Ponsel Musik Nan Legendaris dari Nokia Bakal Dijual Lagi di Indonesia

Ponsel Musik Nan Legendaris dari Nokia Bakal Dijual Lagi di Indonesia
info gambar utama

Kawan GNFI generasi milenial, pasti cukup kenal dengan jajaran ponsel jadul nan legendaris buatan produsen Finlandia, Nokia.

Pada awal 2000-an, nama Nokia memang tak ada lawan terkait produk yang diproduksinya, dan selalu mendapat kepercayaan publik kala itu.

Nah, kabarnya pihak Nokia Indonesia akan kembali meluncurkan jajaran ponsel-ponsel lawas nan klasik yang pernah jadi legenda pada masanya. Salah satunya Nokia 5310 terkenal dengan fitur musiknya.

Ini merupakan proyek lanjutan setelah tahun lalu jenama ini juga meluncurkan Nokia 3310 dan 8110 versi "reborn".

Nokia 5310 dengan fitur Xpress Music, merupakan ponsel yang hadir dengan integrasi MP3 player dan radio FM, dikombinasikan dengan speaker ganda yang powerful pada bagian depan.

Hal tersebut memungkinkan penggunanya bisa menikmati musik baik menggunakan headphone, bluetooth, maupun tidak dengan kualitas suaran yang baik.

"Kami sangat antusias menghadirkan Nokia 5310, bagian dari keluarga ponsel original yang popular. Nokia 5310 bukan hanya menawarkan kepada penggemarnya keandalan dan daya tahan, namun juga kemudahan dalam penggunaan, desain klasik bergaya kekinian dan baterai tahan lama," kata Karel Holub, General Marketing HMD Global Indonesia dalam Braintologi.

Unggulkan fitur musik

Jika mengingat ponsel ini, dari naman jargonnya saja ''Xpress Music'' tentunya Nokia 5310 memungkinkan para penggemar untuk menikmati musik berkat dukungan fitur yang memang diimplementasikan bagi penggila musik.

Lain itu, untuk menyimpan data musik yang cukup banyak, ponsel ini juga menyediakan slot kartu memori terpisah berjenis MicroSD.

Ditambah dukungan speaker ganda di bagian depan, mampu menghasilkan suara yang dapat didengarkan dengan baik dalam ruangan. Ponsel Nokia 5310 juga hadir dengan tombol khusus, sehingga penguna dapat mengatur volume dan urutan lagu dengan mudah.

Berbicara desain, tak ada yang berubah dari generasi pertamanya yang dirilis pada tahun 2008 lalu. Dalam laman resminya, Nokia 5310 masih hadir dengan dua warna yang khas, sudut dan sisi membulat, layar kaca melengkung dan key mat yang diklaim ergomonis sehingga ponsel ini benar-benar terasa nyaman ketika digenggam penggunanya.

Nokia 5310 memiliki tombol alfanumerik yang simpel dan dilengkapi dengan lima tombol navigasi utama untuk fitur musik.

Jika ponsel-ponsel yang mengunggulkan fitur audio lazimnya bekerjasama dengan beberapa merek produsen audio ternama, semisal Harmann/Kardon, Dolby Atmos, atau JBL. Namun, belum ada informasi lanjutan apakah Nokia akan bekerjasama dengan mereka terkait kualitas audio pada varian 5310 ini.

Ponsel ini bakal tersedia di toko online di Indonesia mulai pekan ini dengan banderol Rp600 ribu yang disediakan dalam dua perpaduan warna, yakni hitam-merah dan putih-merah.

Jangan terlalu berharap banyak pada fitur kekinian

Karena ponsel ini hanya menghadirkan keunggulan fitur musik, jadi kawan GNFI jangan berharap lebih pada ponsel ini soal fitur-fitur kekinian, semisal OS Android, jaringan 4G, fitur gim, NFC, kamera, atau wireless charger.

Nokia 5310 lansiran 2020 tak berjalan pada sistem operasi apapun, baik Android, Windows, bahkan Symbian (OS orisinal milik Nokia).

Ponsel ini hanya didukung dengan operasi sistem perangkat lunak Java yang memang jadulbanget, namun memiliki performa yang tak main-main.

Lain itu, tak ada kamera mumpuni pada ponsel ini.

Kamera utamanya hanya tersedia dengan dukungan sensor piksel berbasis VGA (video graphic array), pun tanpa kamera swafoto (selfie). Wajar saja, karena bentangan layar ponsel yang cuma 2,4 inci dengan teknologi lawas TFT hanya beresolusi 240x320 piksel.

Baterai ponsel yang disematkan berjenis lithium ion (Li-Ion) dengan kapsitas 1.200 mAh yang bisa diisi ulang dengan slot bertipe MicroUSB generasi pertama. Nokia mengklaim baterai tersebut dapat bertahan hingga 30 hari dalam posisi ponsel standby.

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini