Mengenal Podcast, Konten Digital Audio Masa Depan

Mengenal Podcast, Konten Digital Audio Masa Depan
info gambar utama

Siapa yang tak kenal dengan podcast? Konten digital berupa audio satu ini sekarang sedang menjamur, khususnya di kalangan para milenial. Sebenarnya, apa sih podcast itu?

Dilansir dari liputan6.com, podcast merupakan rekaman audio yang dapat didengarkan oleh khalayak ramai. Berisi banyak informasi dengan beragam variasi, sehingga membuat podcast dikonsumsi oleh kalangan muda untuk menambah pengetahuan tentang banyak hal.

Podcast bisa dilakukan secara monolog ataupun berbincang bersama dengan narasumber. Di podcast juga, ada banyak hal yang bisa dibahas. Mulai dari topik pengembangan diri, self awareness, keresahan diri akan suatu hal, hingga topik yang sedang hangat diperbincangkan.

Podcast sudah booming di luar negeri, seperti Amerika dan Australia sejak tahun 2007. Sedangkan di Indonesia sendiri, orang-orang Indonesia mulai mendengarkan podcast sejak tahun 2012 dan kini semakin booming seiring terjadinya wabah pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk tetap di rumah dengan melakukan berbagai aktivitas melalui daring.

Melihat fenomena tersebut, Good News From Indonesia kembali mengadakan Web Seminar (Webinar) ke-12 bertajuk “Get Started With Your Own Podcast” bersama Iqbal Hariadi selaku Host Podcast Subjective, pada Kamis (14/5) lalu.

Poster Webinar | Foto: GNFI
info gambar

Di awal, Iqbal menjelaskan bahwa podcast memiliki potensi yang cukup besar di masa depan. Ada tiga alasan yang menyertai pernyataan Iqbal tersebut. Menurut Iqbal, jika dibandingkan dengan konten digital lainnya, podcast adalah konten yang paling mudah untuk dibuat dan satu-satunya jenis konten audio yang bisa dinikmati sembari mengerjakan hal lainnya (multitasking).

Selain itu, sudah banyak perusahaan besar yang berinvestasi di audio. Sebut saja merk terkemuka di dunia, seperti Apple, Amazon, dan Google yang memiliki device khusus audio.

Kemudian bisa dilihat pula, saat ini banyak platform berbasis audio sedang “berperang” untuk mendapatkan perhatian banyak orang. Seperti halnya Spotify yang sudah mengakusisi Anchor sebagai pertanda keseriusannya untuk mengembangkan konten digital audio. Begitupun dengan Google, yang 50% pencariannya sudah menggunakan audio hanya dengan mengatakan “Halo Google…”.

Lantas, apa saja hal yang perlu dipersiapkan ketika akan membuat podcast?

Seperti yang sudah dikatakan di atas, podcast adalah konten digital yang sangat mudah untuk dibuat. Kawan GNFI hanya membutuhkan empat alat, yaitu recorder sebagai alat rekam, laptop atau handphone untuk proses sunting, internet untuk mengunggah podcast, dan aplikasi Anchor sebagai platform mengunduh podcast.

Anchor FM platform untuk podcast | Foto: routenote.com
info gambar

Mudah, bukan? Tentu. Hanya saja, Kembali muncul pertanyaan, ketika sudah membuat podcast, bagaimana cara suoaya podcast kita bisa dikenal dan didengar banyak orang?

Ada dua hal yang bisa Kawan GNFI terapkan. Pertama, perbanyak followers di media sosial dan bangunlah personal branding. Dengan begitu, potensi untuk podcast kita didengarkan dan dikenal akan semakin besar.

Kedua, buatlah konten yang niche. Artinya, buatlah podcast yang memiliki jenis konten spesifik dan topiknya jelas. Dengan konten spesifik, podcast Kawan GNFI akan lebih mudah untuk membangun massa. Misalnya, membuat podcast tentang film, musik, buku, atau lainnya yang dirasa relate dengan banyak orang.

Jika Kawan GNFI ingin membuat podcast yang berbeda dari kebanyakan, Kawan GNFI juga bisa mengambil angle yang berbeda tentang suatu topik. Dalam prosesnya, membuat podcast perlu dijalani secara konsisten minimal dua tahun. Seiring berjalannya waktu, podcast Kawna GNFI akan menjadi otentik. Konsisten kuncinya.

Ketika menjalankan podcast, tak jarang juga banyak yang ingin “instan”. Langsung terkenal dan menghasilkan uang. Padahal secara nyata, hal itu tentunya tidak bisa dilalui tanpa adanya proses dan konsisten.

Podcast juga memiliki kesamaan dengan konten digital lainnya, yakni bisa menghasilkan uang. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Mulai dari sponsor iklan, menjadi seorang podcaster andal, jualan merch podcast ke pendengar, hingga berjualan konten ke pihak ketiga dengan cara membuat podcast untuk ditayangkan di platform lain.

Pada dasarnya, podcast sebagai konten menarik bisa mendemokratisasi berbagai informasi. Podcast juga memberikan dampak nyata, memberikan inspirasi, dan saling berbagai pengetahuan.

“Kalau belum ada ide, daripada kelamaan berpikir, lebih baik jalani dulu saja, Latihan dulu, nanti sambal jalan, sambal mikir apa yang berbeda dari podcast lain,” tutur Iqbal.

Ketika Kawan GNFI ingin membuat podcast namun belum menemukan ide, topik, atau belum menemukan ciri khas, ada baiknya untuk berani memulai dan temukan diri Kawan GNFI seiring dengan konsisten terhadap podcast yang Kawan GNFI buat.

Kelas GNFI juga dapat ditonton di Youtube Good News From Indonesia. (des)

--

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini