Memadukan Hidangan dengan Kerajinan Tangan

Memadukan Hidangan dengan Kerajinan Tangan

Salah satu hasil karya peserta di Restoran KAUM Jakarta © LTKL

  • Di hari kedua acara "A Taste of Kalimantan: Eksplorasi Rasa dan Kebudayaan Kabupaten Sintang", peserta diajak memadukan hidangan dengan kerajinan tangan.
  • Sebelum menyantap hidangan khas Sintang, peserta membuat karya lukis di atas tas kanvas.
  • Acara kali ini dihadiri 40 orang peserta.

Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) bekerja sama dengan Restoran KAUM Jakarta mengadakan acara bertema “A Taste of Kalimantan: Eksplorasi Rasa dan Kebudayaan Kabupaten Sintang”. Di hari kedua (24/5), peserta diajak memadukan hidangan khas Sintang dengan kerajinan tangan.

Perpaduan yang dimaksud adalah membuat karya lukis di sebuah totebag sebelum merasakan kenikmatan makanan khas Sintang. Peserta dipersilakan menuangkan kreativitasnya untuk menggambar sesuai selera di totebag yang telah disediakan.

“Saya sangat senang bisa berkenalan dan diberi kesempatan untuk berkolaborasi dengan LTKL dan Kabupaten Sintang. Indonesia tuh keren dan kaya banget potensinya. Sebagai seorang content creator membuat karya untuk Indonesia adalah dengan memperkenalkan kekayaan dan keragaman kuliner serta budayanya,” ujar Kathrina, salah satu pembuat konten yang diundang LTKL.

Sebanyak 40 peserta hadir di Restoran KAUM Jakarta, yang berasal dari kalangan pembuat konten, influencer, serta perwakilan komunitas. Mereka ngabuburit Bersama dengan membuat karya di atas tas kanvas.

BACA JUGA: Mencicipi Kuliner Khas Sintang, Rasanya Nendang!

Keunikan terong asam dayak, daun sengkubak, gambar rumah betang ensaid panjang hingga gambar bukit kelam menghiasi karya-karya peserta.

Salah satu karya yang menarik perhatian dan paling banyak digambar peserta hari ini adalah gambar aneka bahan makanan dan minuman dari hutan yang sejak awal acara menghiasi meja peserta.

Antusiasme tinggi para peserta melukis di tas kanvas | Foto: LTKL

Perpaduan antara buah asam maram, mentimum Sintang, asam kandis, terong asam Dayak, dan daun sengkubak menghasilkan sebuah karya penuh makna dengan sentuhan khas Kabupaten Sintang.

Selain berkarya, peserta acara juga mendapat inpsirasi keunikan Kabupaten Sintang melalui santapan khas yang menggunakan bahan baku dari hutan.

BACA JUGA: Yuk ke Kelam Tourism Festival 2019!

Alunan alat musik sape oleh musisi asli Sintang, Baby Borneo, juga melarutkan peserta dalam suasana alami Sintang.

Merangkai kolaborasi dengan content creator, influencer, dan teman-teman komunitas ini merupakan langkah awal untuk melebarkan inisiatif-inisiatif lestari dari LTKL.

Pengaruh para peserta di era digital ini akan menjadi gerbang pembuka untuk mengangkat inisiatif lestari, sebuah aksi dari kabupaten untuk meningkatkan ekonomi dengan penjagaan alam.**

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pesona Alam Lembah Harau Sumatera Barat Sebelummnya

Pesona Alam Lembah Harau Sumatera Barat

Mengenal Lebih Dekat P2P Lending dan Fintech di Indonesia Selanjutnya

Mengenal Lebih Dekat P2P Lending dan Fintech di Indonesia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.