Misi Membangun Negeri dengan Teknologi Lewat Program SATU Indonesia Awards

Misi Membangun Negeri dengan Teknologi Lewat Program SATU Indonesia Awards
info gambar utama

Kemajuan teknologi jadi hal yang tak lagi dapat dihindari di masa kini. Lebih dari itu, dalam pemanfaatannya juga dibutuhkan talenta berbakat agar teknologi yang ada dapat termanfaatkan dengan baik dan tepat.

Di Indonesia sebenarnya sudah cukup banyak talenta berbakat dengan kemampuan mumpuni yang dimaksud. Namun tak dimungkiri, jika saat ini tak semua praktik pemanfaatanya dihadirkan dengan tujuan yang menyasar kebutuhan masyarakat secara mendalam dan meluas.

Baru sedikit dari mereka yang menghadirkan pemanfaatan teknologi memahami pemahaman secara menyulur, bahwa menghadirkan suatu inovasi bukan hanya sekadar menargetkan keberhasilan digunakan oleh orang banyak.

Ada hal penting yang perlu diidalami mengenai peran inovasi teknologi yang dihadirkan, yakni sejauh mana perannya dapat diukur dan benar-benar terasa manfaatnya bagi mereka yang membutuhkan.

Cerita mengenai kondisi tersebut disampaikan oleh Hendra, selaku pendiri Lobstech yang merupakan startup di bidang sistem kontrol akuakultur (budidaya, pembenihan lobster dan perdagangan ikan). Hendra sendiri merupakan penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2021.

Hadirkan Gerakan Perubahan, 11 Anak Muda Terima Apresiasi SATU Indonesia dari Astra

Kesadaran peran inovasi teknologi

acara webinar Inspiranation with 13th SATU Indonesia Awards 2022 bertema “Bangun Negeri dengan Teknologi”
info gambar

Pada acara webinar Inspiranation with 13th SATU Indonesia Awards 2022 bertema “Bangun Negeri dengan Teknologi” yang berlangsung pada Sabtu (18/6/2022).

Dalam kesempatan tersebut menurut Hendra, bukan hanya sekadar menghasilkan inovasi teknologi sesaat, mereka yang memiliki keahlian di bidang teknologi dan kebetulan sebagai orang yang berinovasi perlu memikirkan kelanjutannya di waktu yang akan datang. Hal tersebut yang nyatanya Hendra terapkan dalam penggarapan teknologi yang dibuat Lobstech.

“Pertama kita (perlu) melakukan pendekatan dulu ke pembudidaya tradisional bahwasanya ada teknologi baru yang bisa dipakai dan kita jelaskan seperti apa teknologinya, setelah itu baru kita sampaikan apa masalah yang bisa kita bantu dengan teknologi tersebut.” jelas Hendra.

Nah, di sanalah terjadi simbiosis mutualisme antara kita dan teman-teman pembudidaya tradisional. Dari situlah hubungan baik terjalin, itu membuat mereka sangat open dengan teknologi apapun yang kita bawa ke lokasi mereka,” tambahnya lagi.

Hal senada juga disampaikan oleh Alamanda Shantika, Founder sekaligus Presiden Direktur Binar Academy yang berhasil memanfaatkan teknologi untuk mengatasi berbagai perubahan aspek kehidupan.

“Dulu aku sebagai pembuat teknologi memikirkan bagaimana cara mengubah behavior manusia untuk terus menggunakan aplikasiku, tapi sekarang aku sadar bahwa sebagai pembuat teknologi itu juga punya tanggung jawab dan akhirnya sekarang kita juga banyak mengimplementasi tentang ethical technology in building technology product.” paparnya.

Menguatkan pandangan tersebut, Onno W. Purbo selaku Pakar Teknologi Informasi juga menekankan bahwa hal terpenting dari teknologi bukan hanya dari seberapa canggih teknologi tersebut, tetapi seberapa besar dampak dan manfaatnya untuk publik.

Semakin besar dampaknya, maka semakin tinggi nilai guna dari sebuah teknologi untuk masyarakat dalam membangun negeri ini.

Microbubble: Teknologi Baru Ramah Lingkungan untuk Budidaya Udang

Terobos Pemikiran Tradisional dengan Teknologi Berbasis IoT

Hendra dan sosialisasi teknologi kepada pembudidaya Lobstech
info gambar

Lebih detail dalam kesempatan yang sama, Hendra memaparkan bagaimana proses perkembangan inovasite teknologi yang ia hadirkan sejak awal, hingga bisa diakui dan bermanfaat oleh masyarakat yang menggunakannya.

Inovasi yang Hendra hadirkan berawal dari banyaknya nelayan yang kehilangan pekerjaan dari budi daya ikan kerapu di Situbondo, Jawa Timur. Akhirnya saat ia masih menjadi mahasiswa di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Hendra tergerak untuk membuat perubahan bagi para nelayan di sana.

Di sisi lain, ia juga melihat potensi budi daya lobster di Indonesia yang belum tergarap dengan maksimal dan memiliki sejumlah kendala. Hendra lalu berkeinginan untuk menyelesaikan kedua masalah tersebut.

Sehingga pada 2015, ia mulai mengumpulkan data jumlah nelayan yang kehilangan pekerjaan dan potensi lobster yang ada di Situbondo serta mengukur keadaan air dan suhu di sana. Setelah dua tahun penelitian, akhirnya ia berhasil membuat sebuah kotak sensor berbasis Internet of Things (IoT) yang ditaruh di keramba untuk mengontrol kualitas air.

Kotak itu kemudian disambungkan ke aplikasi Lobstech yang dikembangkan, sehingga para nelayan bisa memantau kondisi air keramba dengan aplikasi di telepon genggamnya masing-masing.

Walaupun awalnya Hendra kesulitan memasarkan Lobstech kepada para nelayan yang masih berpikiran tradisional dan menganggap budidaya lobster tidak akan bisa berjalan, tapi akhirnya kegigihannya dalam mendekati nelayan-nelayan membuahkan hasil.

Seiring berjalannya waktu, upaya Hendra menunjukkan hasil positif. Teknologi Lobstech kini sudah digunakan di sejumlah daerah seperti Situbondo, Pacitan, Jember, Lombok, dan Nusa Tenggara Barat. Hendra yang terpilih sebagai salah satu penerima apresiasi SATU Indonesia Awards tahun 2021 kini sudah memiliki 15 pegawai dan berkeinginan agar nantinya ada 3.000 keramba terinstal teknologi IOT di Situbondo.

Kedepannya dalam melanjutkan pencarian sosok inspiratif seperti Hendra, pada tahun ini Astra menggelar 13th SATU Indonesia Awards 2022 untuk menjaring anak muda di seluruh penjuru Indonesia yang tak kenal lelah memberikan manfaat bagi sekitarnya.

Apresiasi nantinya akan diberikan kepada lima kalangan anak muda atas setiap perjuangan di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Teknologi, serta satu kategori kelompok yang mewakili kelima bidang tersebut.

SATU Indonesia dan Ajakan kepada Anak Muda untuk Ikut Bergerak Bersama

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini