Turyapada Tower, Destinasi Wisata yang Siap Bersanding dengan Landmark Ikonik Dunia

Turyapada Tower, Destinasi Wisata yang Siap Bersanding dengan Landmark Ikonik Dunia
info gambar utama

Setiap kota, wilayah, atau negara biasanya memiliki landmark atau bangunan ikonik yang menjadi ciri khas dan daya tarik, baik secara lokal maupun internasional. Hal sama juga berlaku di Indonesia, yang menariknya akan memiliki landmark ikonik baru tidak lama lagi, yakni lewat kehadiran Menara Turyapada, atau Turyapada Tower.

Seperti diketahui, Indonesia sebelumnya memang sudah memiliki beberapa landmark yang sudah berdiri sejak lama, misalnya saja Monas di Jakarta yang sudah ada sejak tahun 1975.

Atau di Bali, landmark terbaru yang tak kalah menyita perhatian dan jadi daya tarik wisatawan adalah patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), yang berada di Bukit Unggasan, Jimbaran.

Tak lama lagi, di Provinsi yang sama yakni Bali, akan bertambah landmark lainnya lewat kehadiran menara Turyapada, yang digadang-gadang akan memiliki fasilitas dan menjadi daya tarik populer layaknya menara Eiffel di Paris, Prancis, atau menara Tokyo di Jepang.

Seperti apa detail pembangunan menara Turyapada, dan daya tarik apa yang ditawarkan?

Melihat Kemegahan 10 Patung Tertinggi di Dunia, GWK Salah Satunya

Menara dengan fungsi kelas dunia

Desain menara Turyapada | Dok. Hutama Karya
info gambar

Menara Turyapada akan menambah landmark populer di Bali, tepatnya di Desa Pangayaman, Kabupaten Buleleng. Berada di lahan dengan ketinggian sekitar 1.521 meter di atas permukaan laut (mdpl), menara Turyapada nantinya akan memiliki tinggi sekitar 115 meter.

Groundbreaking atau dimulainya pembangunan secara simbolis sendiri sudah dimulai pada Sabtu (23/7/2022) lalu. Dalam pembangungannya, proyek ini disebut menelan anggaran sekitar Rp334,27 miliar dan ditargetkan rampung pada bulan Agustus tahun 2023 mendatang, dengan waktu pengerjaan 450 hari kalender atau sekitar 1 tahun 3 bulan.

Dibangun oleh Hutama Karya, Direktur Utama Ferry Febrianto menyebut jika nantinya menara Turyapada akan disiapkan sebagai ikon wisata baru bertaraf internasional di Bali layaknya Monas, Menara Tokyo di Jepang, dan Menara Eiffel di Paris.

Yang menarik fungsinya sendiri bukan hanya sebagai destinasi wisata, namun juga sebagai fasilitas infrastruktur sebagai menara pemancar siaran TV digital, telekomunikasi seluler, dan internet.

“Menara yang kami bangun memiliki dua fungsi yaitu sebagai pemancar sinyal digital dan sebagai tempat wisata. Selain kualitas bangunan, estetika dari Menara ini juga menjadi perhatian perusahaan agar kelak wisatawan memiliki rasa aman dan nyaman saat berkunjung ke menara Turyapada tersebut,” ujar Ferry, dalam keterangan resmi.

Dalam pengoperasiannya saat sudah rampung, menara Turyapada digadang-gadang akan menjadi destinasi wisata terpadu baru di Bali, dengan membawa konsep bangunan green building yang mencerminkan hubungan alam dan kebudayaan.

“Tower ini bersifat terpadu dan dirancang ramah lingkungan serta didesain dengan ketahanan gempa tertinggi guna menjamin keamanan pengunjung” jelas Ferry lagi.

Lebh detail, nantinya selain fungsi komunikasi di bagian atas menara, di bagian badannya akan digunakan sebagai wahana edukasi, yang terdiri dari planetarium, skywalk, restoran putar 360 derajat, jembatan kaca, hingga pedestrian sebagai penunjang layaknya museum kebudayaan, dan masih banyak lagi.

Harapannya, landmark baru ini dapat menjadi daya tarik pariwisata baru berkelas dunia, membuka lapangan pekerjaan baru dan menjadi pusat pertumbuhan perekonomian baru daerah setempat.

Hadirkan WonderVerse Indonesia, Kemenparekraf Dorong Pariwisata RI ke Era Baru

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini