Ketahui Pengaruh dan Cara Kelola Stres

Ketahui Pengaruh dan Cara Kelola Stres
info gambar utama

Banyaknya tekanan dari berbagai sisi dapat menimbulkan stres. Meskipun mengalami stres adalah hal yang biasa, tapi ada baiknya supaya stres bisa diatasi dan dikelola dengan baik.

Secara definisi, stres adalah reaksi fisiologis dan psikologis seseorang memandang sesuatu sebagai hal yang menekan dirinya, seperti perubahan, situasi yang mengancam, dan situasi yang tidak bisa terkontrol. Misalnya saja seperti situasi Covid-19 saat ini yang perubahannya masif sekali.

Reaksi yang ditimbulkan oleh tiap orang apabila stres melanda pun berbeda-beda yang sifatnya personal. Ada yang tiba-tiba sakit maag, sakit kepala, mengalami pegal-pegal, berat badan naik atau turun, dan berbagai reaksi fisik lainnya.

Terlepas dari adanya reaksi ketika stres, yang perlu Kawan GNFI ketahui adalah tanda-tanda yang muncul saat stres. Tanda stress bisa dari pikiran, emosi, fisik, dan perilaku.

Misalnya jika dipikiran, Kawan akan mudah negative thinking, sulit mengambil keputusan, tidak bisa tidur, dan tidak bisa mengendalikan sesuatu. Emosi ditandai dengan mood swing, sulit menikmati hal yang bahagia, mudah marah, mudah sedih, dan merasa kesepian.

Kemudian dari tanda fisik, seperti sakit maag, kepala pusing, pundak tegang, pinggang sakit, susah jalan, dan lainnya. Dan dari perilaku biasanya dirasakan dengan menjauhi diri dari lingkungan sosial, berubahnya pola makan dan tidur, serta menunda pekerjaan.

Bukan tanpa sebab, stres dipengaruhi oleh pikiran yang membentuk atau menciptakan perasaan. Kemudian, dari situ akan timbul emosi yang mendorong perilaku tertentu, di mana perilaku akhirnya memperkuat lagi apa sedang dipikirkan dan apa yang dilakukan.

“Pikiran akan merespon bahwa ada hal terlalu besar untuk dikendalikan karena situasi itu mengancam. Maka keluarlah emosi takut, cemas, bingung, marah, dan akhirnya mendorong perilaku yang bukan hanya lahir dari pikiran tapi juga emosi,” jelas Adriana Amalia, narasumber Kelas GNFI ke-20 bertajuk “Stress: How To Manage and Reduce It?”.

Ilustrasi emosi | Foto: jobsmart.co.id
info gambar

Emosi sendiri memiliki fungsinya masing-masing. Emosi turut pula mendorong tindakan Kawan GNFI dan tindakan akan menentukan performa serta hasil yang mau dicapai ketika mengelola stres.

Dengan adanya emosi, itu tandanya tubuh masih berfungsi untuk memberikan sinyal terhadap datangnya stres. Yang perlu digarisbawahi adalah emosi itu berupa pesan dan wujudnya berupa energi.

Dari emosi-emosi yang ada, maka dapat memicu terjadinya stres. Jika sudah terjadi, maka stres perlu dikelola supaya energi yang ada bisa difokuskan pada tindakan dan tujuan yang baik.

“Stres tidak bisa dimusuhin, sifatnya memang alamiah dan pertanda bahwa kita perlu merespon sesuatu,” Kata Adriana, Psikolog sekaligus Co-founder Asa Berdaya.

Penting bagi Kawan GNFI untuk bisa mengelola stres. Bagaimana caranya? Pertama, kenali sumber stres dan perasaan seperti apa. Setelah mengenali, jangan lupa untuk mengelola dan direspon. Yang sering dilupakan adalah tidak mengetahui apakah pengelolaan yang dilakukan dapat menunjang tujuan hidup atau tidak.

Supaya lebih tahu sesuai dengan tujuan atau tidak, lakukan pencegahan dan penanggulan pada stres. Pada tahap pencegahan, terapkan self care dan self love yang akan membantu ketika ada situasi stres, sehingga tubuh dan psikologis mampu menangani hal itu. Kemudian pada tahap penanggulan ialah dengan mengatasi saat situasi stres terjadi.

Dari tahap keduanya, terbagi pula emotion based coping yang secara singkat ialah hal yang dilakukan bersifat membuat lebih tenang dalam mengelola emosi dengan kembali ke titik nyaman. Misalnya curhat, nangis, dan marah.

Ada pula solution based coping, yaitu cara mengelola stres tepat kepada sumber stres dengan cara berstrategi mencari solusi. Misalnya membuat jadwal, belajar dari mentor, bertanya ke teman, dan sebagainya.

“Seimbangkan antara pencegahan dan penanggulangan, dan emosi dan solusi yang harus seimbang, cari yang positif untuk membantu ke tujuan kita,” tutup Adriana. (des)

--

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini