Mengintip Skuter Listrik Hasil Kolaborasi Bengkel Kustom Ternama Jepang dan Indonesia

Mengintip Skuter Listrik Hasil Kolaborasi Bengkel Kustom Ternama Jepang dan Indonesia
info gambar utama

Geliat industri otomotif Indonesia yang dibarengi dengan gerakan kreatif masih terus menunjukkan perkembangan. Apalagi, perkembangan yang terjadi juga disertai kolaborasi yang tidak hanya terjadi dalam lingkup nasional, namun juga internasional.

Seperti yang terealisasi baru-baru ini, salah satu bengkel kustom populer di tanah air yakni Elders Elettrico dari Elders Company, baru saja menyelesaikan penggarapan skuter listrik hasil kolaborasi dengan perusahaan otomotif yang memiliki spesialisasi di bidang kustom dan sparepart, yakni MOONEYES.

Sekadar informasi dan sedikit mengenal mengenai keduanya, Elders Company sendiri merupakan salah satu bengkel kustom di Indonesia yang sebelumnya banyak disorot, setelah salah satu motor kustom garapannya dibeli langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Selain itu, mereka kembali menghadirkan inovasi dengan kemampuan mengonversi vespa keluaran lama menjadi bertenaga listrik.

Di lain sisi, MOONEYES seperti yang telah disebutkan sekilas merupakan perusahaan otomotif asal Jepang yang dikenal di dunia atau kultur kustom. Meski cikal bakalnya sendiri sebenarnya bermula di Santa Fe Spring, California, pada tahun 1950-an ketika kultur kustom dipelopori oleh Dean Moon.

Ketika Vespa Klasik Berubah Jadi Skuter Listrik

Kolaborasi Elders Company dan MOONEYES

Skuter listrik yang dibuat Elders Company | Dok. Elders Company
info gambar

Kepada GNFI, Heret Frasthio selaku pendiri dari Elders Company mengungkap jika sebenarnya kerja sama dengan MOONEYES sudah berjalan lama. Hanya saja kali ini, keduanya ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda.

“Proses kolaborasi sebenarnya secara program tahunan Elders x MOONEYES memang sudah di agenda kan setiap tahun. Hanya saja kali ini kita mempersiapkan sesuatu yang berbeda.” terangnya.

Adapun sesuatu yang dimaksud adalah skuter listrik dengan tampilan menarik perhatian, dan tentunya ramah lingkungan karena bertenaga listrik.

Dibuat dengan perpaduan kelir kuning dan hitam sebagai warna khas MOONEYES, penggarapan kendaraan satu ini juga melibatkan banyak kontribusi para pelaku bidang kreatif otomotif lokal.

Adapun sejumlah pihak yang terlibat di antaranya pelaku kustom yang dikenal peminat bidang ini yaitu David Zutur, Ari Aki, dan lain-lain.

Masih menurut keterangan Heret, dalam prosesnya skuter listrik ini dibuat dalam waktu singkat yakni hanya sekitar satu bulan. Kendati begitu, untuk saat ini hanya ada tiga unit skuter yang dibuat sebagai prototipe dan dikelola secara internal.

“Saat ini kami hanya membuat tiga unit saja, sebagai prototipe. Kami ingin melihat minat pasar terlebih dahulu, untuk harga juga belum kami publish” imbuh Heret lagi.

Garap Inovasi EV, Niko Questera: Fokus Kita Membuat Orang Kenal Motor Listrik dengan Baik

Ajang perbandingan dengan kendaraan BBM

komponen kelistrikan pada skuter listrik | Dok. Elders Company
info gambar

Bicara lebih detail mengenai spesifikasinya, suker listrik hasil kolaborasi Elders Company dengan MOONEYES ini dibekali baterai jenis Panasonic Tesla Model3 72v 24Ah, yang membuatnya dapat menempuh jarak maksimum mencapai 60-75 kilometer dalam sekali daya penuh, dan dapat kembali diisi dengan membutuhkan waktu sekitar 5 jam.

Sementara itu kecepatan tempuhnya sendiri berada di kisaran 75-80 kilometer per jam.

Ingin menguji kinerja tempuh yang dimiliki, skuter listrik ini nantinya akan ikut dalam gelaran Ride rute Jakarta-Yogyakarta, untuk selanjutnya dipamerkan dan diperkenalkan pertama kali pada gelaran Kustomfest 2022 di Yogyakarta, yang akan berlangsung pada tanggal 1-2 Oktober mendatang.

Nantinya dengan menempuh jarak kurang lebih 600 kilometer, akan dilihat perbandingan bagaimana pengunaan energi antara kendaraan listrik dengan bahan bakar berbasis BBM.

Mobil Listrik Buatan Lokal Siap Melantai di KTT G20

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini