Sepak Takraw yang Selama Ratusan Tahun Menjadi Olahraga Orang Asia Tenggara

Sepak Takraw yang Selama Ratusan Tahun Menjadi Olahraga Orang Asia Tenggara
info gambar utama

Sebagai masyarakat Indonesia, mungkin kita sudah mengenal atau paling tidak sudah tidak asing mendengar nama olahraga sepak takraw. Olahraga yang mengandalkan kaki sebagai bagian tubuh utama yang digunakan ini memang bisa dikatakan cukup unik.

Sebenarnya kepopuleran olahraga ini tidak hanya ada di masyarakat Indonesia saja, namun di negara-negara Asia Tenggara lain, mulai dari Malaysia, Singapura, Thailand, Fililina, maupun Laos.

Namun, tahukah Anda bagaimana awal mula terciptanya sepak takraw hingga berkembang sampai sekarang?

Perbedaan Tradisi Pencak Silat Indonesia dan Silat Malaysia Yang Sama-Sama Menjadi Warisan Budaya Dunia

Olahraga khas Asia Tenggara

Wikimedia Commons
info gambar

Sebagai olahraga yang memang populer di kawasan Asia Tenggara, tentunya hal ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah kelahiran olahraga ini yang memang sudah menjadi permainan masyarakat sejak ratusan tahun lalu.

Memang, ada berbagai sumber yang menyebutkan mengenai catatan riwayat permainan ini yang sudah dimainkan sejak lama.

Mengenai negara mana yang awalnya menjadi tempat awal mula terciptanya sepak takraw juga memiliki berbagai versi, misal Malaysia dan Thailand adalah pionir dari olahraga ini.

Salah satunya adalah mengenai informasi yang menunjukkan bahwa permainan ini sudah ada sejak zaman Kesultanan Melayu. Kerajaan ini berdiri sekitar abad ke-7, kurang lebih pada 634-713 masehi.

Dari versi Thailand, takraw sendiri sudah ada sejak masa pemerintahan Raja Naresuan dari Kerajaan Ayutthaya. Satu olahraga yang menjadi inspirasi dari terciptanya permainan ini adalah caju, olahraga khas Tiongkok.

Pengenalan sepak takraw sendiri juga tidak terlepas dari orang Tiongkok yang kerap memainkan permainan ini. Pada masa Kesultanan Melayu ini, sepak takraw disebut sebagai sepak raga.

Sementara mengenai etimologi mengapa olahraga ini disebut sebagai 'sepak' bersumber dari Bahasa Melayu yang artinya menendang. Sementara kata 'takraw' sendiri diambil dari bola yang digunakan untuk memainkannya dan terbuat dari rotan. Yang mana, bola rotan ini dalam Bahasa Thailand disebut sebagai 'takraw'.

Perlahan, kepopuleran takraw semakin berkembang ke berbagai negara Asia Tenggara, termasuk di tanah air yang juga masih satu rumpun sebagai Melayu dan berbagai wilayah di Indonesia, bahkan hingga ke Sulawesi.

Setiap daerah punya berbagai penamaan tersendiri untuk olahraga sepak takraw, misalnya Marraga-Akraga di Sulawesi Selatan, Cepak di Bengkulu, atau Sepak Rago di Jambi. Perdebatan panjang pun turut menghiasi bagaimana penetapan sejarah dari olahraga satu ini.

Namun mengingat wilayah Asia Tenggara sendiri memang tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kebudayaannya satu sama lain, maka International Sepaktakraw Federation (ISTAF) memutuskan untuk menyebutnya sebagai olahraga asli dari Asia Tenggara

Sejarah Hari Ini (24 Juni 2007) - Lapangan Sepak Takraw Pantai Terbanyak di Bengkalis

Sepak takraw dan kompetisi

Sepak takraw memang cukup unik, sebab permainannya merupakan gabungan dari berbagai jenis olahraga. Misalnya saja lapangannya yang menggunakan lapangan bulu tangkis, permainan yang seperti bola voli tetapi dimainkan dengan kaki layaknya sepakbola, serta aturan mengenai bola yang tak diperbolehkan menyentuh tanah.

Secara permainan yang demikian, dalam pelaksanaannya sepak takraw terdiri atas dua tim yang saling bersaing. Biasanya, satu tim yang bermain di lapangan terdiri dari tiga orang.

Dalam perkembangannya pula, sepak takraw terus berkembang dengan berbagai perubahan dari cara bermain, hingga akhirnya terciptalah peraturan yang ada seperti sekarang.

Kini, takraw juga telah menjadi cabang olahraga dalam berbagai kompetisi, seperti Asian Games dan SEA Games. Olahraga ini juga memiliki kompetisi bergengsinya tersendiri yang bernama King's Cup Sepaktakraw World Championship.

Meskipun begitu, sepak takraw memang belum termasuk ke dalam cabang olahraga olimpiade. Namun, jalan untuk mencapainya masih terus diupayakan hingga sekarang.

Indonesia Incar Tuan Rumah Olimpiade 2036, Pendekatan Tahap Awal Berjalan Mulus?



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MM
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini