Mulut Seribu, Kepingan Raja Ampat di Pulau Rote

Mulut Seribu, Kepingan Raja Ampat di Pulau Rote
info gambar utama

Kawan GNFI, foto di atas diambil oleh Muan Sibero (Shutterstock) yang merupakan gambaran dari perairan Mulut Seribu yang terletak di Papela, Rote Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Belakangan, daya tarik Mulut Seribu adalah soal keindahannya yang katanya mirip dengan keindahan yang ditawarkan oleh Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat yang tenar itu.

Nama Mulut Seribu memang tak lepas dari julukan para warga sekitar yang menggambarkan perairan itu memiliki banyak pantai dan tebing karang yang berongga, bahkan cenderung seperti gua yang membuatnya nampak seperti mulut-mulut di tepi perairan yang menganga.

Boleh jadi perjalanan di Mulut Seribu merupakan pelesir menyusuri laut yang melintasi tebing-tebing yang terbentuk secara alami. Perjalanan dengan menggunakan perahu motor pun bakal memberikan kesruan tersendiri karena sejauh mata menadang, kawan GNFI hanya akan melihat birunya perairan, karang, dan pepohonan yang pewarnaan yang cukup kontras.

Gugusan Pulau karang kecil nan elok

Jika nampak dari udara, seperti gambar di atas, karang-karang itu terlihat seperti pulau-pulau kecil yang berada di sebuah teluk. Pulau-pulau kecil yang terhampar itu membentuk labirin yang memiliki pintu masuk dan keluar dari berbagai macam arah. Karenanya, agar tak tersesat dibutuhkan pemandu lokal untuk menemani perjalanan.

Secara umum, jika mengunjungi Mulut Seribu, kawan GNFI akan disuguhkan pemandangan teluk yang tenang dengan hamparan batu karang, lain itu kita juga bisa singgah sejenak di Pantai Mulut Seribu. Di sana kita bisa melihat panorama dan udara laut nan tenang dengan sekilas melihat aktivitas petani rumput laut dan para nelayan.

Nah, jika puas memnjelajah Mulut Seribu, untuk kembali ke pelabuhan Papela kita bakal melewati laut lepas jika sudah pukul 3 sore. Hal itu dikarenakan labirin Mulut Seribu sudah mulai pasang sehingga tidak bisa lagi di lalui.

Transportasi dan akomodasi

Lantas, bagaimana caranya agar kawan GNFI sampai ke kawasan Mulut Seribu?

Untuk mengakses lokasi ini tentuya kita harus menuju ibu kota NTT lebih dulu, yakni Kota Kupang. Tiba di Kupang, kita langsung terbang ke Pulau Rote, atau persisnya menuju Kota Ba'a, pusat pemerintahan di Kabupaten Rote N'dao.

Ongkos untuk menaiki pesawat kecil itu sekira Rp300 ribu dengan waktu tempuh 15 menit perjalanan udara. Sementara jika kawan lebih menyukai perjalanan laut, bisa melalui pelabuhan Bolok dengan menumpang Feri Roro menuju Pulau Rote. Waktu tempuhnya tentu lebih lama yakni sekira 2 jam dengan menggunakan kapal cepat (speedboat), atau 4 jam saat menggunakan jasa Feri.

Karena selisih harganya tak terpaut jauh, disarankan untuk menaiki saja pesawat kecil itu, agar waktu kita tak habis di perjalanan.

Setelah tiba di Kota Ba'a kita akan melanjutkan perjalanan ke Rote Timur dengan menggunakan mobil sewa dengan harga berkisar Rp500 ribu untuk ongkoks pulang-pergi, atau bisa juga menumpang kendaraan umum menuju Rote Timur, tepatnya menuju pelabuhan Papela. Perjalanan darat itu cukup menguras waktu sekira 60 menit.

Sampai di pelabuhan Papela untuk dapat menjelajah perairan Mulut Seribu, kita siapkan saja ongkos sewa kapal yang berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk menikmati pesona kawasan itu hingga sore hari.

Saat berada di atas kapal itu, kita akan disuguhkan gradasi hijau dan birunya air perairan dangkal yang dikelilingi karang dan pohon bakau. Dijamin kawan, ongkos yang kita keluarkan akan sepadan dengan pesona yang kita dapatkan.

Nah, jika kawan GNFI berencana ke sana di tahun depan, jangan lupakan juga soal protokol kesehatan saat mengunjungi destinasi wisata di Indonesia. Selamat menjelajah!

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini