'Expatriate Dream', Karya Indonesia di Festival Film Hollywood

'Expatriate Dream', Karya Indonesia di Festival Film Hollywood

Syuting film 'Expatriate Dream' © KJRI LA

  • Sebuah film karya anak bangsa ditayangkan di festival film Hollywood.
  • Film tersebut berjudul Expatriate Dream.
  • Arvin Sutedja adalah sutradara film ini. Ia merupakan mahasiswa Indonesia pertama yang lulus dari jurusan perfilman di Loyola Marymount University (LMU)

Film karya anak bangsa berjudul Expatriate Dream ditayangkan di Los Angeles Short International Film Festival 2019. Film yang disutradarai Arvin Sutedja ini menggambarkan sebuah kisah nyata mengenai seorang wanita yang ingin bekerja di Amerika Serikat untuk menafkahi keluarganya. Namun, sesampainya di Amerika, ia justru tertipu.

Arvin mengambil kisah ini karena terinspirasi dari sebuah kisah nyata yang ia baca dari salah satu media Indonesia. Kisah nyata ini tentang seorang WNI yang ingin mencari suaka di luar negeri, tapi ia justru masuk ke jaringan perdagangan manusia.

Peristiwa itu dianggapnya menjadi sesuatu yang relevan bagi ribuan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri yang masih mendapatkan perlakuan tidak pantas oleh majikan atau pun penyalurnya.

Selain itu, film Expatriate Dream juga sesuai dengan misinya yang ingin mengedepankan representasi Asia dalam dunia Hollywood.

BACA JUGA: Science Film Festival; Mulai dari Penayangan Film Sains hingga Kompetisi Sains

“Gue ingin menunjukkan dua karakter wanita Asia (Selena O’Sullivan dan Uli Auliani) yang tidak conform dengan stereotip Hollywood yang sering kali menggambarkan wanita Asia sebagai karakter yang eksotis, pasif dan lemah lembut saja,” ujar Arvin, dikutip dari siaran pers yang diterbitkan KJRI LA.

Los Angeles dipilih sebagai latar film karena kota tersebut sangat diverse. Tapi sayangnya, di Hollywood sendiri masih ada stereotip-stereotip terhadap ras atau entitas tertentu.

“Maka dari itu, gue ingin berkontribusi untuk mengedepankan representasi karakter-karakter minoritas (khususnya Asia dan Indonesia) yang empat dimensional, supaya orang tidak dengan mudah mengotakkan etnisitas/ras tertentu ke dalam satu box,” imbuh Arvin.

Penayangan film di LA Shots Fest | Foto: KJRI LA

Lebih lanjut, Arvin mengaku dulunya adalah anak yang pemalu dan pendiam, lalu akhirnya menemukan wadah self-expression melalui storytelling. Dari sinilah ia mulai berkreasi melalui gambar-gambar komik, lukisan, membuat cerpen hingga bermain instrumen lagu seperti piano dan gitar.

Ia sendiri merupakan mahasiswa Indonesia pertama yang lulus dari jurusan perfilman di Loyola Marymount University (LMU). Sebagaimana diketahui, jurusan perfilman di LMU masuk ke dalam peringkat 10 teratas jurusan perfilman terbaik di dunia.

BACA JUGA: Karya Sineas Lokal yang Tampil di Busan International Film Festival

Los Angeles Short International Film Festival adalah salah satu festival film pendek paling bergengsi dan terbesar di dunia. Festival film pendek yang lebih dikenal dengan LA Shorts Fest ini juga merupakan penyelenggara pertama dan terlama yang menayangkan film pendek di Los Angeles.

Sekitar kurang lebih 8 ribu penonton setiap tahunnya, termasuk para sineas perfilman Hollywood, datang menghadiri festival film pendek tersebut.**

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Goro-Goro: Mahabarata 2. Tentang Citra Pemimpin yang Diimpikan Sebelummnya

Goro-Goro: Mahabarata 2. Tentang Citra Pemimpin yang Diimpikan

Ada Desainer Indonesia di Film Frozen 2 Selanjutnya

Ada Desainer Indonesia di Film Frozen 2

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.