Seru tapi Bikin Merinding, Ini 5 Tempat Wisata Mistis di Jogja

Seru tapi Bikin Merinding, Ini 5 Tempat Wisata Mistis di Jogja
info gambar utama

Berwisata tentu saja harus menyenangkan. Tetapi, seperti apa wisata yang menyenangkan bisa berbeda-beda bagi setiap orang.

Ada orang yang menyukai wisata alam, sejarah, atau sosial budaya. Ada juga yang bisa dibilang agak nyeleneh, yakni wisata mistis.

Wisata mistis yang identik dengan kengerian dan hal menakutkan ternyata bisa jadi hal yang seru bagi sebagian orang. Oleh karenanya, tempat-tempat yang dikenal angker atau memiliki kisah mistis pun jadi menarik untuk didatangi.

Kali ini, GNFI merangkum lima tempat wisata mistis di Jogja. Apakah Kawan GNFI berani mendatangi salah satunya?

1. Gua Selarong

Gua Selarong, salah satu tempat wisata mistis di Jogja

Gua Selarong berlokasi di Pajangan, Bantul. Jaraknya tidak begitu jauh dari pusat Kota Yogyakarta, hanya sekitar 13 kilometer.

Sejatinya, gua ini merupakan tempat wisata yang biasa didatangi pengunjung dengan beragam tujuan. Ada yang datang dengan tujuan melihat peninggalan sejarah, menikmati keindahan alam maupun, mempertebal iman dan taqwa.

Maklum saja, Gua Selarong bisa dibilang sebagai tempat wisata multifungsi. Gua Selarong adalah destinasi wisata sejarah, alam, sekaligus religi. Satu lagi, gua ini juga dianggap sebagai tempat wisata mistis.

Bagaimana bisa? Tentu saja karena cerita mistis yang ada di sana. Ya, Gua Selarong punya cerita yang menyebar dari mulut ke mulut yang dijamin bisa membuat bulu kuduk merinding.

Salah satu cerita mistis yang dikenal adalah munculnya suara gamelan yang tidak diketahui asalnya. Menariknya, konon suara itu hanya terdengar pada malam Selasa kliwon.

Seperti ditulis Liputan6.com, suara gamelan misterius ternyata adalah hal yang biasa bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Gua Selarong. Masyarakat percaya itu adalah pasukan Pangeran Diponegoro yang sedang berangkat perang.

Pemprov DIY dalam laman resminya mencatat bahwa pada jaman dulu, Gua Selarong memang merupakan tempat Pangeran Diponegoro biasa menyusun strategi perang. Bahkan ada pula mitos Pangeran Diponegoro dan pengikutnya bisa masuk ke dalam gua tanpa kelihatan dari luar.

2. Gunung Merapi

Gunung Merapi tentu tidak asing di telinga. Gunung ini biasanya menjadi pembahasan khalayak ketika sedang terjadi erupsi.

Di wilayah DIY, Gunung Merapi adalah salah satu destinasi wisata paling terkenal. Bagi para pendaki, mencapai puncak Gunung Merapi adalah hal yang menarik dilakukan. Sedangkan bagi wisatawan yang tidak ingin ngotot sampai ke puncak, lerengnya pun sudah cukup untuk didatangi.

Ya, lereng Gunung Merapi memang menawarkan pemandangan alam yang indah. Dengan udara segar khas gunung, pengunjung bisa menikmati suasana alami.

Di balik pemandangan alamnya yang indah, Gunung Merapi juga menyimpan kisah menyeramkan. Salah satunya adalah keberadaan pasar gaib.

Sebelumnya, GNFI pernah sedikit membahas mengenai mitos pasar gaib Gunung Merapi ini. Pasar gaib Gunung Merapi adalah tempat terjadinya transaksi jual beli seperti pasar pada umumnya. Hanya saya, yang melakukan jual beli tersebut bukanlah manusia, melainkan makhluk gaib.

Pasar ini juga biasa disebut Pasar Bubrah. Menurut mitos, pasar ini hanya bisa dilihat oleh orang dengan kemampuan supranatural khusus. Bagi orang biasa, lokasi yang diyakini sebagai tempat di mana Pasar Bubrah berada hanya berupa tanah lapang tanpa ada apapun.

Apakah Kawan GNFI berani mendaki Gunung Merapi sambil menguji nyali di pasar gaib?

3. Benteng Vredeburg

Wisata mistis tidak melulu di tempat yang jauh dari keramaian. Di tengah kota yang riuh, ada pula tempat wisata mistis.

Di Jogja, tempat wisata mistis seperti itu adalah Benteng Vredeburg. Destinasi wisata itu memang terletak di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di seberang Gedung Agung Yogyakarta dan Titik Nol Kilometer, tidak jauh dari Jalan Malioboro.

Seperti halnya Gua Selarong, Benteng Vredeburg juga sejatinya adalah tempat bersejarah. Benteng ini adalah bangunan peninggalan era kolonial Belanda.

Benteng Vredeburg cocok menjadi lokasi wisata mistis karena mitosnya yang membuat merinding. GNFI sebelumnya juga telah membahas mitos ini di mana konon ada penampakan noni Belanda berkaki kuda serta penampakan sekelompok tentara tanpa kepala sedang berbaris di area benteng.

4. Makam Imogiri

Makam Imogiri adalah sebuah kompleks pemakaman tempat di mana bersemayamnya jasad para raja Mataram Islam tempo dulu. Sesuai namanya, lokasi makam ini adalah di Imogiri, Kecamatan Wukirsari, Kabupaten Bantul.

Makam Imogiri adalah pemakaman yang usianya termasuk tua. Menurut laman Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, Makam Imogiri mulai dibangun pada tahun 1554 Saka atau 1632 Masehi.

Makam Imogiri terletak di bukit bernama Bukit Merak, dan oleh karena itu juga nama asli makam ini adalah Pajimatan Imogiri. Nama tersebut dapat diartikan sebagai “tempat untuk jimat atau tempat pusaka”. Sementara itu, nama Imogiri sendiri berasal dari kata ima atau hima yang artinya berawan atau awan dan giri berarti gunung. Maka dari itu, Pajimatan Imogiri artinya yakni gunung berawan atau gunung tinggi tempat bersemayamnya jimat atau pusaka.

Pembangunan Makam Imogiri berawal dari langkah Sultan Agung selaku penguasa Mataram untuk membangun pemakaman keluarga kerajaan. Awalnya, makam tersebut tidak direncanakan dibangun di Bukit Merak, melainkan Bukit Girilaya. Namun, seorang pengawas pembangunan bernama Panembahan Juminah meninggal dan dimakamkan di Bukit Girilaya. Sultan Agung kemudian mencari lokasi pemakaman baru dan terpilihlah Bukit Merak.

Saat ini, Makam Imogiri telah menjadi tempat wisata sekaligus cagar budaya. Tempatnya terbuka bagi pengunjung yang ingin datang.

Tidak banyak cerita horor dari tempat ini. Kendati demikian, nuansa mistis Makam Imogiri justru hadir melalui kisah-kisah dari masa lampaunya. Misalnya seperti yang ditulis Suara.com bahwa ada anak tangga yang dibawahnya terdapat jasad manusia yang dikubur. Siapa sosok jasad tersebut menimbulkan tanda tanya. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah bangsawan pengkhianat bernama Tumenggung Endranata, ada pula yang mengatakan itu adalah Jan Pieterzoon Coen.

5. Rumah Putih Grezenberg

Rumah jadi tempat wisata mistis? Ya, begitulah yang terjadi di Sleman Yogyakarta. Ada rumah yang cocok didatangi wisatawan yang merasa punya nyali lebih.

Rumah tersebut adalah Wisma Widya Mandala atau Pesanggrahan Sarjanawiyata. Adapun nama lain yang lebih akrab di telinga Rumah Putih Grezenberg.

Rumah Putih Grezenberg adalah bangunan bersejarah yang dibangun pada era kolonial Belanda. Seperti dilansir IDN Times, bangunan ini dulunya merupakan markas perkumpulan misionaris Katolik Belanda atau Zending Club Huis.

Letaknya berada di Kaliurang, Sleman. Maka dari itu, lingkungan rumah ini berhawa sejuk karena berada di lereng Gunung Merapi.

Rumah Putih Grezenberg pernah mengalami kerusakan akibat letusan gunung pada 1994. Lalu pada tahun 1995, Bangunan dibangun kembali setelah diambilalih oleh Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa dan dinamai Wisma Widya Mandala.

Kawan GNFI yang tertarik mungkin ingin mencoba uji nyali di sana. Namun, jangan harap bisa datang malam hari. Sebab, hal itu tidak diizinkan sebab bangunannya banyak yang rusak sehingga berbahaya.

Menariknya, kisah horor Rumah Putih Grezenberg justru menyebut jika penampakan di sana kerap terjadi siang hari. Misalnya kemunculan asap misterius yang tidak disertai api hingga penampakan anak kecil yang berlarian.

Cocok Buat Healing Bareng Bestie, Ini 5 Tempat Wisata Alam di Jogja yang Begitu Indah

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini