberikan upaya terbaiknya dalam menyelesaikan BMPP tahap 1 ini di tengah kondisi pandemi” tutur Darmawan Prasodjo, selaku Direktur Utama PLN.

Menuju pengaktifan operasionalnya, pada kesempatan peresmian yang sama BMPP Nusantara 1 telah dilepas dalam seremonial pengiriman unit ke site tujuan, atau dikenal juga dengan istilah sail away.

PLTS Terapung Pertama di Indonesia

3 BMPP sebagai bagian proyek strategis nasional

BMPP Nusantara 1
info gambar

Mengutip penjelasan yang dipublikasi baik oleh PAL dan PLN, proyek BMPP ini disebut merupakan salah satu proyek strategis nasional dalam rangka memenuhi pasokan listrik dalam waktu yang singkat dan bersifat sementara.

Pembangkit listrik berbentuk BMPP ini diyakini akan mendorong reserve margin dan menaikkan rasio elektrifikasi secara cepat, serta memungkinkan untuk dipindahkan ke wilayah lain yang lebih memerlukan.

BMPP Nusantara 1 disebut menggunakan teknologi diesel engine bahan bakar ganda (dual fuel) pertama yang ada di Indonesia, memiliki panjang barge 72 meter dan lebar 27 meter, Nusantara 1 dapat men-supply listrik sebesar 60MW yang berasal dari panel surya di atasnya.

Sebenarnya, unit yang pertama diresmikan dan memiliki nilai investasi mencapai Rp997 miliar ini baru satu dari tiga BMPP yang secara penuh akan digarap oleh PT PAL. Setelah BMPP Nusantara 1, nantinya akan dilanjut dengan dua BMPP lainnya yang memiliki akumulasi daya listrik lebih besar dan nilai investasi disebut mencapai Rp1,6 triliun.

“Berikutnya akan berlanjut dengan BMPP Nusantara 2 dan BMPP Nusantara 3 dengan total kapasitas 150 MW. Operasional dan maintanance pun sepenuhnya dilaksanakan oleh PT Indonesia Power, sehingga tidak ada lagi ketergantungan pasokan listrik dari pihak luar” tambah Dirut PLN.

Sebagai pembangkit listrik terapung, BMPP dibangun menggunakan material robust dan proven design, memiliki fleksibilitas pengoperasian dengan bahan bakar yang berbeda baik solar B30 maupun gas tanpa perlu mematikan pembangkit. Hal tersebut menjadi solusi ketersediaan bahan bakar yang ada di daerah tertentu.

Dengan dimensinya yang compact dan sarat air rendah untuk ukuran kapal tongkang, BMPP Nusantara 1 diklaim dapat dioperasikan di perairan dangkal dan daerah terpencil serta bersifat mobile, sehingga dapat menjadi solusi elektrifikasi saat terjadi bencana alam.

Kawasan Wisata Lombok Kini Gunakan PLTS

Siap terangi Maluku dan Ambon

BMPP Nusantara 1
info gambar

Terkait maksud dari Dirut PLN dalam hal menggantikan pasokan listrik dari pihak luar, jika bicara mengenai wilayah operasional BMPP Nusantara 1 sendiri pasalnya memang akan dioperasikan di wilayah Indonesia bagian timur tepatnya Ambon dan Maluku, guna menggantikan kapal pembangkit listrik (power ship) Karadeniz milik Turki.

Saat ini BMPP Nusantara 1 telah menyelesaikan proses pre-commissioning untuk sistem piping, mechanical dan, electrical instrument. Saat sudah tiba di Ambon, BMPP Nusantara 1 akan mulai melakukan penyambungan sistem ke darat untuk pipa bahan bakar, gas, dan listrik.

Dilanjutkan dengan pengujian atau commissioning yang akan dilakukan setelah semua terhubung dengan baik. Ketika listrik dapat digunakan maka akan dilakukan interkoneksi dengan jaringan yang ada di wilayah darat Ambon. Dampak baiknya, proses penyelarasan juga akan mampu menimbulkan penyerapan tenaga kerja lokal selama proses pengerjaannya.

Berdasarkan pemaparan Ahsin Sidqi selaku Direktur Utama PT Indonesia Power, jika berjalan dengan lancar sistem kelistrikan ini akan mulai rampung secara penuh mulai bulan Maret dan beroperasi secara komersil pada bulan April 2022 mendatang.

“Segera setelah BMPP berlabuh di Ambon, akan dilaksanakan pekerjaan evakuasi daya, RLB, backfeeding, RLS, sinkron sampai dengan Laik Operasi BMPP, untuk mendukung sistem kelistrikan wilayah Ambon sebelum tanggal 31 Maret 2022,” pungkasnya.

Kedepannya, BMPP diharapkan dapat memenuhi kebutuhan atau menggantikan pembangkit listrik terapung tidak hanya di Ambon atau Maluku, melainkan juga di beberapa wilayah kepulauan Indonesia lainnya.

Menilik Riwayat Pembangunan dan Potensi PLTB di Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini