Paduan Suara Mahasiswa Teknik UNDIP Sabet Empat Juara Sekaligus di Korea Selatan

Paduan Suara Mahasiswa Teknik UNDIP Sabet Empat Juara Sekaligus di Korea Selatan
info gambar utama

Teriakan yang penuh kebahagiaan dan raut wajah yang sumringah seketika muncul dari wajah anggota PSMT Undip tatkala mereka diumumkan sebagai juara utama.

Prestasi membanggakan datang lagi dari mahasiswa Indonesia. Kali ini, Paduan Suara Mahasiswa Teknik (PSMT) Universitas Diponegoro berhasil menjuarai 18th Busan Choral Festival & Competition di Korea Selatan yang diselenggarakan pada 19-22 Oktober 2022 lalu.

Acara ini adalah kompetisi paduan suara internasional yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Untuk tahun ini, total ada 36 tim dari 6 negara yang bersaing merebut juara. Mulai dari Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, Filipina, Singapura, dan Korea Selatan sendiri sebagai tuan rumah.

Tak tanggung-tanggung, mereka berhasil menyabet 4 kategori juara sekaligus, yaitu Grand Prix Champion, 1st Prize Winner for Classical Mixed & Equal Category, 3rd Prize Winner for Ethnic Category, serta The Best Presentation in Ethnic Category.

Paduan Suara Mahasiswa Teknik (PSMT) adalah salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Di bawah bimbingan Bagus S. Utomo sebagai coach, mereka memiliki rangkaian kegiatan bernama Aksa Swara Indonesia yang memang disiapkan untuk mengikuti berbagai kompetisi.

Pada kompetisi di Korea Selatan ini, PSMT mengirimkan 44 anggota dengan mengikuti dua kategori lomba, yaitu classical mixed dan ethnic/traditional.

Menurut Ernest Nehemia sebagai anggota PSMT Undip sekaligus Wakil Ketua dari Aksa Swara Indonesia, mereka punya alasan tertentu mengambil kategori tersebut. Salah satunya adalah ingin membuat budaya Indonesia bisa lebih dikenal pada kancah Internasional.

“Kalau untuk kategori classical mixed yang terdiri atas musik romantik, renaissance, dan kontemporer, kami ingin menunjukan kualitas PSMT dalam mengolah suara. Sebab, setiap lagu menggunakan teknik bernyanyi yang berbeda dan PSMT Undip mampu membuat suasana yang berbeda di setiap lagunya,” ujar Ernest kepada GNFI pada Kamis, (27/10/2022).

Ada 5 karya yang dibawakan dalam kategori classical mixed. Yaitu Mahakali (Bagus S. Utomo), Readymade Alice (Perttu Haapanen), Ergebung (Hugo Wolf), Fair Phyllis (John Farmer), serta Fajar & Senja II (Ken Steven).

Sementara untuk lagu ethnic, mereka membawakan lagu Soleram (Josu Elberdin), Malin (Bagus S. Utomo), dan Benggong (Ken Steven).

Berjaya di Bridge Championship Asia Cup 2022, Indonesia Sah Jadi Jawara Bridge Asia

Sempat terkendala biaya

Paduan Suara Mahasiswa Teknik (PSMT) Undip | @psmtundip (Instagram)
info gambar

Persiapan lomba ini mereka lakukan selama kurang lebih 6 bulan, yaitu sejak April 2022. Mulanya, mereka sempat melakukan latihan secara daring terlebih dahulu, sebab waktu itu masih terkendala pandemi. Sejak Mei, mereka baru melakukan latihan penuh secara luring.

Tak cuma itu, PSMT juga sempat mengalami kendala akan biaya. Namun, mereka tetap berusaha agar bisa tetap berkontribusi pada kompetisi di Korea Selatan tersebut.

“Kami kesusahan mendapat sponsor dari berbagai corporate social responsibility (CSR) yang biasanya kami gunakan. Jadi, pendanaan kebanyakan dari donasi dan dana usaha. Puji Tuhan, akhirnya tim kami bisa berangkat berkompetisi ke Busan, Korea Selatan” ujar Ernest.

Kedepannya, Ernest sebagai pemuda punya harapan agar anak muda Indonesia bisa terus mengembangkan minat dan bakatnya agar bisa memberikan prestasi yang membanggakan.

“Semoga PSMT Undip dapat terus mencetak prestasi yang luar biasa, semoga paduan suara Indonesia, dan anak-anak muda Indonesia mau untuk terus mengembangkan minat dan bakatnya serta terus berkembang menumbuhkan prestasi!” pesan Ernest.

Selain PSMT Undip, ada pula paduan suara mahasiswa lain yang turut menyabet juara, yaitu Paduan Suara Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang mendapatkan penghargaan untuk best conductor dan juara 2 untuk kategori ethnic. Selain itu, ada pula Vocalista Harmonic Choir ISI Yogyakarta yang menjadi juara 1 kategori ethnic.

Sabet Perunggu, Indonesia Bersinar Lagi di Ajang MTQ Internasional

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MM
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini