Membelah Sungai dan Lautan, Inilah 10 Jembatan Terpanjang di Indonesia

Membelah Sungai dan Lautan, Inilah 10 Jembatan Terpanjang di Indonesia
info gambar utama

Sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki banyak gugusan pulau yang terpisah. Selain itu, Indonesia juga dikenal memiliki beberapa sungai yang berukuran besar, sehingga perlu dibangun sebuah jembatan sebagai jalur penghubung.

Tak hanya berfungsi sebagai penghubung, berbagai jembatan di Indonesia juga memiliki desain struktur yang megah sehingga tak jarang menjadi ikon dan landmark dari daerah tersebut.

10 jembatan terpanjang di Indonesia 2020
info gambar

Berikut ulasan mengenai 10 jembatan terpanjang di Indonesia, kesepuluh jembatan tersebut memiliki konstruksi daan lajur jalan yang membelah sungai dan lautan.

1. Jembatan Suramadu (5,43 km)

Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang, jembatan penghubung , dan jembatan utama.
info gambar

Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan).

Dengan Panjang mencapai 5.438 meter, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

Ground Breaking pembangunan jembatan ini dilakukan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan dibangun serta diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009.

Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Provinsi Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah.

Dengan adanya pembangunan jembatan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan pemerataan pendapatan dan pembangunan di wilayah Surabaya ke wilayah Madura, begitu pula dengan kependudukan, mengingat wilayah Surabaya yang semakin padat dengan penduduk yang melakukan urbanisasi yang sebagian besar berasal dari wilayah Madura, pemerintah berharap dengan adanya pemerataan ekonomi ini dapat menekan laju urbanisasi tersebut.

2. Jembatan Dompak (1,5 km)

Jembatan Dompak yang megah ini menjadi jembatan terpanjang di luar Pulau Jawa.
info gambar

Membentang sepanjang 1,5 km, Jembatan Dompak berhasil dinobatkan sebagai jembatan terpanjang ke-2 di Indonesia.

Terletak di Kota Tanjungpinang, jembatan megah ini menghubungkan area komplek pemerintahan Provinsi Kepualauan Riau dengan area Kota Tanjungpinang.

Pembangunan jembatan ini diinisiasi oleh mantan Gubernur Kepulauan Riau yakni Ismeth Abdullah pada awal 2006.

Awalnya, ada dua daerah yang menjadi opsi pembangunan jembatan, yakni Senggarang dan pulau Dompak. Dengan berbagai pertimbangan, dipilihlah pulau Dompak sebagai lokasi Pusat Pemerintahan Provinsi Kepri.

Setelah daerah pembangunan jembatan telah diputuskan, tahun 2007 perencanaan pembangunan awal dilakukan dengan mengerjakan Detail Engineering Design (DED).

Proses peletakan batu pertama dilakukan pada Juli 2014 oleh gubernur Muhammad Sani. Oktober 2015, proyek jembatan tersebut mengalami musibah, yakni ambruknya pembangunan di P9.

Kejadian ini membuat target penyelesaian jembatan tidak tercapai dan pihak kontraktor rugi hingga Rp30 miliar.

Meski sempat membuat banyak pihak putus asa, pihak kontraktor dan Pemprov Kepri pun menggeser rancangan jembatan itu supaya dapat dilanjutkan pembangunannya. Salah satunya adalah perubahan sentuhan yang dilakukan pada desain jembatan.

Jembatan ini dibuka untuk umum pada November 2016. Sementera pada 2017, jembatan ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dengan usulan nama Jembatan Sultan Mahmud Riayat Syah oleh gubernur Nurdin Basirun.

Hingga kini, jembatan Dompak telah menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat Tanjungpinang.

Kemegahan jembatan ini ternyata memakan waktu dan energi yang tidak sedikit. Ada sekitar delapan tahun hingga akhirnya sebuah pemikiran dari Ismeth Abdullah, Gubernur Kepri kala waktu itu hingga kini bisa terwujud.

3. Jembatan Tayan (1,44 km)

Menghubungkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, jembatan megah ini merupakan bagian dari jalan Trans Kalimantan.
info gambar

Membentang di atas sungai Kapuas, Jembatan Tayan menempati posisi ketiga sebagai jembatan terpanjang di Indonesia.

Menghubungkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, jembatan megah ini merupakan bagian dari jalan Trans Kalimantan.

Konstruksi proyek pembangunan jembatan itu diperkirakan memakan waktu hingga 900 hari. Jembatan Sei Tayan tersebut diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan beroperasi pada 22 Maret 2016.

Pendanaannya berasal dari pinjaman Cina sebesar 90% dan sisanya sebesar 10% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hingga tiga tahun ke depan.

Jembatan ini memiliki panjang keseluruhan mencapai 1.440 meter. Sementara lebar jembatan adalah tiga jalur kendaraan atau sekitar 11 meter. Tinggi jembatan dari muka air Sungai Kapuas saat banjir tertinggi 13 meter.

Konstruksi jembatan tersebut terbagi dalam dua bentangan yang menghubungkan Tayan dengan Desa Piasak. Bentangan pertama jembatan dari arah Kota Tayan menuju Pulau Tayan.

Sedangkan bentangan kedua adalah jembatan dari arah Pulau Tayan menuju Desa Piasak. Bentangan pertama yang menghubungkan Kota Tayan dengan Pulau Tayan memiliki panjang sekitar 300 meter. Sedangkan bentangan kedua yang menghubungkan Pulau Tayan dengan Piasak memiliki panjang sekitar 1.140 meter.

4. Jembatan Mahkota II (1,42 km)

Jembatan Mahkota II memiliki panjang sekitar 1.428 meter, menjadikannya sebagai jembatan terpanjang di Kalimantan Timur.
info gambar

Jembatan Mahkota II adalah jembatan yang menghubungkan Sungai Kapih, kecamatan Sambutan dengan kelurahan Simpang Pasir, Palaran di kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia.

Jembatan yang memiliki panjang sekitar 1.428 meter ini menjadi jembatan terpanjang di Kalimantan Timur. Dinamakan Mahkota II (Mahakam Kota II) karena merupakan jembatan kedua yang dibangun di wilayah Kota Samarinda setelah Jembatan Mahakam (atau Mahkota I).

Proyek pembangunan Jembatan Mahkota II dimulai pada tahun 2002 dan sempat dihentikan atau mangkrak karena tidak dikucurkan lagi pembiayaan dari APBN, seiring rencana pemindahan Pelabuhan Samarinda dan penyelesaian pelabuhan peti kemas Palaran.

Dengan berbagai pertimbangan serta proses uji keamanan Jembatan Mahkota II akhirnya baru dapat dibuka untuk umum sebagai bagian dari uji coba selama tiga pekan sejak 21 Juni 2017. Namun penggunaanya masih belum diresmikan lantaran masih ada beberapa kendala.

Mega proyek yang sempat terseok-seok lantaran badai defisit pada 2015-2017, akhirnya resmi digunakan pada 2 Januari 2020. Mendampingi Jembatan Mahakam yang sudah terlebih dahulu dibangun.

5. Jembatan Teluk Kendari (1,34 km)

Jembatan Teluk Kendari menjadi salah satu jembatan panjang termuda di Indonesia.
info gambar

Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2020, Jembatan yang menjadi salah satu jembatan termuda di Indonesia ini kini menjadi ikon baru kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Jembatan Teluk Kendari yang menghubungkan Kota Lama dengan Poasia memiliki panjang 1.348 meter, lebar 20 meter, dan empat lajur jalan.

Jembatan yang mulai dibangun sejak 2015 itu menelan biaya konstruksi sebesar Rp804 miliar.

Jembatan dengan tipe cable stayed ini memiliki lingkup pekerjaan konstruksi, antara lain pembangunan jalan pendekat atau oprit (602,5 meter), approach span (357,7 meter), side span (180 meter), bentang utama atau main span (200 meter)

Keberadaan jembatan ini akan berdampak positif bagi pengembangan Kota Kendari terutama di bagian selatan kota. Waktu tempuh dari Kota Lama menuju Poasia kini hanya lima menit.

Sebelumnya, masyarakat Kota Lama harus menggunakan kapal feri untuk mengitari Teluk Kendari agar bisa sampai di Poasia. Rute itu membutuhkan waktu tempuh 30-40 menit.

Tidak hanya itu, Jembatan Teluk Kendari juga diharapkan dapat menjadi kebanggan masyarakat Indonesia dan dapat memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia khususnya masyarakat Sulawesi Tenggara.

6. Jembatan Tengku Agung Sultanah Siak (1,19 km)

Jembatan Siak menjadi urat nadi perkembangan Kabupaten Siak dan Kota Siak Sri Indrapura.
info gambar

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, dikenal juga dengan nama Jembatan Siak, adalah sebuah jembatan yang terletak di kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang membentang di atas Sungai Siak ini merupakan urat nadi perkembangan Kabupaten Siak dan kota Siak Sri Indrapura yang memiliki dua sisi daratan.

