Kelelawar Soppeng: Hewan yang Berjanji Setia untuk Menjaga Kota

Kelelawar Soppeng: Hewan yang Berjanji Setia untuk Menjaga Kota
info gambar utama

Kelelawar atau kalong merupakan binatang malam yang biasanya keluar hanya di malam hari, kemudian bersembunyi di siang hari. Hewan ini biasanya tidur di gua-gua tersembunyi, maupun di pepohonan kebun dan hutan yang rindang.

Tetapi hewan yang biasanya sulit ditemui ini, berbeda bila berada di Kota Watansoppeng, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Di kota yang berjarak sekitar 180 km ke arah utara dari Makassar ini habitat kalong mudah ditemui, bahkan di tengah kota.

Bila wisatawan datang pada siang hari, di tempat wisata ini akan tampak ratusan kalong tidur terbalik di ranting pohon asam. Mereka tidak takut dengan kehadiran manusia yang berlalu lalang di bawahnya.

Karena inilah, kota Watansoppeng dikenali sebagai Kota Kalong. Uniknya, kalong-kalong ini tidur bergerombol tepat di pohon-pohon asam yang berada di tengah kota, di samping masjid terbesar di Soppeng, Masjid Agung Darussalam.

Ikatan Masyarakat Maros dengan Kelelawar untuk Jaga Keseimbangan Alam

Diwartakan Tribun-timur.com, pohon-pohon asam berdiri megah mengelilingi taman kota. Di sinilah ratusan kalong bergelantungan di ranting-ranting. Warga dan wisatawan bisa melihat langsung kalong hanya dengan mendatangi taman ini.

Ribuan hewan yang disebut sebagai kalong oleh warga setempat tinggal di seluruh pepohonan hingga membuat bau pesing tercium sangat tajam. Meski begitu, warga setempat tidak terganggu dengan bau tersebut.

“Sudah jadi aturan di sini untuk melestarikan kelelawar yang ada sejak ratusan tahun tersebut. Aktivitas kelelawar di sini merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Soppeng yang tak bisa terpisahkan,” kata Alim, pelajar asal kabupaten Soppeng yang merantau ke kota Makassar diwartakan Liputan6.

Penjaga kota

Alim menjelaskan keberadaan kelelawar yang bergelantungan sejak pagi hingga siang di semua pohon, khususnya pohon asam tersebut diyakini masyarakat sebagai sesuatu yang sakral dan mengandung nilai mistis.

Dipaparkannya dari cerita nenek moyang warga Soppeng, ribuan kelelawar itu dianggap bisa memberikan kabar baik maupun kabar buruk bagi warga setempat. Bila kelelawar tersebut pergi dan tak kembali, masyarakat menganggap bencana akan datang.

Tetapi bila ribuan kelelawar tersebut terus berada di Kota Soppeng, hal itu dianggap sebagai kabar baik karena Kabupaten Soppeng bakal terjaga dari segala marabahaya. Karena itulah masyarakat percaya kalong adalah penjaga kota.

“Jadi, kelelawar di sini diyakini sebagai penjaga kota Soppeng dari marabahaya yang sewaktu-waktu bisa terjadi,” katanya.

Mengungkap Misteri Ahool, Kelelawar Raksasa Penghuni Gunung Salak

Selain itu banyak masyarakat yang percaya bahwa kelelawar ini telah berjanji pada ratusan tahun lalu, kepada raja untuk tidak mengganggu masyarakat termasuk memakan buah-buahan milik warga.

“Kalong ini udah dari raja Soppeng pertama, Raja Latemmamala, ratusan tahun lalu. Dari sebelumnya konon sudah memenuhi kota, pas ada raja, keluarlah perjanjian antara raja dan kalong,” ujar Bupati Soppeng Andi Kaswari Razak ketika itu dimuat Kompas.

Dalam perjanjian tersebut, mereka tidak boleh mengambil buah-buahan di sekitar atau milik rakyat. Kedua mereka boleh berdiam di kota, tetapi hanya ada di pohon asam. Terakhir bila ada bencana, kelelawar ini harus segera memberi tanda-tanda.

“Jadi, jika kelelawar tersebut tidak kembali ke pohonnya selama 1 x 24 jam, masyarakat harus siap siaga,” ujarnya.

Membawa berkah

Ternyata para wisatawan yang datang ke tempat tersebut tidak hanya ingin melihat penampakan hewan tersebut, Namun juga mencari berkah dari hewan yang dipercaya keramat tersebut.

Misalnya para pendatang atau wisatawan bila terkena kotoran kelelawar ketika berada di sekitar pohon asam dipercaya akan mendapatkan jodoh. Tetapi belum ada wisatawan yang terkena kotoran kelelawar karena sangat jarang terjadi.

“Katanya jika mereka berjalan keliling Kota Soppeng dan kemudian terkena kotoran kelelawar itu, mereka yakini bakal dapat jodoh atau mendekat ini rezekinya akan datang,” tutur Alim.

Rubah Terbang Dari "Pulau Bunga"

Hingga kini, perjanjian tersebut masih terjaga dan populasi kelelawar pun masih sangat banyak di tengah kota. Wisatawan dapat menikmati indahnya pemandangan Kota Kalong di sepanjang jalan-jalan protokol kota yang terdapat pohon asam besar.

Melihat kunjungan wisata yang besar, pada 2018 silam, Kaswadi meresmikan taman kalong Soppeng yang tepat berada di tengah lingkaran pohon asam tempat kalong bermukim, kini menjadi tempat bermain anak-anak pada sore hari.

Di tengah-tengah taman kalong ini terdapat air mancur menari yang dinyalakan setiap sore. Keceriaan anak-anak selalu meramaikan taman ini. Beberapa anak bahkan mandi-mandi di air mancur, di sana juga dihadirkan arena bermain anak gratis.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini