Owa Jawa, Primata Zona Asiatis Bersuara Nyaring yang Langka dan Terancam Punah

Owa Jawa, Primata Zona Asiatis Bersuara Nyaring yang Langka dan Terancam Punah
info gambar utama

Owa jawa merupakan primata endemik yang spesifik hidup di Jawa Barat serta sebagian Jawa Tengah. Hewan ini tergolong fauna Asiatis.

Sebagaimana diketahui bahwa keanekaragaman fauna di zona bagian barat Indonesia mendapat pengaruh dari fauna dari wilayah Asia. Tak hanya di Indonesia saja, owa sendiri secara umum juga banyak ditemukan di negara lain. Terutama di berbagai negara dengan iklim hutan hujan tropis dan subtropis. Misalnya, di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur.

Artikel ini akan mengulas serba-serbi owa jawa mulai dari ciri-ciri fisiknya, habitat, makanan, sifat dan perilakunya yang unik, status konservasi, serta bagaimana mencegahnya dari kepunahan.

Apa itu Owa Jawa?

apa itu owa jawa
info gambar

Owa jawa atau silvery gibbons (Javan gibbons) adalah salah satu jenis primata yang hidup di Pulau Jawa, Indonesia. Fauna ini memiliki nama ilmiah Hylobates moloch dan termasuk dalam famili Hylobatidae dan genus Hylobates. Sementara dilihat dari subspesies-nya Hylobates moloch (owa jawa) terdiri dari:

  • Hylobates moloch moloch (Owa jawa barat)
  • Hylobates moloch pongoalsoni (Owa jawa tengah)

Ciri-Ciri Owa Jawa:

tengkorak owa jawa
info gambar

Ciri-ciri fisik primata owa jawa adalah sebagai berikut:

  1. Ukuran tubuh: Primata owa jawa memiliki tubuh ramping dengan panjang tubuh hingga 70 cm dan tinggi hingga 90 cm.
  2. Berat: owa jawa dewasa memiliki berat sekitar 7-8 kg. owa betina lebih berat dibanding owa jantan.
  3. Warna bulu: Primata owa jawa memiliki bulu yang berwarna abu-abu di badan. Sementara yang bagian wajahnya berwarna hitam. Bulu-bulu ini menutupi tubuh kecuali jari, ketiak, wajah, telapak tangan dan kaki.
  4. Kepala: Primata owa jawa memiliki kepala dengan wajah sempit berwarna hitam. Hewan ini memiliki gigi taring.
  5. Tungkai dan tangan: Primata owa jawa memiliki tangan dan tungkai yang panjang dan kuat, yang memungkinkan mereka untuk beraktivitas seluruhnya dari atas pohon (arboreal) dan selalu berayun dengan tangan maupun tungkainya yang lincah.
  6. Masa hidup: Usia owa jawa bisa mencapai 15-35 tahun di alam bebas.

Baca juga: Gajah Sumatera: Kenali Habitat, Ciri-Ciri, dan Populasinya

Habitat

Primata owa jawa merupakan salah satu hewan langka yang populasinya diperkirakan terus menurun. Menurut data dari situs gibbonesia populasi owa jawa sekitar 900-1200 individu.

Terkini primata dengan wajah hitam ini ditemukan terbatas di beberapa daerah di Pulau Jawa, seperti di hutan di daerah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, hutan di daerah Taman Nasional Ujung Kulon, Hutan Lindung Petungkriyono, Kab. Pekalongan, serta kawasan Gunung Halimun, Gunung Salak, dan Gunung Dieng.

Makanan yang Dikonsumsi

Owa jawa merupakan primata yang mengonsumsi buah-buahan, biji-bijian, dan tumbuh-tumbuhan. Primata ini juga dikenal sebagai primata yang sangat aktif, dan sering bergantung pada pohon-pohon di hutan.

Keunikan Owa Jawa

Ciri khas dan keunikan perilaku owa Jawa di antaranya:

1.Bernyanyi dengan suara khas di pagi hari.

Suara nyanyian owa jawa tak hanya menjadi "sinyal" eksistensi mereka. Tetapi juga menjadi tanda tersendiri. Melansir dari swaraowa, owa betina memang bertugas untuk bernyanyi dengan suara melengking di pagi hari. Nyanyian si Betina disebut "great call" yang disuarakan sebagai peringatan bagi kelompok lain tentang batas-batas area teritorialnya agar tidak dimasuki kelompok lain.

Uniknya, dibandingkan owa betina yang bersuara dengan tempo tertentu di saat matahari telah bersinar, owa jantan biasanya bernyanyi saat subuh. Selain itu, owa jantan bersuara dengan nyaring untuk mengadang hewan atau owa kelompok lain yang memasuki teritorinya.

2. Hanya kawin dengan satu pasangan saja seumur hidup.

Saat salah satu owa Jawa mati, pasangannya akan terus setia dengan tidak kawin lagi. Kebiasaan monogami primata satu ini secara tak langsung memengaruhi perkembangan populasinya. Satwa yang ditinggal mati pasangannya umumnya akan stres, bahkan kemungkinan ikut mati.

Untuk mengantisipasinya hal tersebut, umumnya dilakukan upaya mencarikan pasangan bagi owa Jawa. Meskipun hal tersebut membutuhkan waktu lama dan biaya yang tak sedikit, upaya tersebut setidaknya membantu mengatasi kelangkaan owa Jawa dan mempertahankan populasinya agar tak makin menyusut dari tahun ke tahun.

3. Termasuk primata diurnal

Diurnal berarti hewan tersebut aktif pada saat siang hari dan tidur di malam hari. Owa jawa termasuk primata diurnal yang hanya beraktivitas sepanjang pagi atau siang hari dalam waktu sekitar 10 jam sehari.

4. Menghabiskan sepanjang waktu di atas pohon (satwa arboreal)

Owa jawa mampu tidur, duduk, berayun, dan menghabiskan waktunya secara keseluruhan di atas pohon. Hal ini karena adanya daging tanpa saraf atau ischial callosities di bagian pinggul.

Adanya bantalan ini pun menguntungkan mereka untuk leluasa memposisikan diri dengan bentuk yang tetap nyaman meski di atas pohon. Termasuk untuk makan, duduk, hingga tidur di selipan dahan-dahan pohon.

Baca juga: Mengenal Kukang Jawa: Salah Satu Hewan yang Dilindungi di Indonesia

Status Konservasi Owa Jawa

persebaran owa jawa

Menurut data daftar hewan yang dirilis di IUCN yang diakses Desember 2022, owa jawa berstatus Terancam Punah(endangered). Penyebab berkurangnya populasi satwa ini terutama akibat sejumlah faktor:

1.Berkurangnya area hutan besar di Pulau Jawa menjadi area hutan yang lebih kecil

Hal ini sebagai dampak peralihan hutan menjadi lahan bercocok tanam, pemukiman penduduk, maupun pembangunan yang masif di kawasan yang merupakan habitat owa Jawa.

2. Adanya degradasi hutan

Degradasi atau penurunan kualitas dan kuantitas keanekaragaman tumbuhan yang menjadi pelindung tempat tinggal owa jawa sekaligus sumber makanan. Menjadikan satwa ini pun berpindah mencari tempat tinggal lain.

3. Kasus perburuan dan perdagangan hewan liar ilegal

Primata ini juga sering menjadi target perburuan liar dan perdagangan satwa sebagai peliharaan. Tak jarang terjadi pula penculikan bayi-bayi owa jawa untuk dijual sehingga menyebabkan induk owa menjadi stres, sakit, dan mati.

Bagaimana Melindungi Owa Jawa dari Kepunahan?

status konservasi owa jawa
info gambar

Berikut ini upaya untuk menjaga fauna endemik yang berkerabat dengan siamang ini:

1. Bekerja sama melestarikan owa di Jawa dengan upaya penyelamatan dan rehabilitasi di sejumlah lembaga konservasi

Seperti kerja sama yang dilakukan Javan Gibbon Center (JGC) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Yayasan owa jawa, Yayasan Konservasi Indonesia, Universitas Indonesia, PT Pertamina EP Zona 7 Subang Field serta Silvery Gibbon Project (SGP).

Setidaknya kerja sama pelestarian dan rehabilitasi owa jawa ini berhasil melindungi dan melepasliarkan 37 owa jawa ke hutan lindung Malabar sejak 2013.

2. Mengawasi dan memperbarui informasi setelah pelepasliaran owa jawa di hutan lindung

Tim pelestarian perlu mengecek apakah individu yang dilepasliarkan berhasil hidup di alam bebas, bagaimana kemampuan adaptasi, sekaligus kondisi populasinya. Tim juga perlu menjaga agar owa Jawa yang dilepas dapat hidup dengan baik sehingga populasi tetap stabil bahkan meningkat.

3. Rutin menegakkan patroli hutan yang dilakukan para polisi hutan

Patroli hutan penting dilakukan untuk mencegah perburuan liar. Pemerintah sendiri berupaya menjaga pelestarian owa jawa dengan menetapkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. P92 tahun 2018 tentang perubahan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. P20 tahun 2018 tentang Perlindungan Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi yang diterbitkan pada Tgl. 1 Agustus 2018.

4. Melibatkan seluruh stakeholder untuk menjaga owa jawa

Setidaknya diperlukan kerja sama antara 12 stakeholderuntuk menjalankan fungsinya masing-masing dalam menjaga kelestarian owa jawa. Kedua belas stakeholder tersebut adalah pemerintah, BUMN, organisasi relawan, lembaga masyarakat, lembaga swasta, serta masyarakat.

Sumber:

https://ksdae.menlhk.go.id/assets/news/peraturan/Permen_LHK_No.92_Tahun_2018-Perubahan_P_.20_TSL_dilindungi_.pdf

https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/84588

https://swaraowa.org/nyanyian-owa-jawa-diva-di-tengah-rimba/

https://gibbonesia.id/mengenal-lebih-jauh-habitat-owa-jawa-serta-ancamannya/

https://primata.ipb.ac.id/hewan-primata-6-fakta-menarik-tentang-owa-gibbon/

https://museum.biologi.ugm.ac.id/2021/01/07/owa-jawa/

https://ksdae.menlhk.go.id/info/11006/kisah-baru-kehidupan-tiga-keluarga-owa-jawa-di-hutan-lindung-malabar.html

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan R. Putra lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel R. Putra.

Terima kasih telah membaca sampai di sini