Kabar Baik Soal Penanganan Covid-19 di Indonesia

Kabar Baik Soal Penanganan Covid-19 di Indonesia
info gambar utama

Kawan GNFI, di tengah banyaknya kabar terkait wabah Covid-19 yang menerpa Indonesia, ternyata tersisip sinar terang di antara kabar-kabar itu.

Kabar baik itu merupakan hasil jerih payah dan upaya yang terus dilakukan soal penanganan dan pengendalian wabah ini yang terus digenjot oleh pemerintah. Selain itu, semakin banyak orang baik yang bermurah hati.

Jika dihimpun, sekira ada 4 kabar baik yang bisa kita lihat melalui beragam upaya, baik oleh pemerintah, ilmuwan dan peneliti, instansi pendidikan/universitas, pun produsen/manufaktur.

Kabar-kabar tersebut adalah;

Pasien Sembuh Covid-19 Makin Banyak

Terkait kabar soal data kasus Covid-19 di Indonesia, saat ini total kasus mencapai 8.882 kasus. Meski demikian, dalam beberapa hari terakhir, tren kenaikan pasien sembuh lebih tinggi ketimbang jumlah kasus kematian. Hingga Minggu (26/14/2020) pukul 12 siang, datanya sebagai berikut:

  • Sekitar 7.032 pasien masih dirawat,
  • Sebanyak 743 pasien meninggal, dan
  • 1.107 pasien sembuh.

Merujuk data itu, bahwa upaya yang dilakukan lintas sektoral dan masyarakat membuahkan hasil. Masyarakat yang sadar atas bahaya wabah ini pun kian banyak, sehingga memutuskan menjalankan mandatori pemerintah dan melaksanakan upaya menjaga jarak antar-sesama.

kabar baik covid-19

Baca juga:

PT DI dan PT Pindad Berhasil Membuat Ventilator

Kabar baik lainnya datang dari PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Pindad, yang berhasil membuat ventilator untuk menangani kasus-kasus Covid-19 di Indonesia. Ventilator tersebut telah dikonfirmasi lulus uji produk dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dalam dunia medis, ventilator merupakan mesin yang dapat membantu pasien untuk bernapas, dengan cara kerja membantu memasukkan lebih banyak oksigen ke paru-paru dan mengeluarkan karbon dioksida.

Menukil psb.org, ventilator merupakan peralatan teknologi yang cukup mewah dan dirancang untuk membantu sseseorang bernapas dengan lebih efektif.

Penelitian untuk pembuatan purwarupa (prototype) ventilator sebenarnya sudah dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Di antaranya Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), yang keduanya bekerja sama dengan PT Pindad dan PT DI untuk diproduksi secara massal.

Alat ventilator buatan PT DI merupakan hasil kongsi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Ventilator portabel itu diberi nama Ventilator Indonesia (Vent-I).

Setelah lulus uji produk dan klinis, disebutkan ventilator itu dapat diproduksi sebanyak 500 unit per pekannya. Ventilator ini sejatinya ditujukan bagi pasien Covid-19 yang masih mampu bernapas secara mandiri.

Sementara PT Pindad mampu memproduksi sebanyak 40 unit ventilator setiap minggunya. Ventilator ini akan digunakan bagi pasien Covid-19 yang kesulitan bernapas.

Reagen PCR Tiba di Indonesia

Dalam keterangan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, ia menyebut pemerintah telah mendatangkan sekiranya 479.500 zat reagen untuk pemeriksaan pasien Covid-19. Zat kimia itu akan digunakan melalui metode Plymerase Chain Reaction (PCR).

Reagen-reagen PCR tersebut didatangkan langsung dari Korea Selatan dan Tiongkok, yang rencananya akan langsung didistribusikan ke 22 provinsi di Indonesia untuk digunakan pada 51 laboratorium yang ada.

Soal alokasi dari jumlah reagen PCR pun berbeda-beda untuk setiap wilayahnya, yakni;

  • DKI Jakarta 52.000 reagen,
  • Jawa Tengah 50.000 reagen,
  • Jawa Timur 41.000 reagen,
  • DI Yogyakarta 25.000 reagen,
  • Jawa Barat 21.000 reagen, dan
  • Banten 10.000 reagen.

Meski Gugus Tugas Covid-19 pun sudah menyiapkan pengiriman, namun sejumlah perwakilan daerah telah datang langsung untuk mengambil zat reagen PCR itu, karena membutuhkan sesegera mungkin.

kabar baik covid-19
info gambar

Baca juga:

Pemerintah dan Universitas Siap Produksi Reagen PCR

Selain mengimpor, nyatanya pemerintah berniat memproduksi reagen PCR secara mandiri. Demikian kata Ketua Tim Pakar Gugus Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.

Wiku menjelaskan, produksi reagen PCR ini sedang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama sejumlah universitas.

Reagen merupakan zat atau senyawa yang dibutuhkan untuk melakukan proses tes swab dengan metode PCR. Untuk upaya saat ini, Indonesia masih mengimpor reagen dari sejumlah negara untuk mencukupi kebutuhan yang diperlukan dalam uji spesimen Covid-19 melalui metode PCR.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini