Serba-serbi Tol Layang Pertama di Indonesia

Serba-serbi Tol Layang Pertama di Indonesia

Pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek © pu.go.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • Mengulik serba-serbi tol Jakarta-Cikampek II yang baru saja dioperasikan.
  • Ini adalah jalan tol layang pertama dan terpanjang di Indonesia.
  • Tol Japek II dibangun untuk membedakan arus kendaraan komuter dan jarak jauh.

Minggu (15/12) kemarin jalan tol layang pertama dan terpanjang di Indonesia telah beroperasi. Jalan tol bernama Jakarta-Cikampek II atau biasa disingkat Japek II ini sebelumnya juga sudah diresmikan Presiden RI, Joko Widodo, pada 12 Desember 2019.

Selain menjadi tol layang pertama dan terpanjang di Indonesia, tol Japek II bersama Japek I juga menjadi tol bertingkat (double decker motorway) pertama di Tanah Air. Ini dikarenakan keberadaan tol Japek II yang tepat di atas tol Japek I.

Pembangunan tol Japek II sendiri dilakukan untuk memisahkan jalur komuter Jakarta-Bekasi-Cikarang, dengan jalur perjalanan jauh seperti dari dan ke Cirebon, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Membentang sepanjang 39 kilometer, tol Japek II bisa digunakan mulai Simpang Susun Cikunir (Km 9) sampai Gerbang Tol Karawang Barat (Km 48) atau sebaliknya. Jalan tol ini terdiri dari empat lajur (masing-masing dua lajur tiap arah), dengan batas kecepatan minimal-maksimal adalah 60-80 Km/jam.

BACA JUGA: 66 dari 99 Km Tol Balikpapan-Samarinda Siap Beroperasi

Meski keberadaan tol Japek II bisa membuat arus lalu lintas jadi lebih lancar, pengguna tetap diimbau untuk berhati-hati. Pasalnya, kontur jalan di tol ini bergelombang, dikarenakan setiap 180 meter ada sambungan.

Mengenai tarifnya, tol Japek II bisa digunakan secara gratis sampai akhir tahun. Meski demikian, yang gratis sekarang hanya tol layangnya saja. Saat menggunakan jalan tol sebelum Japek II, pengguna jalan tetap harus membayar tol dengan harga normal.

“Untuk arah Cikampek, pengguna jalan dapat melalui Jalan Tol Dalam Kota dari arah Halim/Cawang dan masuk ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) melalui akses di Km 10 Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah,” terang Corporate Communication & Community Development Group Head PT. Jasa Marga (Persero) Tbk., Dwiwawan Heru, dikutip dari Liputan6.com.

“Sedangkan untuk pengguna jalan yang menuju arah Jakarta dapat masuk di Karawang Barat melalui akses Km 48 Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah yang nantinya dapat keluar di Simpang Susun Cikunir Km 10 Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah arah Halim/Cawang, keluar ke Jalan Tol JORR arah Jatiasih dengan membayar tarif Jalan Tol JORR di Gerbang Tol (GT) Cikunir 6 serta keluar ke Jalan Tol JORR arah Rorotan dengan membayar tarif Jalan Tol JORR di GT Cikunir 8,” lanjut Heru.

Ia juga menjelaskan untuk pengguna jalan dari arah Jalan Tol JORR dari arah Jatiasih, pengguna jalan dapat masuk melalui akses Km 45 Jalan Tol JORR, sementara untuk pengguna jalan dari arah Rorotan masuk di akses Km 46 Jalan Tol JORR.

BACA JUGA: Ini Perbedaan Jalur dan Lajur, Sudah Tahu?

Pembangunan tol Japek II memakan waktu dua tahun. Selama masa pengerjaan, proyek ini harus berbagi waktu dengan dua proyek besar lainnya, yakni LRT Jabodebek dan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Referensi: Liputan6.com| gridoto | CNN Indonesia

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Pesan Perdamaian Melalui Rumah Sakit Indonesia di Myanmar Sebelummnya

Pesan Perdamaian Melalui Rumah Sakit Indonesia di Myanmar

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru Selanjutnya

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

1 Komentar

  • Safruddin

    Kalo dibilang tol layang pertama kayaknya salah deh, Tol dalam kota yg melintasi Ancol itu tol layang pertama di Indonesia

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.