Tak Kalah dari yang Modern, Ini 3 Jenis Perawatan Kecantikan Tradisional

Tak Kalah dari yang Modern, Ini 3 Jenis Perawatan Kecantikan Tradisional
info gambar utama

Di era modern ini, semua semakin canggih, termasuk perawatan kulit dan kecantikan. Para wanita yang ingin mempercantik diri dengan mudah bisa mengunjungi salon, dokter atau klinik kecantikan. Di sana, ada banyak perawatan yang bisa dilakukan, mulai dari mengatasi jerawat, mencukur bulu halus, merapikan alis, perawatan rambut, spa, laser untuk menghilangkan flek, hingga metode terkini untuk mencerahkan kulit.

Meski segala yang modern kian digemari, tapi jangan lupa kalau beberapa daerah di Indonesia punya metode perawatan kecantikan tradisional yang hasilnya juga tak kalah oke lho, mulai dari bisa mencerahkan kulit, kulit tampak bersinar, menghilangkan jerawat sampai bau badan tak sedap.

Jamu

Sejak lama, orang Indonesia suka minum jamu untuk alasan kesehatan, dari kebugaran hingga menjaga daya tahan tubuh. Nah, minuman dari rempah-rempah tradisional ini juga ternyata punya khasiat untuk kecantikan lho.

Misalnya, jamu kunyit asam yang diyakini masyarakat dapat memancarkan kecantikan alami, melancarkan siklus haid, membuat kulit lebih bersih dan tampak awet muda, meredakan jerawat, serta menghilangkan bau badan tak sedap.

Pilihan jamu lain adalah beras kencur yang rasanya manis. Tak hanya bisa membuat tubuh terasa bugar, jamu beras kencur juga bisa meredakan masalah jerawat, kulit lebih cerah, bahkan bisa membantu menurunkan berat badan. Seperti namanya, jamu ini dibuat dari beras dan kencur, kemudian ditambahkan bahan lain seperti asam, kunyit, jahe, kedaung, dan kapulaga.

Ada pula jamu pahitan yang terbuat dari campuran sambiloto, brotowali, daun meniran, serai, lempuyang, lengkuas, widoro putih, widoro laut, temu orang, dan adas. Rasanya memang terbilang pahit, tetapi khasiatnya bagus untuk mencegah munculnya jerawat, melancarkan peredaran darah, mencegah kulit gatal dan bau badan tak sedap.

Masih dari jenis jamu, ada sinom yang bisa membantu proses detoksifikasi, membuat kulit lebih bersinar dan bebas jerawat. Jamu sinom terbuat dari campuran temulawak, kunyit, kayu manis, kapulaga, dan gula merah.

Baca juga Dewi Saraswati dalam Ramuan Kecantikan Perempuan Indonesia

Ratus

Perawatan kecantikan tradisional lain adalah ratus. Biasanya, para wanita melakukan ratus sebelum menikah atau setelah melahirkan. Walau sebenarnya ratus bisa dilakukan kapan saja.

Jadi, ratus adalah perawatan pada organ intim denga cara penguapan bagian vagina. Ketika melakukan ratus, Anda akan diminta duduk di kursi pendek yang bagian tengahnya bolong. Kemudian, terapis akan menyalakan ramuan rebusan ratus yang terdiri dari aneka rempah dari bawah kursi.

Asap dan uap dari rempah tersebut berguna untuk perawatan organ intim. Cara ini dipercaya dapat membersihkan keputihan, menjaga kebersihan vagina, hingga menambah kepuasan seksual bagi yang sudah menikah.

Rempah yang digunakan dalam ratus antara lain bunga mawar, temulawak, pala, akar wangi, kayu secang, dan kunyit. Umumnya, perawatan ratus dilakukan sebentar saja antara 15-20 menit. Ratus juga dipercaya dapat meredakan keluhan sakit, mual, kram, dan kelelahan saat haid, relaksasi, meningkatkan energi, meningkatkan kesuburan, dan mengatasi ambeien.

Secara medis, sebenarnya metode ratus ini belum terbukti. Namun, bila ingin mencobanya, pastikan Anda menggunakan uap yang tak terlalu panas, jangan biarkan uap panas terlalu dekat dengan vagina, jika merasa kurang nyaman sebaiknya segera hentikan prosesnya, dan tidak disarankan untuk melakukannya sering-sering.

Baca jugaKerik Gigi dan Simbol Kecantikan di Suku Mentawai

Lulur

Lulur juga terkenal sebagai perawatan kulit tradisional sejak zaman dahulu dan dilakukan dengan cara digosok ke kulit demi menghilangkan sel kulit mati, membuat kulit lebih lembap dan lembut, bahkan bisa mencerahkan.

Salah satu lulur tradisional adalah batimung dari Banjar, Kalimantan Selatan. Perawatan ini umumnya dilakukan oleh para calon pengantin dan kaum wanita. Lulur batimung terbuat dari campuran rempah seperti akar wangi, temulawak, pucuk ganti, ginseng, pula sari, mesoyi, jeruk purut, adas, temu giring, biji klabet, cengkeh, kayu manis, bunga sisit, lada, dan kapulaga.

Batimung bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati, melancarkan peredaran darah, kulit jadi lebih bersih, dan bila digunakan pada wajah bisa membuat riasan lebih tahan lama.

Selain batimung, ada juga lulur kuning Jawa yang terbuat dari tepung beras, temu giring, dan daun pandan. Lulur kuning berkhasiat untuk membuat kulit terasa dingin dan segar, lembap, kenyal, halus, dan lebih cerah. Efek dinginnya akan membantu menenangkan kulit setelah terkena panas matahari, misalnya selepas liburan dari pantai.

Tak hanya itu, masih ada jenis lulur yang cukup umum dan sudah banyak dijual versi kemasan sehingga bisa dilakukan di rumah. Beberapa di antaranya adalah lulur bengkoang, susu, cokelat, dan kopi.

Baca juga Ini Dia Rahasia Kecantikan 5 Putri Keraton Jogja

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini