VJ Daniel: Indonesia Butuh Soft Power

VJ Daniel: Indonesia Butuh Soft Power

Poster acara © GNFI

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Indonesia kebangsaanku

Bangsa dan Tanah Airku

Marilah kita berseru

Indonesia Bersatu

Begitulah penggalan lirik dari lagu kebangsaan negeri tercinta kita, Indonesia. Lagu ciptaan W.R. Soepratman tersebut menggambarkan tentang nasionalisme dan perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka.

Berkaca pada lagu tersebut, ada harapan terhadap bangsa ini untuk suatu saat Indonesia menjadi negara yang lebih baik ke depannya setelah berhasil meraih kemerdekaan. Tentunya, harapan tersebut juga menjadi keinginan kita semua sebagai warga negara asli Indonesia.

Sudah bertahun-tahun lamanya Indonesia terus melakukan “pembenahan diri” dari berbagai sektor. Dengan memiliki banyak julukan di mata dunia, tentunya Indonesia juga harus “unjuk diri” supaya Indonesia di masa depan, menjadi Indonesia yang sudah maju dan Makmur.

Berbicara mengenai akan seperti apa Indonesia di masa depan, Daniel Mananta atau dikenal dengan VJ Daniel, seorang presenter dan entrepreneur terkenal pun memiliki pandangan terhadap Indonesia di masa depan versinya.

Menurut Daniel, di masa depan nanti, suatu saat berbagai produk Indonesia akan mampu bersaing dengan produk dunia dengan memiliki kekuatan dari segi karakter dan budaya. Apalagi di masa 4.0 saat ini, para entrepreneur tentunya akan memanfaatkan teknologi lebih baik lagi dengan branding yang tepat. Namun sayangnya, Indonesia memiliki kelemahan dari segi storytelling.

Daniel mengakui bahwa nama Indonesia belum sekuat nama-nama negara lain. Bagi Daniel, hal itu disebabkan karena Indonesia belum memiliki soft power.

Goodtalk IG Live bersama Daniel Mananta | Foto: Youtube GNFI

“Ada yang namanya soft power, sebuah negara pasti memiliki itu. Amerika bisa dibilang memiliki soft power terkuat. Atau misalnya jika memikirkan samurai ialah Jepang, negara romantis di dunia yaitu Paris. Dan masih banyak lagi,” tutur Daniel dalam GoodTalk Instagram Live Perdana @GNFI, pada Senin (18/5) lalu.

Bali bisa dibilang sebagai soft power Indonesia. Namun sayangnya, tidak banyak orang luar yang mengetahui bahwa Bali itu ada di Indonesia. Indonesia belum memiliki soft power yang kuat karena negara ini adalah negara kepulauan, terdiri dari berbagai kekayaan budaya yang ingin saling menonjol satu sama lain.

“Saking banyaknya harta budaya kita, saking banyaknya kekayaan kita, tapi sayangnya banyak juga orang-orang yang ingin mengklaim,” ujar Daniel.

Meskipun begitu, Indonesia sudah pasti memiliki satu hal yang tidak dimiliki negara lainnya, yaitu keramahtamahan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Tidak hanya kepada sesama masyarakat Indonesia saja, hal tersebut juga berlaku untuk para turis yang datang ke nusantara.

Tak hanya itu, Indonesia juga kaya akan berbagai keindahan alam yang hanya bisa dinikmati di bumi pertiwi. Sebut saja Pulau Komodo, Danau Tiga Warna di Gunung Kelimutu, dan masih banyak lagi.

Daniel pun mengakui hal itu dan kemudian bercerita tentang pertemuannya di Rusia dengan Anthony Kiedis, vokalis Red Hot Chili Peppers. Ketika itu, Anthony bertanya dari mana Daniel berasal. Dan saat Daniel menjawab Indonesia, Anthony berdecak kagum.

“Bro, lo orang paling beruntung di dunia. Gue pengen banget kembali ke Mentawai. Gue senang banget surfing di situ. Tempat lo surge dunia banget untuk para surfer. You are so lucky,” kata Anthony kepada Daniel.

Dari pengakuan Anthony, tentu saja kita bisa menarik kesimpulan bahwa Indonesia memang memiliki keindahan tersendiri di mata para turis. Bisa saja berbeda satu sama lainnya.

Potret turis sedang surfing di Mentawai | Foto: htsresort.com

Kalau bicara pantai, orang akan ingat Thailand. Kalau bicara dataran landai nan hijau yang diingat adalah Skotlandia atau New Zealand. Indonesia perlu membangun top of mind itu yang tentu saja dengan membangun formula sendiri.

Bagi Daniel, ia sangat bangga tinggal dan menjadi warga negara Indonesia yang. Daniel pun berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia, jangan sampai kita yang tinggal di Indonesia yang kaya ini malah mempunya mental miskin. Kita harus mempunyai mental orang kaya juga.

“Coba ubah persepsi, karena kita sudah tinggal di negara yang sangat kaya. Sekarang giliran kitanya punya mental yang sangat kaya,” tutup Daniel.

Bagi Kawan GNFI yang belum sempat mengikuti Goodtalk IG Live, kalian bisa mendengarkan ulasan secara lengkapnya di podcast Good Voice Episode 22 atau menikmatinya di IG Live GNFI dan Youtube GNFI. (Des)

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi67%
Pilih TerpukauTerpukau33%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Mouly Surya dan Jessica Alba Bakal Garap Film Netflix Sebelummnya

Mouly Surya dan Jessica Alba Bakal Garap Film Netflix

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam Selanjutnya

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam

Kawan GNFI Official
@kawangnfi

Kawan GNFI Official

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.