Sisi Utara di Kecamatan Siak, dengan ikon sejarah Istana Asserayah Hasyimiyah (yang juga dikenal dengan nama Istana Siak Sri Indrapura), dan sisi Selatan di Kecamatan Mempura dengan ikon sejarah berupa benteng dan tangsi Belanda di Desa Benteng Hulu dan Desa Benteng Hilir.

Nama jembatan ini diambil dari nama gelar permaisuri sultan terakhir Kerajaan Siak yang mengakhiri masa pemerintahan pada tahun 1946, atau satu tahun setelah Indonesia merdeka.

Jembatan kebanggaan rakyat Siak, provinsi Riau ini juga biasa disebut Jembatan Siak. Struktur megah ini menghubungkan dua daerah yang dipisahkan oleh Sungai Siak dan menjadi penghubung utama daerah sekitarnya.

Seperti yang telah diketahui, jembatan ini telah berdiri tegak sejak tahun 2007. Kala itu tahta kekuasaan tertinggi Indonesia masih diduduki oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah memiliki panjang 1.196 meter, lebar 16,95 meter ditambah dua buah trotoar selebar 2,25 meter yang mengapit sisi kanan dan kiri jembatan.

Ketinggian jembatan mencapai 23 meter di atas permukaan air Sungai Siak yang lebarnya mencapai sekitar 300 meter dan mampu menanggung beban sebanyak 28 ton.

Di atas jembatan berdiri dua menara setinggi masing-masing 80 meter dengan ukuran 10 X 5 m2, yang digunakan untuk diorama teater dan rumah makan, yang dilengkapi dengan dua buah lift untuk menuju puncak menara.

Jembatan yang dirancang bisa bertahan hingga usia lebih dari 100 tahun itu dibangun melalui sistem cable stayed, dengan konstruksi modern. Mengagumkan!

7. Jembatan Merah Putih (1,14 km)

Jembatan merah putih merupakan jembatan terpanjang di Indonesia Timur.
info gambar

Jembatan Merah Putih adalah Jembatan kabel pancang yang terletak di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Jembatan ini membentangi Teluk Dalam Pulau Ambon, yang menghubungkan Desa Rumah Tiga (Poka) di Kecamatan Sirimau pada sisi utara, dan Desa Hative Kecil/Galala di Kecamatan Teluk Ambon pada sisi selatan.

Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia Timur, menjadi bagian dari keseluruhan tata ruang Kota Ambon dan menjadi ikon kota Ambon.

Dibangun sejak 17 Juli 2011, Jembatan Merah Putih menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp779,2 miliar. Jembatan ini diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 4 April 2016

Secara teknis panjang jembatan ini adalah 1.140 meter yang terbagi ke dalam tiga bagian yaitu, jembatan pendekat di sisi Desa Poka (sisi utara) sepanjang 520 meter, Jembatan Pendekat di sisi Desa Galala (sisi selatan) sepanjang 320 meter, dan Jembatan Utama sepanjang 300 meter.

Jembatan Utama ini merupakan tipe jembatan khusus dengan sistem beruji kabel atau cable stayed, dengan jarak antar pilon sepanjang 150 meter.

Pembangunan Jembatan Merah Putih ini mempercepat waktu tempuh perjalanan antara Bandara Pattimura di Jazirah Lei Hitu, Maluku Tengah di utara, dan pusat Kota Ambon di Jazirah Lei Timur di selatan.

8. Jembatan Ampera 9 (1,11 km)

Desain yang menarik serta strukturnya yang megah membuat jembatan ini dijadikan sebagai ikon Kota Palembang.
info gambar

Rakyat Palembang boleh bangga atas jembatan yang telah berdiri sejak tahun 1965 ini. Pasalnya jembatan ini dibangun di atas Sungai Musi yang diketahui memiliki sejarah panjang dengan kerajaan Sriwijaya

Ternyata singkatan dari Ampera adalah amanat penderitaan rakyat, jembatan yang sudah menjadi lambang dan ikon Kota Palembang ini menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi.

Jembatan Aampera memiliki panjang 1.117 meter dengan lebar 22 meter (bagian tengah 71,90 meter, berat 944 ton dan dilengkapi pembandul seberat 500 ton), semua bagian tengah bisa diangkat agar kapal-kapal besar bisa lewat namun sejak tahun 1970 bagian tengah sudah tidak dapat diangkat lagi.

Bandul pemberatnya pada tahun 1990 dibongkar karena dikhawatirkan dapat membahayakan. Tinggi jembatan ini 11,5 meter dari atas permukaan air, tinggi menara 63 meter dari permukaan tanah dan jarak antara menara 75 meter.

9. Jembatan Barito (1,08 km)

Jembatan ini merupakan akses jalan Trans Kalimantan dari Banjarmasin menuju ke Palangkaraya dan sebaliknya.
info gambar

Jembatan Barito adalah jembatan yang melintang di atas sungai Barito, Provinsi Kalimantan Selatan. Secara administratif, jembatan ini berada di wilayah Kabupaten Barito Kuala dan berjarak 15 km dari Kota Banjarmasin.

Jembatan ini memiliki panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan Pulau Bakut selebar 200 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 meter, dan jembatan pendekat 180 meter, dengan lebar 10,37 meter.

Merupakan akses jalan Trans Kalimantan dari Banjarmasin menuju ke Palangkaraya dan sebaliknya. Ketinggian ruang bebas jembatan utama 15-18 meter, sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas perairan seperti Kapal Tongkang.

Jembatan Barito sering disebut pula jembatan Pulau Bakut, sesuai nama delta (pulau kecil) yang ada di bawahnya atau jembatan pulau Bakut, sesuai nama daerah tepi barat sungai Barito (sungai Banjar).

Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tanggal 24 April 1997 oleh Presiden Soeharto. Jembatan, yang tercatat dalam rekor Muri sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia

Jembatan ini merupakan jalan poros yang menghubungkan dua provinsi bertetangga yaitu provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Sebelum ada jembata ini masyarakat sangat mengandalkan jalur transportasi seperti sungai menggunakan alat transpor seperti boat atau kapal bermotor untuk menuju ke Banjarmasin atau sebaliknya.

10. Jembatan Mahakam Ulu (799 meter)

Jembatan yang membentang di atas aliran sungai Mahakam ini memiliki panjang keseluruhan sekitar 799 meter.
info gambar

Jembatan Mahakam Ulu (disingkat Mahulu) adalah sebuah jembatan yang menghubungkan kelurahan Loa Buah, Sungai Kunjang dengan kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Jembatan yang membentang di atas aliran sungai Mahakam ini memiliki panjang keseluruhan sekitar 799 meter.

Secara struktur, Jembatan Mahakam Ulu memiliki bentang tengah 200 meter dengan panjang keseluruhan jembatan 799,8 meter. Panjang jembatan itu belum termasuk jalan pendekat.

Lebar jembatan adalah 11 meter, sementara tinggi jembatan dengan permukaan air sungai tercatat 18 meter. Jembatan ini mempunyai bentang lingkar baja yang menjadi ciri khas jembatan ini.

Jembatan Mahulu dibangun pada pertengahan tahun 2006 dengan dana lebih dari Rp265 Miliar yang sebagian besar berasal dari APBD Kalimantan Timur.

Dalam pembangunanya sempat terbengkalai dan molor dari target selesai pada akhir 2007 terlebih setelah tiga kali ditabrak ponton batu bara hingga tiang penyangga agak berputar.

Awalnya jembatan ini akan digunakan sebagai antisipasi kemacetan di saat PON XVII di Samarinda, Kalimantan Timur. Akan tetapi jembatan ini tak bisa digunakan saat PON XVII karena pembangunannya yang belum selesai dan molor dari target semula.

Kemudian Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Jembatan Mahulu pada tanggal 15 Juli 2009, bersamaan dengan proyek-proyek lain yang sedang digiatkan di Kalimantan Timur.

Rekor baru jembatan terpanjang di Indonesia akan segera terpecahkan

Gambaran jembatan Batam-Bintan
info gambar

Sebagai catatan, sebentar lagi rekor baru jembatan terpanjang di Indonesia akan kembali dipecahkan. Pasalnya Di awal tahun 2021, setidaknya proyek senilai puluhan triliun mulai dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Salah satunya yang fenomenal adalah pembangunan Jembatan Batam dan Bintan sepanjang 14 km yang jadi program Presiden Jokowi.

Proyek Jembatan Batam-Bintan diperkirakan akan membentang 14,75 Km dengan anggaran Rp 8,62 triliun. Pembangunan Jembatan Batam Bintan masuk dalam Major Project RPJMN 2020-2024.

Proyek ini memang baru akan dibangun pada awal 2021, tapi lokasinya sudah ditetapkan setidaknya sejak akhir 2019.

Gubernur Kepulauan Riau H Isdianto pernah melakukan peninjauan tapak-tapak pembangunan jembatan pada akhir tahun lalu. Sehingga dalam beberapa tahun kedepan, jembatan ini ditargetkan rampung dan bisa digunakan.

Sumber Referensi : Kementerian PUPR RI | Ilmupengetahuan.com | Traveloka.com| Cnbcindonesia.com

Baca juga :

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini